<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5740686736474153482</id><updated>2012-02-10T01:33:34.404-08:00</updated><title type='text'>empty walls</title><subtitle type='html'>I want you to be left behind those empty walls.
I taunt you to see from behind those empty walls.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://dindingkosong.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5740686736474153482/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dindingkosong.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>wira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06233599671826464885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/ScjVN1kU83I/AAAAAAAAAAM/3io41kw05I4/S220/cakrawala.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>29</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5740686736474153482.post-7857809517807220552</id><published>2012-02-10T01:28:00.000-08:00</published><updated>2012-02-10T01:33:34.415-08:00</updated><title type='text'>SAATNYA BERDIALOG DENGAN OPOSISI</title><content type='html'>&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;   &lt;m:dispdef&gt;   &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;   &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;   &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;   &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;   &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;   &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;  &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt;&lt;/m:wrapindent&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-yWddHKIV9Tc/TzTjGUmLZwI/AAAAAAAAAEo/46Tcixkl40k/s1600/krisis+yaman.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://1.bp.blogspot.com/-yWddHKIV9Tc/TzTjGUmLZwI/AAAAAAAAAEo/46Tcixkl40k/s320/krisis+yaman.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Selama berbulan-bulan, akhirnya tercapaisebuah kesepakatan yang mengakhiri krisis politik di Yaman. Gelombangdemonstrasi besar-besaran yang menuntut Presiden Ali Abdullah saleh untukmundur akhirnya mereda. Kesepakatan yang terjadi merupakan resolusi yangdiusung oleh banyak mediator untuk menekan jatuhnya korban di kedua belah pihakyang berseteru. Aksi represif dari militer berakhir setelah presiden Salehmendapatkan jaminan pemaafan atas dosa-dosa poltiknya di masa silam. Denganjaminan yang diberikan parlemen tersebut, presiden Ali tidak akan bernasib samaseperti Hosni Mubarak di Mesir. Sebaliknya, pihak oposisi mendapatkan jaminanturunnya Presiden Ali serta penyelenggaraan pemilu berikutnya yang lebih demokratis.Situasi yang sebenarnya sudah sering diprediksi oleh berbagai kalangan. SolusiYaman disebut-sebut sebagai solusi terbaik bagi diktator lain di kawasan Timurtengah yang sedang menanti penghakiman sosial seperti Bashar al-Assad diSuriah. Bisa jadi, model penyelesaian konflik ala Yaman akan menjadi tren akhirrevolusi musim semi di negara Arab.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Di belahan bumi yang lain, pihak oposisiMalaysia baru saja merayakan kemenangan Anwar Ibrahim di pengadilan tinggiMalaysia. Anwar baru saja divonis bebas atas tuduhan sodomi terhadap anakbuahnya. Beberapa kalangan menyebutkan bahwa kunci kemenangan Anwar dipersidangan adalah restu dari partai berkuasa yaitu UMNO untuk menyudahi dramapengadilan Anwar. Pengamat politik dari Malaysia ada yang sempat berkomentarbahwa kehidupan demokrasi di Malaysia sangat tertinggal di antara negara-negaradi kawasan Asia Tenggara. Pengamat tersebut melanjutkan bahwa di Myanmar saja,pihak Junta Militer mau bernegosiasi dengan pihak oposisi pimpinan Aung San SuKyi. Sebaliknya di Malaysia, partai UMNO hampir tidak pernah memberikankesempatan pihak oposisi untuk menantang mereka secara fair. Pengadilan yangdigelar untuk Anwar Ibrahim sering dituduh sebagai konspirasi partai penguasauntuk menjegal pergerakan lawan politik mereka. Hal inilah yang kemudianmemunculkan spekulasi mengenai serunya politik di Malaysia pasca bebasnya AnwarIbrahim. Di tambah lagi, Anwar sendiri berikrar di hadapan pendukungnya untukterus maju dalam kontes politik Malaysia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kasus Yaman dan Malaysia memberikan contohnyata dalam diskursus demokrasi moderen. Dialektika antara penguasa-oposisi,mayoritas-minoritas merupakan hal mutlak yang harus ada dalam praksisoperasional. Apapun situasinya, apabila terjadi penaklukan dan dominasi salahsatu pihak, maka demokrasi akan lumpuh. Pihak penguasa yang sekalipun sudahterkooptasi dengan berbagai penyelewengan dan pelanggaran hak, tidak selamanyaharus dibumi-hanguskan. Secara formal, pihak penguasa memiliki akses untukmenggunakan kekerasan melalui militer dan aparatur intelejen. Hal inilah yangbiasanya memperpanjang konflik. Di sisi lain, pihak oposisi yang memilih jalankonfrontasi militer sering dijadikan &lt;i&gt;proxy&lt;/i&gt; oleh kepentingan asing untukmengambil keuntungan dari konflik yang terjadi. Kasus ini terlihat jelas dariasistensi militer yang dilakukan NATO untuk pihak oposisi di Libya.&amp;nbsp; Bukti kepentingan NATO atas kemenangan pihakoposisi adalah merapatnya sederet perusahaan minyak swasta asing asal Eropa danAmerika Serikat di Libya pasca kejatuhan Khadafi. Alih-alih membebaskan Libyadari otoritarianisme Khadafi, NATO justru menggiring Libya ke dalam situasirawan perang saudara. Sekadar catatan, negeri ini belum pernah melaksanakanPemilu yang demokratis selama masa kekuasaan Khadafi. Selama krisis denganKhadafi, pihak oposisi disatukan oleh kepentingan bersama untuk menumbangkanrezim. Namun, pasca krisis, mereka tidak memiliki blueprint untukmenyelenggarakan pemerintahan. Bukan tidak mungkin, Libya akan menuju negaragagal seperti Irak dan Somalia. Sementara itu, sumber daya alam mereka dikelolaoleh perusahaan asing.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Krisis berkepanjangan dan eksalasi militersudah seharusnya dihindari dalam transisi politik di Timur Tengah yang saatsedang marak. Sudah terlalu banyak korban yang jatuh di pihak sipil akibatkonflik yang terjadi. Intervensi pihak asing dalam penyelesaian harusditempatkan dalam kerangka mediasi dan dialog antara pihak yang&amp;nbsp; berselisih. Pemihakan pada salah satukelompok hanya akan melahirkan transisi yang brutal dan sporadis.Kepentingan-kepentingan ekonomi &amp;nbsp;asingdalam asistensi konflik menjadi sebuah keniscayaan apabila terjadi pemihakan.Berdasarkan pengalaman Yaman, pendekatan dialogis antara pihak penguasa danoposisi nampaknya lebih memberikan peluang. Dialog adalah jalan keluar terbaikbagi semua golongan untuk keluar dari sebuah krisis politik. Dialog juga mampumeminimalisasi intervensi asing atas transisi kekuasaan sebuah negara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Biar bagaimanapun, dalam sebuah prosesrevolusi, jarang sekali pihak oposisi memiliki infrastruktur politik untuk menggantikanpenyelenggaraan pemerintahan sebuah rezim. Momentum revolusi yang terkadangsulit untuk diulang membuat para aktivis yang kontra penguasa tidak inginberlama-lama untuk menyelesaikan tuntutan mereka. Hal ini membuat pihak oposisisering lupa untuk membuat rancangan sistem pemerintahan transisi pascamenjatuhkan rezim penguasa. Berkaca pada kasus revolusi Iran tahun 1979,sekalipun Khomeini berhasil memunculkan sistem politik yang sama sekali baru,tetap saja masa transisi itu memerlukan waktu sekitar 10 tahun. Itu pun dilaluidengan mengonsolidasikan seluruh pihak untuk berperang melawan Irak selama 8tahun. Selama 10 tahun pertama republik Iran yang baru, konflik internal antarelemen pendukung revolusi meruncing tajam.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;KasusYaman dan Malaysia bisa menjadi catatan penting bagi perjalanan demokrasi dinegara-negara berkembang. Kesenjangan politik antara pihak penguasa dan oposisiharus dijembatani dengan pendekatan dialogis. Pendekatan represif dankonfrontatif justru memancing datangnya intervensi asing yang tindakan danhasilnya sulit dipertanggungjawabkan. Situasi faktual yang terjadi di Irak hariini cukuplah menjadi pelajaran berharga mengenai pola transisi paling eleganbagi negara-negara Timur Tengah. Era kediktatoran dan otoriteraniasme memangharus diakhiri. Namun, proses mengakhiri tirani itulah yan g sebaiknyadijadikan perhatian. Duduk bersama untuk dialog dengan seluruh pihak adalahjalan terbaik untuk keluar dari krisis politik yang terjadi. Semua proses harusmengarah pada perlindungan hak-hak sipil dan semangat rekonsiliasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5740686736474153482-7857809517807220552?l=dindingkosong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dindingkosong.blogspot.com/feeds/7857809517807220552/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dindingkosong.blogspot.com/2012/02/saatnya-berdialog-dengan-oposisi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5740686736474153482/posts/default/7857809517807220552'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5740686736474153482/posts/default/7857809517807220552'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dindingkosong.blogspot.com/2012/02/saatnya-berdialog-dengan-oposisi.html' title='SAATNYA BERDIALOG DENGAN OPOSISI'/><author><name>wira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06233599671826464885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/ScjVN1kU83I/AAAAAAAAAAM/3io41kw05I4/S220/cakrawala.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-yWddHKIV9Tc/TzTjGUmLZwI/AAAAAAAAAEo/46Tcixkl40k/s72-c/krisis+yaman.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5740686736474153482.post-7844100798937960655</id><published>2012-02-10T01:05:00.000-08:00</published><updated>2012-02-10T01:05:25.696-08:00</updated><title type='text'>alhamdulillah</title><content type='html'>alhamdulillah, bisa masuk lagi -- setelah melewati proses verifikasi yang gaib -- huh! padahal yang baca gak ada, tapi berhubung gak punya softcopy artikel dimari jadi rusuh juga...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5740686736474153482-7844100798937960655?l=dindingkosong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dindingkosong.blogspot.com/feeds/7844100798937960655/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dindingkosong.blogspot.com/2012/02/alhamdulillah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5740686736474153482/posts/default/7844100798937960655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5740686736474153482/posts/default/7844100798937960655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dindingkosong.blogspot.com/2012/02/alhamdulillah.html' title='alhamdulillah'/><author><name>wira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06233599671826464885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/ScjVN1kU83I/AAAAAAAAAAM/3io41kw05I4/S220/cakrawala.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5740686736474153482.post-2851163634547092790</id><published>2011-09-23T08:08:00.001-07:00</published><updated>2011-09-23T08:08:37.833-07:00</updated><title type='text'>The New Middle East by Marina Ottaway</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; line-height: 150%; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;REVIEW BUKU&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; line-height: 150%; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;Judul&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :&amp;nbsp; The New &lt;st1:place w:st="on"&gt;Middle East&lt;/st1:place&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; line-height: 150%; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;Penulis&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :&amp;nbsp; Marina Ottaway dkk&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; line-height: 150%; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;Penerbit&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :&amp;nbsp; Carnegie Endowment For International Peace&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; line-height: 150%; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;st1:city w:st="on"&gt;Kota&lt;/st1:city&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :&amp;nbsp; &lt;st1:state w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;New  York&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; line-height: 150%; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;Tahun Terbit&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :&amp;nbsp; 2008&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; line-height: 150%; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs027.snc6/165763_129401527126975_100001713853576_163971_1823011_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs027.snc6/165763_129401527126975_100001713853576_163971_1823011_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;www.opinions-alaaisam.blogspot.com&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; line-height: 150%; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;Proliferasi nuklir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; line-height: 150%; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;AmerikaSerikat memberi perhatian besar kepada proliferasi nuklir karena beberapaalasan risiko, yaitu: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0in;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; line-height: 150%; margin-left: .5in; margin-right: 0in; mso-list: l2 level1 lfo1; tab-stops: list .5in; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;Pengayaan nuklir untuk pembuatan bom     bisa dimanfaatkan oleh rezim penguasa yang tidak bersahabat dengan AS     ataupun organisasi teroris di negara itu.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; line-height: 150%; margin-left: .5in; margin-right: 0in; mso-list: l2 level1 lfo1; tab-stops: list .5in; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;Kemampuan &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:country-region w:st="on"&gt;Iran&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; dalam memproduksi senjata     nuklir akan memperkuat status politiknya di kawasan. &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:country-region w:st="on"&gt;Iran&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; akan dengan mudah     membentuk aliansi dengan Negara-negara musuh AS. Kemampuan &lt;st1:country-region w:st="on"&gt;Iran&lt;/st1:country-region&gt; juga akan memancing organisasi jihad     seperti Hamas tampil lebih agresif dalam menghadapi &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:country-region w:st="on"&gt;Israel&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; line-height: 150%; margin-left: .5in; margin-right: 0in; mso-list: l2 level1 lfo1; tab-stops: list .5in; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;Proliferasi nuklir akan mempersulit posisi     AS dalam konstelasi stabilitas kawasan. Hal ini juga akan menurunkan     kepercayaan diri Negara-negara sekutu AS di Timur Tengah yang selama ini     menjadikan AS sebagai pelindung mereka.&amp;nbsp;&lt;i&gt;(Halaman 19)&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; line-height: 150%; margin-left: .5in; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; line-height: 150%; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;Konflik Sektarian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; line-height: 150%; text-align: left; text-indent: .5in; unicode-bidi: embed;"&gt;Konflik sectarian adalah fenomena yangsemakin menjadi-jadi pasca invasi AS ke Irak tahun 2003. Konflik ini meluas keseluruh wilayah regional Timur Tengah, tidak hanya di Irak. Konflik inimengkristal menjadi perebutan kekuasaan antara Islam Sunni dengan Syiah.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; line-height: 150%; text-align: left; text-indent: .5in; unicode-bidi: embed;"&gt;Raja Abdullah dari Yordania adalah orangyang pertama kali memberikan pernyataan waspada terkait konflik dua kelompokini pada Bulan Desember 2004. Raja Abdullah saat itu menggunakan istilah BulanSabit Syiah untuk menggambarkan semangat &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:country-region w:st="on"&gt;Iran&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; yang ingin membentuk aliansidengan masyarakat Syiah di kawasan Timur Tengah yang mayoritas Sunni. Istilahini juga pernah digunakan oleh Husni Mubarak saat berpidato. Husni Mubarakmengatakan bahwa saat ini orang-orang Syiah di Timur Tengah lebih loyal kepada &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:country-region w:st="on"&gt;Iran&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;daripada Negara dan bangsa mereka sendiri. &lt;i&gt;(Halaman 25)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; line-height: 150%; text-align: left; text-indent: .5in; unicode-bidi: embed;"&gt;Realita mengenai kebangkitan kelompokSyiah di kawasan Timur Tengah bisa dilihat dari beberapa fakta di bawah ini:&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; line-height: 150%; margin-left: 84.0pt; mso-list: l1 level1 lfo2; tab-stops: list 84.0pt; text-align: left; text-indent: -21.0pt; unicode-bidi: embed;"&gt;1.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Bangkitnya &lt;st1:country-region w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Iran&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; sebagai negara yang dikuasaioleh rezim religius berhaluan bermazhab Syiah. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; line-height: 150%; margin-left: 84.0pt; mso-list: l1 level1 lfo2; tab-stops: list 84.0pt; text-align: left; text-indent: -21.0pt; unicode-bidi: embed;"&gt;2.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Geliat demokratisasi di Irak yang secara otomatismenempatkan golongan Syiah sebagai golongan yang berpotensi menjadi penguasakarena populasi mereka yang besar.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; line-height: 150%; margin-left: 84.0pt; mso-list: l1 level1 lfo2; tab-stops: list 84.0pt; text-align: left; text-indent: -21.0pt; unicode-bidi: embed;"&gt;3.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Desakan berbagai kelompok Syiah untuk tampil membawaidentitas kelompok mereka.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; line-height: 150%; margin-left: 84.0pt; mso-list: l1 level1 lfo2; tab-stops: list 84.0pt; text-align: left; text-indent: -21.0pt; unicode-bidi: embed;"&gt;4.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Kekuatan Hizbullah di Lebanon yang semakin diakui danmemengaruhi kawasan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; line-height: 150%; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; line-height: 150%; text-align: left; text-indent: .5in; unicode-bidi: embed;"&gt;Para pengamat memanggap geliat kelompokSyiah di kawasan Timur Tengah tidak langsung berkaitan dengan kepentingan &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:country-region w:st="on"&gt;Iran&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;atas aliansi Bulan Sabit Syiah. Geliat itu lebih didasarkan desakan untukmendapatkan kesetaraan hak dalam bidang ekonomi sosial dan politik. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; line-height: 150%; text-align: left; text-indent: .5in; unicode-bidi: embed;"&gt;Syeikh Ali Salman, seorang tokohkelompok Syiah di &lt;st1:country-region w:st="on"&gt;Bahrain&lt;/st1:country-region&gt;mengatakan kalau ia dan kelompoknya mendukung sepenuhnya konstitusi negara &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:country-region w:st="on"&gt;Bahrain&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;.(Halaman 27)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; line-height: 150%; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; line-height: 150%; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;Konsep Timur Tengah Baru&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; line-height: 150%; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:city w:st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; dua kepentingan utamarezim Bush terkait wilayah Timur Tengah, yaitu; memerangi terorisme dan menjagakestabilan harga minyak. Terorisme yang berkebang belakangan ini bukan lagikekerasan yang didasarkan atas sikap anti-wseternisasi, melainkan sudahberdasarkan sikap anti-kebijakan AS di Timurr Tengah. (Halaman 31) Untukmencapai dua kepentingan tersebut, maka ada beberapa hal yang harus segeradilaksanakan oleh pemerintahan AS, yaitu;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0in;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; line-height: 150%; margin-left: .5in; margin-right: 0in; mso-list: l0 level1 lfo3; tab-stops: list .5in; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Membangun konsiliasi dengan Iran sambil menekan proliferasi nuklir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; line-height: 150%; margin-left: .5in; margin-right: 0in; mso-list: l0 level1 lfo3; tab-stops: list .5in; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Bertahap meninggalkan Irak dengan syarat tidak meninggalkan negara     tersebut tanpa pemerintahan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; line-height: 150%; margin-left: .5in; margin-right: 0in; mso-list: l0 level1 lfo3; tab-stops: list .5in; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Mengambil peran serius dalam proses perjanjian damai antara     Israel-Palestina menuju solusi dua negara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; line-height: 150%; margin-left: .5in; margin-right: 0in; mso-list: l0 level1 lfo3; tab-stops: list .5in; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Berusaha mencari kestabilan kawasan dengan "balance of     power" yang dilakukan tanpa melibatkan kehadiran AS secara massif.     Cukup dimainkan oleh negara-negara di regional saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; line-height: 150%; margin-left: .5in; margin-right: 0in; mso-list: l0 level1 lfo3; tab-stops: list .5in; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Dalam konteks "balance of powe", AS harus menurunkan     eskalasi konflik dengan Syiria sekaligus tetap menjaga stabilitas Lebanon.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; line-height: 150%; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pemerintahan Bush lebih sering mengancam daripadamelakukan tindakan. Contohnya peringatan Bush terhadap presiden Suriah, Basharal-Assad pada Desember 2007. Peringatan tersebut berisi ancaman, peringatanyang sama seperti yang diberikan kepada Saddam Hussein pada hari-hari menjelanginvasi. (Halaman 30)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; line-height: 150%; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI"&gt;MencariJalan Keluar Untuk AS dan Irak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; line-height: 150%; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Penempatan kekuatan militer di Irak pasca-invasternyata tidak bisa membangun sebuah stabilitas untuk jangka waktu yang lama.Kebijakan terhadap Irak tidak boleh lagi didasari atas pertimbangan "apayang seharusnya dibutuhkan Irak dan seperti apa Irak seharusnya".Pertimbangan itu sudah dijalankan dan terbukti mengalami kegagalan. AmerikaSerikat harus merumuskan kebijakan-kebijakan baru dengan langkah-langkahsebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0in;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; line-height: 150%; margin-left: .5in; margin-right: 0in; mso-list: l3 level1 lfo4; tab-stops: list .5in; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Langkah pertama adalah mendasari setiap kebijakan dengan pertimbangan;     sumber daya tokoh-tokoh politik lokal Irak, tujuan-tujuan mereka, serta     kekuatan dan pengaruh mereka di negara tersebut. Intinya adalah memberi     kesempatan pada tokoh-tokoh lokal untuk membangun pemerintahan yang baru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; line-height: 150%; margin-left: .5in; margin-right: 0in; mso-list: l3 level1 lfo4; tab-stops: list .5in; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Langkah berikutnya adalah menyadarkan pihak parlemen dan pemerintahan     Irak saat ini bahwa mereka tidak secara otomatis menjadi pemain utama     dalam proses rekonsiliasi. Ketika mereka gagal (dan pasti akan gagal),     maka mereka harus memiliki insiatif untuk mengambil pihak luar sebagai     pemain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; line-height: 150%; margin-left: .5in; margin-right: 0in; mso-list: l3 level1 lfo4; tab-stops: list .5in; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Langkah terakhir adalah mendatangkan pihak luar sebagai pembantu dalam     proses rekonsiliasi nasional. Situasi ini merupakan kesempatan bagi PBB     dan negara-negara tetangga termasuk dunia Arab untuk membangun diplomasi     baru dengan Irak. Serahkan segala ketergantungan pemerintahan Irak     terhadap pihak luar kepada lembaga-lembaga internasional dan bukan Amerika     Serikat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; line-height: 150%; text-align: left; text-indent: .25in; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sikap AS yang mendukung salah satu faksi saat pemilu harus ditanggalkan.Sikap itu akan membuat faksi yang bersangkutan memiliki sifat resistan terhadapgolongan lain di Iral. Dari titik inilah instabilitas terus terjadi dan semakinparah. Apalagi, faksi yang lain bisa meminta bantuan dengan cara yang sama kenegara yang lain seperti Iran. Akhirnya, Irak tak ubahnya seperti kawasankorban perang dingin AS-Iran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; line-height: 150%; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; line-height: 150%; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;KonflikPalestina-Israel&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; line-height: 150%; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Inti dari kepentingan Amerika Serikat di TimurTengah mencakup perdamaian antara Israel dan Palestina. Perdamaian ini bisadiartikan permaian antara Israel dengan negara-negara Arab. Oleh karena itu,visi AS adalah menciptakan solusi dua negara yang damai (two state solution).Solusi adalah yang paling menguntungkan bagi AS. Dengan solusi dua negara, makakeamanan Israel, eksistensi, serta identitasnya di kawasan bisa dipertahankan. &lt;/span&gt;&lt;span lang="ES"&gt;Cita-cita perjuangan bangsa Palestina yangingin merdeka sepenuhnya dari Israel bisa dimentahkan. Selain itu, kemungkinanakan meluasnya konflik di kawasan bisa ditekan. Strategi dan diplomasi AS dikawasan akan mudah direalisasikan. (Halaman 34)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; line-height: 150%; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; line-height: 150%; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Balance ofPower&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; line-height: 150%; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Perimbangan kekuatan di kawasan telukrusak setelah Saddam Hussein dan Irak dijatuhkan oleh Amerika Serikat. Perimbangankekuatan yang pada masa sebelumnya dipegang oleh dua negara yaitu Irak danIran. Saat ini, Iran menjadi momok bagi negara-negara di kawasan teluk karenakekuatan nuklir dan persenjataannya. Beberapa negara di kawasan teluk telahmengadakan perjanjian kerjasama senjata dengan Amerika Serikat untukmengimbangi kekuatan militer Iran. Selain itu, Amerika juga berperan aktifuntuk membentuk aliansi anti-Iran di kawasan teluk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; line-height: 150%; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Namun, negara-negara teluk ini jugamencari celah diplomasi dengan Iran untuk menghindari konfrontasi terbuka. Padatahun 2007, Presiden Ahmadinejad diundang untuk berbicara pada pertemuan DewanKerjasama Teluk. Undangan itu, sekalipun tidak sepenuh hati, merupakan indikasibahwa ada kecemasan di negara-negara teluk untuk konfrontasi dengan Iran. &lt;/span&gt;&lt;span lang="PT-BR"&gt;Puncaknya, Arab Saudi yang selamaini dikenal dekat dengan AS mulai mencari dukungan ke negara lain selain AS. PresidenVladimir Putin pada bulan Februari 2007 diundang ke Riyadh oleh kerajaan Saudiuntuk membicarakan perjanjian kerjasama perdagangan. Kemudian pada bulanNovember 2007, putra mahkota Kerajaan Saudi, Pangeran Sultan bin Abdulazismengunjungi Moskow untuk membicarakan banyak isu, termasuk pembelian senjatadalam jumlah yang besar. (Halaman 35-36)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; line-height: 150%; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5740686736474153482-2851163634547092790?l=dindingkosong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dindingkosong.blogspot.com/feeds/2851163634547092790/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dindingkosong.blogspot.com/2011/09/new-middle-east-by-marina-ottaway.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5740686736474153482/posts/default/2851163634547092790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5740686736474153482/posts/default/2851163634547092790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dindingkosong.blogspot.com/2011/09/new-middle-east-by-marina-ottaway.html' title='The New Middle East by Marina Ottaway'/><author><name>wira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06233599671826464885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/ScjVN1kU83I/AAAAAAAAAAM/3io41kw05I4/S220/cakrawala.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5740686736474153482.post-3652057702441318873</id><published>2011-09-23T07:21:00.000-07:00</published><updated>2011-09-23T07:26:15.103-07:00</updated><title type='text'>TKI dan Krisis Budaya Bangsa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Dari perspektif budaya bangsa kita di Indonesia, kasus Ruyati bisa dilihat sebagai pelajaran yang sangat mahal harganya.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;Ruyati binti Satubi, TKI asal kota Bekasi, yang dipancung tanpa asistensi hukum apa pun menjadi berita yang sangat menggemparkan di tanah air. Ia dianggap sebagai korban penindasan karena membela hak dan kehormatannya di depan majikan sampai kemudian ia terpaksa harus membunuh sang majikan. Begitulah konstruksi fakta yang diyakini dan dikembangkan masyarakat kita di Indonesia sekalipun tidak melalui pembuktian akan fakta persidangan yang otentik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa segmen golongan yang begitu dominan dalam memberi penyikapan terkait kasus TKI dan Ruyati. Golongan pertama adalah mereka yang membawa (kalau tidak mau dikatakan menggiring) masalah ini menjadi masalah politik dengan mengaitkan secara langsung kasus ini dengan kegagalan pemerintah terkait kewajiban perlindungan terhadap warga negaranya. Golongan berikutnya adalah mereka yang mulai mengais-ngais ikan di air keruh dengan menarik persoalan ke arah deligitimasi penegakan syariat Islam yang "diterapkan" Arab Saudi. Semangat Islam-phobia menjiwai sikap pembelaan mereka terhadap para TKI.Golongan terakhir adalah masyarakat yang tidak memberikan perhatian secara khusus dalam masalah ini, alias acuh tak acuh.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Budaya (diper)budak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tindakan penyiksaan, pemerkosaan, dan intimidasi yang dilakukan para majikan TKI di Arab Saudi  tak pelak merupakan bentuk perbudakan zaman modern. Mereka menjadikan para TKI di sektor pembantu rumah tangga layaknya budak yang berhak mereka perlakukan dengan bebas. Namun, sebagian besar dari kita pasti tidak mengira kalau perbudakan yang dialami saudara-saudara kita di Saudi memiliki akar dalam budaya bangsa yang kita kembangkan sendiri sampai hari ini.Tengkoklah ke dalam negeri ini, sebagian besar masyarakat yang memiliki pembantu rumah tangga di rumah mereka, tidak memperlakukan para pembantu ini secara profesional dan manusiawi. Pembantu rumah tangga diposisikan menjadi sektor yang sangat informal. Segala macam UU terkait perlindungan tenaga kerja tidak pernah menyentuh apalagi diimplementasikan oleh masyarakat yang menggunakan jasa pembantu rumah tangga. Lihat bagaimana sebagian besar dari kita tidak memberikan kontrak kerja yang jelas kepada seorang pembantu rumah tangga. Belum lagi soal jam kerja yang tidak masuk akal, jaminan kesehatan, upah dan hak-hak lainnya. Semua itu dilakukan dalam kesepakatan yang berprinsip "tahu sama tahu saja". Seorang pembantu rumah tangga di Indonesia adalah pesuruh bagi seluruh anggota keluarga majikan. Mulai dari ayah, ibu, dan anak-anak si majikan. Semua anggota keluarga seperti berhak memberikan perintah komando. Orangtua membiarkan anak-anak mereka untuk minta ini-itu kepada sang pembantu. Sebuah pola pengasuhan yang mendidik anak mereka untuk tidak menghargai orang lain. Padahal, semestinya hal itu harus didasarkan kepada surat kontrak yang jelas atau kesepakatan tertulis. Bahkan, kerabat atau keluarga besar yang bertamu ke rumah juga bisa memberikan perintah kepada para pembantu rumah tangga tersebut. Padahal, dalam konteks perlindungan hak tenaga kerja, tidak ada sedikitpun hak bagi orang yang tidak mengupah mereka untuk memberikan perintah. Budaya perlakuan terhadap pekerja di sektor rumah tangga inilah yang menjadikan bangsa kita berkarakter sangat lemah ketika diberangkatkan ke luar negeri, khususnya para pembantu rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat berada di luar negeri, para pembantu rumah tangga asal Indonesia ini akhirnya bersikap sesuai dengan konsep mengenai pembantu rumah tangga berdasarkan budaya yang ada di Indonesia. Secara kasar, mereka terbiasa taat dan "nrimo" seperti halnya budak. Namun, mereka mendapatkan majikan yang jauh berbeda dengan tipologi majikan yang ada di Indonesia. Wajar jika para TKI yang menjadi pembantu rumah tangga di Arab Saudi memiliki mentalitas yang sangat lemah sebagai seorang tenaga kerja. Sikap mental yang dibentuk oleh budaya bangsanya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Rasisme&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kekacauan sikap budaya berikutnya adalah masalah rasisme. Saat ini, sebagian golongan mulai berteriak-teriak dengan nada protes atas perlakuan rasisme masyarakat Arab Saudi terhadap bangsa kita. Jangankan untuk sektor informal seperti pembantu rumah tangga, sektor formal seperti barista pada kedai kopi berskala internasional pun mendapatkan perlakuan rasis yang serupa (Kedai 1001 Mimpi, Valiant Budi, 2011). Yang menjadi pertanyaan adalah, pernahkah masyarakat bersikap anti terhadap Arab Saudi sebagai bangsa yang kerap menyiksa para TKI? Pernahkah ada demonstrasi ganyang Saudi di Jakarta, atau membakar bendera negara mereka seperti membakar bendera Malaysia? Jawabannya hampir bisa dipastikan nihil. Yang terjadi justru maraknya pemujaan tokoh-tokoh agama berketurunan Arab yang berlomba-lomba mencari jamaah untuk majelis zikir mereka. Masyarakat kita yang mayoritas beragama Islam begitu menghormati bangsa Arab sebagai masyarakat dengan ras yang unggul dalam masalah agama. Fenomena mencari berkah (tabaruk) Inilah yang saya katakan sebagai rasisme bangsa lemah. Rasisme tidak hanya berbicara soal sikap merendahkan bangsa lain, tetapi rasisme juga berbicara soal sikap meninggikan/memuja bangsa lain. Padahal, sikap antirasis seharusnya dikembangkan dalam semangat kesetaraan antar-umat manusia. Kesimpulannya adalah; bangsa kita dengan bangsa Arab Saudi, sama-sama rasis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita boleh saja menyalahkan pemerintah sebagai pihak yang harus bertanggung jawab atas kekisruhan masalah ini. Namun, sebagai bangsa, kita semestinya juga merefleksi sikap budaya yang kita kembangkan di tengah-tengah masyarakat. Sehebat apa pun kinerja pemerintah dan aparat negara, masalah akan tetap ada selama akar masalahnya tidak diluruskan. Akar permasalahan itu adalah budaya bangsa kita sendiri. Seperti halnya korupsi yang sudah menjadi kebudayaan hari ini, maka ia tidak bisa diselesaikan dengan kehebatan lembaga-lembaga superbody seperti KPK. Harus ada penyikapan yang jelas dan terarah terkait dengan pendidikan karakter dan budaya bagi bangsa ini untuk masa yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbudakan dan rasisme memiliki akar dalam budaya bangsa Indonesia. Maka hal itulah yang harus kita beri perhatian luas terlebih dahulu. Lihatlah bagaimana seorang pembantu dijadikan warga kelas dua di masyarakat kita. Upah seorang pembantu bisa jadi lebih tinggi nilainya daripada seorang OB perkantoran. Namun, OB mendapatkan pengakuan sosial yang lebih baik daripada seorang pembantu rumah tangga. Selain itu, rasisme tidak masuk akal yang membuat bangsa kita sebagai warga kelas dua di negaranya sendiri juga harus segera dihentikan. Cocoklah peribahasa Indonesia yang mengatakan kuman di seberang lautan kelihatan, gajah di pelupuk mata tidak kelihatan. &lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-5fnsWGYSypc/TnyVv9I9xrI/AAAAAAAAAEk/ayWbJrgpHMo/s1600/Karikatur-Derita-TKI.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="225" src="http://3.bp.blogspot.com/-5fnsWGYSypc/TnyVv9I9xrI/AAAAAAAAAEk/ayWbJrgpHMo/s320/Karikatur-Derita-TKI.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5740686736474153482-3652057702441318873?l=dindingkosong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dindingkosong.blogspot.com/feeds/3652057702441318873/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dindingkosong.blogspot.com/2011/09/tki-dan-krisis-budaya-bangsa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5740686736474153482/posts/default/3652057702441318873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5740686736474153482/posts/default/3652057702441318873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dindingkosong.blogspot.com/2011/09/tki-dan-krisis-budaya-bangsa.html' title='TKI dan Krisis Budaya Bangsa'/><author><name>wira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06233599671826464885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/ScjVN1kU83I/AAAAAAAAAAM/3io41kw05I4/S220/cakrawala.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-5fnsWGYSypc/TnyVv9I9xrI/AAAAAAAAAEk/ayWbJrgpHMo/s72-c/Karikatur-Derita-TKI.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5740686736474153482.post-680154293327083138</id><published>2011-02-14T04:55:00.000-08:00</published><updated>2011-02-14T05:50:18.291-08:00</updated><title type='text'>MARI, PETAKAN KEKUATAN PARA SUKSESOR MUBARAK</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-HSUF_TKuBdU/TVky4mzBbgI/AAAAAAAAAEY/drklocp_0yA/s1600/0mohamed-elbaradei_1390693c.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-HSUF_TKuBdU/TVky4mzBbgI/AAAAAAAAAEY/drklocp_0yA/s320/0mohamed-elbaradei_1390693c.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5573541961916313090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sangat sederhana tuntutan dari rakyat Mesir selama gelombang aksi demonstrasi. Mereka menuntut Hosni Mubarak untuk mundur dari kursi presiden. Selain itu mereka menuntut pemberantasan korupsi dan penurunan harga-harga seperti layaknya tuntutan rakyat pada hari-hari biasanya. Isu revolusi di Mesir memang jauh dari kesan revolusi Islam seperti yang pernah terjadi di Iran pada 1979. Revolusi Mesir murni karena rasa ketidakadilan yang meluas di masyarakat atas kemiskinan serta kesenjangan sosial yang terjadi di negara tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai tulisan ini terbit di blog, Mesir masih dalam kondisi tidak menentu, khususnya dalam hal suksesi kekuasaan. Siapa yang akan menggantikan Hosni Mubarak adalah pertanyaan semua orang yang mengikuti perkembangan politik di Mesir terkini. Setidaknya, ada tiga nama yang digadang-gadang oleh media lokal dan internasional sebagai calon kuat pengganti Hosni Mubarak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilu akan dilaksanakan sekitar September tahun ini. Mubarak sendiri sudah menyatakan tidak akan maju kembali dalam Pemilu, begitu juga anaknya Gamal Mubarak. Di sisi lain, para demonstran dan kelompok oposisi tidak memiliki skenario pasca-revolusi yang mampu mengubah konstitusi secara radikal serta memunculkan tokoh alternatif sebagai suksesor yang kredibel. Di samping itu, militer masih sangat loyal terhadap konstitusi walaupun juga tidak membela Mubarak secara terang-terangan. Skenario yang paling mungkin terjadi adalah semua elemen menunggu untuk diadakan sebuah Pemilu yang adil dan demokratis serta bersih dari nama Mubarak. Sementara itu, Mubarak akan digantikan oleh Wakil Presiden Omar Suleiman sampai Pemilu dilaksanakan. Dalam tulisan ini saya akan coba ulas keunggulan dan kelemahan tiap-tiap tokoh tersebut, tentunya terlepas dari segala kemungkinan yang bisa terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mohammad el-Baradei&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh yang satu ini jauh lebih dikenal oleh masyarakat internasional semenjak ia menjabat sebagai kepala Badan Pengawas Atom Internasional (IAEA). Nama el-Baradei mulai sering muncul di berbagai headline media sejak kisruh invasi AS atas Irak tahun 2003 serta isu pengembangan nuklir Iran belakangan ini. El-Baradei yang memasuki masa pensiunnya di IAEA lalu memutuskan untuk pulang ke Mesir tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, el-Baradei mendapatkan dukungan politik dari faksi oposisi terbesar di Mesir yaitu Ikhwanul Muslimim. Ia sempat muncul di tengah-tengah para demonstran, lalu berorasi menuntut Hosni Mubarak mundur dari jabatannya. Beberapa pihak dan pengamat menganggap langkah el-Baradei terlalu opurtinis mengingat sebelumnya ia bukanlah tokoh yang berpengaruh dalam perpolitikan Mesir. El-Baradei dianggap memanfaatkan momentum kekacauan politik kali ini untuk naik menjadi pemimpin. Sebenarnya, el-Baradei sendiri sudah pernah melakukan pertemuan dengan beberapa tokoh pimpinan oposisi pada Februari tahun lalu. Mereka bergabung dan membentuk sebuah gerakan non-partai politik yang dinamakan Asosiasi Nasional Untuk Perubahan. Tujuan utama dari gerakan ini adalah reformasi konstitusi yang mengatur pemilihan Presiden. Mereka menginginkan Pilpres bisa diikuti oleh siapapun termasuk kandidat independen (non-parpol).[1] Setidaknya, el-Baradei memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan dalam konteks suksesi Presiden Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan yang dimiliki el-Baradei adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Memiliki track-record (rekam jejak) internasional yang mengagumkan sebagai mantan Kepala Badan Pengawas Atom Internasional. Jabatan itu merupakan jabatan yang sangat membanggakan bagi rakyat Mesir karena reputasi IAEA sangat diandalkan oleh PBB dan dunia. El-Baradei menjabat sebagai kepala IAEA selama 3 periode berturut-turut sejak 1997 hingga 2009. El-Baradei sendiri adalah seorang ilmuwan yang cerdas serta menguasai tiga bahasa asing di luar bahasa Arab.&lt;br /&gt;2.Secara personal, ia dikenal sebagai seeorang yang memiliki integritas serta idealisme yang kuat ketika menjabat sebagai kepala IAEA. Hal itu terbukti dengan publikasinya terkait ketiadaan senjata nuklir di Irak sesuai dengan observasi yang dilakukan lembaga yang ia pimpin. Sikapnya ini membuat ia berkonfrontasi langsung dengan pemerintahan George W. Bush. Bersama-sama dengan Hans Blix[2] yang menerbitkan laporan tebal berisi ketiadaan senjata nuklir di Irak, ia berani melawan justifikasi AS atas nuklir Irak.&lt;br /&gt;3.Tidak terkait dengan rezim Mubarak. Hampir selama usia produktifnya ia habiskan di luar negeri. Kondisi ini membuatnya secara otomatis memiliki catatan yang "bersih" dari rezim Hosni Mubarak yang dianggap korup di dalam negeri.&lt;br /&gt;Beberapa kelemahannya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.El-Baradei tidak memiliki popularitas yang cukup untuk maju sebagai calon Presiden pengganti Mubarak. Seorang sopir taksi di Kairo pernah diwawancara oleh salah satu media mengenai el-Baradei pada 2010 setelah el-Baradei kembali ke Mesir. Sopir taksi itu mengatakan bahwa ia tidak mengenal siapa itu Baradei dan ia menganggap kemungkinan el-Baradei adalah salah satu dari para penjahat yang ada di Mesir (baca: rezim Mubarak).[3] Survei secara resmi memang belum pernah dirilis oleh siapa pun. Namun, jika Pemilu diadakan bulan depan, sulit rasanya bagi el-Baradei untuk menang. &lt;br /&gt;2.Diusung oleh Ikhwanul Muslimin, sebuah kelompok oposisi yang menjadi momok Amerika Serikat dan Israel di Mesir. IM adalah organisasi gerakan politik Islam yang sangat mendukung perjuangan Hamas di Palestina. Sikap Mesir yang cenderung akomodatif terhadap Israel akan berubah dengan kepemimpinan IM. AS sendiri sudah menyuarakan sikapnya terkait IM melalui Menlu Hillary Clinton. AS, menurut Hillary, tidak menghendaki Mesir dikuasai oleh organisasi dengan ideologi radikal.[4] Dalam kasus ini yang dimaksud organisasi dengan ideologi radikal adalah IM.[5] Kepentingan negara besar seperti Amerika Serikat terhadap keamanan Israel akan menghambat el-Baradei untuk maju sebagai calon presiden. Meskipun el-Baradei bukan seorang anggota IM, secara politis ia sangat mungkin menjalankan agenda serta aspirasi IM yang telah mengusungnya. &lt;br /&gt;3.Secara personal, el-Baradei adalah seorang praktisi hukum yang bekerja di bidang pengawasan nuklir. Ia tidak pernah menjadi aktivis politik atau partai politik selama di Mesir. Latar belakang ini akan menimbulkan gap yang besar mengingat medan politik jauh berbeda dengan tempat ia beraktivitas sebelumnya. Situasi ini semakin memunculkan anggapan bahwa el-Baradei hanya akan menjadi kendaraan politik Ikhwanul Muslimin untuk mengelola pemerintahan.&lt;br /&gt;4.el-Baradei tersandung konstitusi di Mesir mengenai calon presiden. Sesuai dengan undang-undang yang berlaku, calon presiden harus berasal dari sebuah partai politik yang legal sekaligus pernah menjadi ketua partai tersebut selama minimal satu tahun. Konstitusi ini tidak hanya menyingkirkan el-Baradei dari bursa pemilihan, tetapi juga Ikhwanul Muslimin. Sampai hari ini, IM masih dianggap sebagai partai terlarang di Mesir.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Omar Suleiman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama yang juga santer terdengar belakangan ini adalah Omar Suleiman. Ia adalah wakil presiden Mesir saat ini dan merupakan salah satu calon terkuat pengganti Mubarak. Nama Omar Suleiman mulai digadang-gadang oleh media internasional ketika AS melalui Menlu Hillary Clinton menyatakan dukungan mereka kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di beberapa situs ensiklopedia seperti Wikipedia, Omar Suleiman sering disebut sebagai Mubarak kedua (Mubarak II).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Omar Suleiman sudah sangat dikenal oleh pihak Barat sebagai seorang kepala Dinas Intelejen yang sukses. Kehebatannya dalam memimpin Dinas Intelejen Mesir sangat diakui oleh pihak barat. Pada 2009, majalah Foreign Policy menyebutnya sebagai Kepala Intelejen tersukes di Timur Tengah bersama dengan Kepala Dinas Intelejen Israel (Mossad) saat itu, Meir Dagan.[6]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kisruh politik yang sedang terjadi, Omar Suleiman jarang tampil di hadapan publik untuk berdialog. Sekali ia pernah mengadakan dialog secara luas dengan pihak oposisi untuk membahas cara transisi yang paling relevan. Namun, hal itu tidak banyak memberi pencerahan bagi para demonstran yang ada di jalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kelebihan Omar Suleiman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Tingkat popularitas yang cukup tinggi sebagai calon presiden. Mesir seperti halnya negara kita Indonesia, adalah sebuah negara dengan kesenjangan yang sangat tinggi. Kesenjangan itu tidak hanya dalam hal kesejahteraan melainkan juga kesadaran politik. Kebanyakan masyarakat Mesir yang buta terhadap politik tidak memiliki pemahaman yang baik seputar para calon presiden mereka. Tokoh yang memiliki popularitas dan sanggup mengendalikan media akan dengan mudah merebut simpati calon pemilih. Posisi Omar Suleiman saat ini di pemerintahan serta jaringan yang ia miliki akan sangat memudahkan dirinya untuk melakukan usaha pemenangan tersebut.&lt;br /&gt;2.Posisi dalam pemerintahan serta jaringan yang dimiliki Omar Suleiman lebih dari cukup untuk membantunya memenangi Pemilu. Sebagai wakil presiden yang membantu Hosni Mubarak, Suleiman memiliki koneksi yang sangat kuat dengan militer. Ia sendiri mengawali karier profesionalnya sebagai personil militer. Ia sempat menimba ilmu militer di Rusia (saat itu Uni Soviet) yang kemudian mengantarnya sebagai salah satu perwira tercerdas yang pernah dimiliki Mesir. Latar belakang Suleiman sebagai kepala dinas Intelejen juga dimulai di militer. Segudang pengalaman dan jaringannya itu akan menjadi instrumen strategis untuk memenangi Pemilu. &lt;br /&gt;3.Dukungan dari Amerika Serikat sebagai negara yang memiliki kepentingan besar di Timur Tengah. Nama Omar Suleiman sudah sempat terdengar dari mulut Hillary Clinton yang menunjukkan dukungan AS terhadap pencalonan dirinya. Omar Suleiman adalah tokoh yang sangat tepat bagi AS untuk menjamin keamanan Israel di Timur Tengah.[7] Dukungan AS bisa berarti macam-macam. Dukungan itu bisa juga berupa bantuan dana untuk melakukan kampanye saat Pemilu.[8] &lt;br /&gt;Beberapa kekurangan Omar Suleiman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Sangat dekat dengan rezim Mubarak. Omar Suleiman terlalu identik dengan pemerintahan Mubarak meskipun tidak aktif dalam Partai Nasional Demokrat yang mendukung Mubarak. Sulit bagi rakyat Mesir untuk melihat Omar Suleiman tidak terkait dengan Mubarak. Kampanye negatif kubu oposisi di Mesir akan memanfaatkan situasi ini dengan mengaitkan Omar Suleiman dengan Hosni Mubarak mengingat rasa anti-Mubarak menjadi spirit demonstrasi kali ini. &lt;br /&gt;2.Memiliki beberapa catatan buruk di bidang Hak Asasi Manusia. Human Rights Watch melihat Omar Suleiman sebagai orang yang terlibat secara aktif dalam skandal penyiksaan tahanan yang dilakukan CIA di Timur Tengah. Terkait dengan investigasi CIA terhadap para tersangka al-Qaeda di Timur Tengah, Omar membantu CIA memperoleh keterangan dari para tersangka. Omar Suleiman menggunakan metode penyiksaan dan kekerasan untuk mendapatkan keterangan dari para tersangka.[9] Skandal ini begitu heboh dan menjadi kartu "as" bagi lawan politik Omar Suleiman di Mesir.&lt;br /&gt;3.Terlalu akomodatif terhadap kepentingan AS dan Barat. Demonstrasi yang terjadi di Mesir sempat memunculkan isu anti-AS yang diusung oleh beberapa golongan. Spanduk dan tulisan yang menentang pengaruh serta campur tangan AS di Mesir banyak terlihat beriringan dengan spanduk yang menuntut Mubarak turun. Sikap Omar Suleiman yang dekat dengan AS bisa membangkitkan sentimen anti-AS yang ada di Mesir dan sebagian negara Timur Tengah. Jika dikaitkan dengan aktivitas organisasi Islam garis keras, maka Mesir di bawah Omar Suleiman akan menjadi medan "jihad" yang sah bagi sebagian golongan tersebut. Dengan kata lain, aksi-aksi terorisme akan semakin marak terjadi di Mesir mengingat cara berpikir golongan in sangat sederhana, yaitu hancurkan semua yang berhubungan dengan AS.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Amr Moussa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Amr Moussa identik dengan sepak terjangnya sebagai Sekjen Liga Arab, sebuah organisasi antar negara-negara Arab yang terdiri dari 22 negara anggota. Dalam setiap konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah, Liga Arab selalu aktif menyatakan sikap atau setidaknya memberikan komentar. Di situlah, pers internasional senantiasa mengutip pernyataan Amr Moussa yang dianggap mewakili sikap organisasi yang dipimpinnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari segala kekurangannya, Liga Arab di bawah kepemimpinan Amr Moussa memiliki sikap yang cukup berani dalam menyuarakan aspirasi negara-negara anggotanya. Ketika Israel memblokade jalur gaza sejak beberapa tahun terakhir, Amr Moussa sempat mendatangi langsung negara tersebut pada 2010 untuk meminta pembukaan blokade. Kunjungan Moussa itu merupakan kunjungan delegasi Liga Arab yang pertama sejak kemenangan Hamas 2007 lalu. Tidak hanya itu, Amr Moussa juga ikut membawa permasalahan di Palestina ke Dewan Keamanan PBB. Sikap ini tentu saja sudah maksimal bagi Amr Moussa mengingat kebanyakan negara-negara kuat di Liga Arab adalah sekutu dekat Amerika Serikat seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Walaupun sebagian golongan menganggap Liga Arab adalah organisasi paguyuban yang mandul dalam menyelesaikan konflik Israel-Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam negeri, Amr Moussa mulai populer ketika menduduki jabatan Menteri Luar Negeri periode 1999 – 2001. Jabatan itu ia peroleh setelah bertahun-tahun berkarier  dengan cemerlang sebagai diplomat Mesir di berbagai negara dan organisasi seperti PBB. Ada anggapan bahwa kepergian Amr Moussa ke Liga Arab merupakan usaha Mubarak untuk menyingkirkan Moussa yang mulai populer dari politik dalam negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kelebihan Amr Moussa antara lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Seorang diplomat yang sangat ulung lagi andal. Kariernya yang cemerlang dalam dunia diplomasi luar negeri mengantarkannya menjadi Menlu di Mesir lalu kemudian Sekjen Liga Arab. Kemampuan diplomasi internasional seorang calon presiden sekaliber Amr Moussa merupakan kredit yang sangat positif. &lt;br /&gt;2.Jaringan yang ia miliki dengan negara-negara Arab. Aktivitasnya di Liga Arab membuat ia senantiasa berkumpul dan berdialog dengan banyak pemimpin negara di kawasan Timur Tengah. Jika ia benar-benar memutuskan maju dalam Pemilu maka ia dapat dengan mudah menggalang dukungan dari negara-negara Arab anggota Liga.&lt;br /&gt;3.Tidak terkait dengan rezim Hosni Mubarak. Amr Moussa tidak memiliki status keanggotaan dalam partai Nasional Demokrat yang mendukung Mubarak. Meskipun ia adalah mantan seorang menteri dalam kabinet Mubarak, tapi ia berasal dari golongan teknokrat independen. Situasi inilah yang ia sadar dapat menghambat rencananya untuk ikut Pemilu tahun 2011 ini. Oleh karena itu, Amr Moussa bergabung bersama dengan el-Baradei serta golongan oposisi lainnya dalam gerakan yang menuntut perubahan undang-undang Pemilu di Mesir. Mereka bersama-sama mengusahakan agar calon independen dapat maju sebagai kandidat presiden dalam Pemilu.&lt;br /&gt;Beberapa kelemahan Amr Moussa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Terlambat untuk melakukan konsolidasi politik serta usaha untuk pemenangan dirinya. Amr Moussa yang sampai saat ini masih menjabat sebagai Sekjen Liga Arab sulit untuk melakukan manuver strategi politik di dalam negeri yang mampu mengantarkannya ke kursi Presiden. Tidak jelas golongan mana saja yang secara resmi akan mengusungnya sebagai calon presiden tahun ini. Di lain pihak, Ikhwanul Muslimin sebagai pihak oposisi terbesar telah lebih dulu mengusung nama el-Baradei sebagai calon presiden mereka.&lt;br /&gt;2.Terlalu percaya diri. Setidaknya itulah yang dikatakan pers asing mengenai keingingan Amr Moussa untuk mencalonkan diri tahun ini. Sebuah komunitas online di internet merilis petisi yang berisi puluhan ribu tanda tangan dukungan untuk Amr Moussa sebagai calon presiden. Namun, petisi itu tidak mendapatkan respon dari rakyat Mesir sama sekali.[10] Walau begitu, Amr Moussa selalu menjawab dengan yakin dan mantap jika ditanya mengenai niatnya mencalonkan diri.&lt;br /&gt;3.Tidak menggunakan momentum revolusi sebagai sarana promosi diri. Tentu saja hal ini bukan bagian dari strategi low profile agar tidak terlihat oportunis. Namun, tetap saja terlihat aneh mengingat di banyak media ia senantiasa mengatakan keinginan kuatnya untuk mencalonkan diri. Salah satu hal yang membuat rakyat ragu akan Moussa adalah sikapnya terhadap rezim Mubarak. Ia bukan wapres Omar Suleiman yang sedang menjabat dalam pemerintahan, tapi ia juga tidak pernah menyatakan sikap anti Mubarak. Padalah, isu sentral revolusi kali ini adalah menurunkan Hosni Mubarak. Beberapa spekulasi menyatakan bahwa Amr Moussa masuk ke dalam "plan B" (skenario cadangan) Amerika Serikat atas Mesir.[11]&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa pun orangnya, suksesi atas Hosni Mubarak pasti akan terjadi. Mesir sebagai negara kunci konstelasi politik di Timur Tengah akan memasuki babak baru dalam sejarah. Kalau dulu Firaun mengangkat dirinya sendiri sebagai penguasa. Maka, hari ini, Firaun dipilih langsung oleh rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1]   www.wikipedia.org / 5 Februari 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2]   Hans Blix adalah Kepala IAEA sebelum el-Baradei.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    [3]   www.times.com/20 Februari 2010 yang dikutip Edigius Patnistik. "Siapakah Elbaradei Si Penantang Mubarak?". www.kompas.com/ 2 Februari 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   [4]   Tri Wahono. "AS Cegah Ideologi Radikal Kuasai Mesir". www.kompas.com/31 Januari 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    [5]  Ikhwanul Muslimin dianggap radikal oleh AS karena konsisten mendukung perjuangan Hamas di Palestina. Hamas sendiri merupakan organisasi yang pembentukannya dibantu secara langsung oleh IM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[6]  "The List: The Middle East's Most Powerful Spooks". Foreign Policy. 20 Juli 2009. http://www.foreignpolicy.com/articles/2009/07/20/the_list_the_middle_easts_most_powerful_spies&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[7]   Robert Adhi. "Hillary Isyaratkan AS Dukung Suleiman". www.kompas.com / 6 Februari 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[8]  Dalam konteks Pemilu zaman sekarang, kampanye media adalah bagian paling penting dari strategi pemenangan. Kekuatan modal untuk membeli spare iklan untuk berkampanye di berbagai media massa dan elektronik akan sangat memengaruhi hasil Pemilu. Dukungan AS bisa berupa bantuan dana untuk kampanye media tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[9]   Stephen Soldz. "The Torture Career of Egypt’s New Vice President: Omar Suleiman and the Rendition to Torture Program". Dissident Voice. http://www.facebook.com/l.php?u=http%3A%2F%2Fwww.dissidentvoice.org%2F2011%2F01%2Fthe-torture-career-of-egypts-new-vice-president-omar-suleiman-and-the-rendition-to-torture-program%2F&amp;h=51d2c&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[10]    http://www.thedohadebates.com/output/page13.asp&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[11]   Seymour Hersh. "Empire". http://www.youtube.com/watch?v=gDp8TnY3IsA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5740686736474153482-680154293327083138?l=dindingkosong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dindingkosong.blogspot.com/feeds/680154293327083138/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dindingkosong.blogspot.com/2011/02/mari-petakan-kekuatan-para-suksesor.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5740686736474153482/posts/default/680154293327083138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5740686736474153482/posts/default/680154293327083138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dindingkosong.blogspot.com/2011/02/mari-petakan-kekuatan-para-suksesor.html' title='MARI, PETAKAN KEKUATAN PARA SUKSESOR MUBARAK'/><author><name>wira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06233599671826464885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/ScjVN1kU83I/AAAAAAAAAAM/3io41kw05I4/S220/cakrawala.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-HSUF_TKuBdU/TVky4mzBbgI/AAAAAAAAAEY/drklocp_0yA/s72-c/0mohamed-elbaradei_1390693c.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5740686736474153482.post-1024786538675337145</id><published>2011-02-09T22:24:00.000-08:00</published><updated>2011-02-09T22:34:13.886-08:00</updated><title type='text'>HURU-HARA DELTA SUNGAI NIL</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-m4wGvxD3wuY/TVOG1knAasI/AAAAAAAAAEQ/_MNNXK01eBk/s1600/demo_mesir%2B3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-m4wGvxD3wuY/TVOG1knAasI/AAAAAAAAAEQ/_MNNXK01eBk/s320/demo_mesir%2B3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5571945418905905858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ارحال!&lt;br /&gt;Kata itulah yang terlihat di setiap sudut kota tempat dilaksanakannya demonstrasi.&lt;br /&gt; Irhal artinya turun!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah sebuah negeri yang pernah dihuni oleh para nabi dan raja yang masyur. Negeri yang dilalui oleh sungi Nil dan telah menjadi pusat peradaban dunia selama berabad-abad. Saat ini, negeri itu berada dalam situasi perubahan radikal yang menuntut adaya pergantian rezim pemerintahan. Negeri yang dipimpin oleh Firaun zaman modern. Firaun yang menggenggam erat kekuasaannya atas negeri itu dengan tangan besi. Seorang Firaun yang bernama Hosni Mubarak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin paragraph pembuka di atas terlalu berlebihan jika melihat perbedaan antara Firaun dan Hosni Mubarak. Firaun adalah sebutan bagi raja-raja Mesir kuno yang melawan perintah Tuhan pada masa nabi. Kata Firaun sudah identik dengan sebuah kemusyrikan besar yang berdimensi akidah. Sebaliknya, Hosni Mubarak adalah sebuah nama yang sangat indah sekaligus mulia. Hosni berasal dari kata "hasan" yang berarti baik. Sedangkan Mubarak berasal dari kata "baraka" yang artinya berkah. Hosni mubarak bisa diartikan sebagai kebaikan yang diberkahi. Namun, keindahan nama Hosni Mubarak tidak memberikan rakyat Mesir kesejahteraan yang pantas mereka dapatkan. Terjadi kesenjangan sosial yang sangat tinggi di Mesir. Kemiskinan dan rasa ketidakadilan yang meluas akhirnya menggerakkan rakyat Mesir untuk turun ke jalan menuntut perubahan. Mungkin nama yang lebih tepat adalah; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Laa Hosni Walaa Mubarak&lt;/span&gt; (tidak baik dan tidak berkah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang diminta oleh para demonstran sejak pertama kali turun ke jalan adalah mundurnya Hosni Mubarak dari kursi kepresidenan. Revolusi yang terjadi di Tunisia yang berhasil menjatuhkan pemerintahan Ben Ali menginspirasi rakyat Mesir untuk melakukan hal serupa kepada pemimpin mereka. Namun, Hosni Mubarak sama sekali berbeda dengan Ben Ali. Ia adalah seorang mantan petinggi militer dan masih menjadi pemimpin tertinggi dalam struktur militer di Mesir. Ibarat sebuah pohon, Mubarak adalah pohon beringin yang akarnya menancap sangat kuat di tanah, bahkan menjuntai-juntai dari tiap dahan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hosni Mubarak telah menjadi penguasa Mesir sejak tahun 1981. Saat itu ia adalah seorang Wakil Presiden. Ia naik menjadi presiden menggantikan Anwar Sadat yang tewas terbunuh di tengah sebuah parade militer. Sebagai catatan, Anwar Sadat dibunuh oleh seseorang yang mewakili kekecewaan banyak pihak atas sikapnya yang membela kepentingan Israel. Pada tahun 1979, Sadat menandatangani perjanjian damai dengan Israel di Camp David yang menandai babak baru hubungan di antara kedua negara tersebut. Sebelumnya, Mesir adalah pemimpin negara-negara Arab yang memerangi Israel di Timur Tengah. Tidak ada satu perang Arab-Israel pun yang tidak melibatkan Mesir di dalamnya. Kepentingan internal Mesir sendiri dalam memerangi Israel adalah merebut kembali semenanjung Sinai yang dikuasai Israel sejak tahun 1967. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak perjanjian damai tersebut, konstelasi politik di kawasan Timur Tengah berubah sama sekali. Mesir menjadi negara yang sangat akomodatif terhadap kepentingan Israel. Menjaga kepentingan Israel di Timur Tengah sama artinya dengan membuka hubungan baik dengan Amerika Serikat dan negara-negara Barat. Selama itulah Hosni Mubarak mendapat keuntungan yang tidak sedikit dari sikap negaranya. Dengan perjanjian damai tersebut, setidaknya Mesir tidak akan menyerang Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara Barat sungguh memelihara Hosni Mubarak seperti saat mereka memelihara Presiden Soeharto. Segala hal yang berkaitan dengan peningkatan kekuatan militer mendapatkan perhatian yang luar biasa dari Amerika Serikat. Mesir, sekalipun tidak pernah lagi berperang di kawasan Timur Tengah merupakan negara dengan kekuatan militer terbesar setelah Irak pada era 1990an. Sekarang, Mesir berdiri sejajar dengan Israel dalam teknologi persenjataan militer. Keduanya sama-sama memiliki pesawat mata-mata tercanggih yang dalam dunia dirgantara sering disebut UAV (Unmanned Aerial Vehicle). Semua teknologi itu didapatkan Mesir dari hubungan baik mereka dengan AS. Sampai saat ini, alusista Mesir masih didominasi oleh produk AS dan negara Barat lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan akan segera terjadi di kawasan delta sungai Nil ini. Perubahan yang jauh lebih berdampak pada konstelasi politik di kawasan Timur Tengah. Mesir adalah salah satu negara paling berpengaruh di Timur Tengah selain Arab Saudi dan Iran. Perubahan yang bersifat radikal akan memancing rakyat di negara-negara tetangga untuk melakukan hal yang sama mengingat ketidakadilan sudah menjadi bagian hidup mereka selama ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa kita tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan yang bersejarah ini. Mesir adalah model pembelajaran yang baik bagi kita dalam berdemokrasi. Demokrasi yang selalu bergerak mencari bentuk sempurnanya. Demokrasi yang selalu berada dalam situasi transisi tak berkesudahan. Mesir akan mengajarkan kepada para pemimpin kita bagaimana memaknai kata "cukup". Cukup berarti mawas diri untuk membatasi periode kekuasaan. Tidak hanya bagi dirinya sendiri, akan tetapi seluruh dinastinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak dari saudara kita yang menyaksikan revolusi Mesir ini secara langsung. Setidaknya kita tidak akan kekurangan saksi mata di lapangan, mengingat ada sekitar 6000 orang Indonesia di negara itu. Sebagian besar dari mereka sudah dipulangkan ke Indonesia, tapi masih banyak yang bertahan di sana menyaksikan perubahan yang terjadi dengan mata kepala mereka sendiri. Berdasarkan pemberitaan media, kebanyakan dari warga Indonesia yang bertahan di sana adalah mahasiswa yang tidak ingin kehilangan masa studinya. Mereka bisa saja menjadi pelopor perubahan di negara kita selepas kepulangan mereka dari sana. Toh, selama ini mahasiswa memang selalu yang menjadi front terdepan yang menuntut perubahan. Hal itu sangatlah mungkin asalkan mahasiswa yang kembali ke tanah air tidak bertipikal "Fahri" yang sibuk mencari-cari Aisyah. Fahri adalah tokoh utama dalam novel Ayat-Ayat Cinta karangan Habiburrahman el-Shirazy. Yah, semoga saja ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5740686736474153482-1024786538675337145?l=dindingkosong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dindingkosong.blogspot.com/feeds/1024786538675337145/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dindingkosong.blogspot.com/2011/02/huru-hara-delta-sungai-nil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5740686736474153482/posts/default/1024786538675337145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5740686736474153482/posts/default/1024786538675337145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dindingkosong.blogspot.com/2011/02/huru-hara-delta-sungai-nil.html' title='HURU-HARA DELTA SUNGAI NIL'/><author><name>wira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06233599671826464885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/ScjVN1kU83I/AAAAAAAAAAM/3io41kw05I4/S220/cakrawala.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-m4wGvxD3wuY/TVOG1knAasI/AAAAAAAAAEQ/_MNNXK01eBk/s72-c/demo_mesir%2B3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5740686736474153482.post-205116629851431271</id><published>2011-02-08T23:40:00.000-08:00</published><updated>2011-02-08T23:44:18.763-08:00</updated><title type='text'>SATU LAGI DARI TUNISIA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/TVJFxg8FqKI/AAAAAAAAAEI/k0Hu25m7G08/s1600/beglari20110125092628530.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/TVJFxg8FqKI/AAAAAAAAAEI/k0Hu25m7G08/s320/beglari20110125092628530.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5571592405968595106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah negara dunia ketiga&lt;br /&gt;Hidup ini luar biasa&lt;br /&gt;Susah senang banyak susahnya&lt;br /&gt;Inilah cerita negeri yang kaya, tapi sengsara&lt;br /&gt;   -- Negara Dunia Ketiga, Marjinal--&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepenggal bait lirik lagu dari Marjinal mungkin bisa sedikit menggambarkan pola kondisi negara dunia ketiga di planet ini. Satu lagi kabar dari Tunisia, sebuah negara yang bergejolak akibat rasa ketidakadilan yang melanda seluruh masyarakatnya. Negara yang sudah dipimpin oleh presiden Zine el-Abidin Ben Ali selama 23 tahun yang saat ini memasuk babak baru sejarah mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revolusi yang saat ini terjadi di Tunisia dimulai dari demonstrasi-demonstrasi berskala kecil yang diusung oleh kelompok mahasiswa dan sebagian masyarakat di beberapa kota. Mereka menuntut adanya perubahan kondisi ekonomi yang dirasakan semakin sulit. Angka pengangguran yang begitu tinggi, serta kenaikan harga yang sulit dijangkau menjadi alasan mereka untuk berdemonstrasi. Namun kemudian, di sela-sela trend demonstrasi tersebut,  terjadilah sebuah peristiwa yang menjadi trigger momentum revolusi. Peristiwa itu adalah sebuah aksi membakar diri yang dilakukan oleh Mohammad Bouazizi yang memprotes tindakan aparat hukum yang menyita gerobak dagangannya. Bouazizi membakar dirinya hingga hangus di depan kantor Dewan Kota Tunis. Aksinya ini sontak menjadi buah bibir dikarenakan sebagian masyarakat merasa sangat terwakili oleh aksi tersebut. Seketika, aksi tersebut mendapatkan simpati yang luar biasa dari seluruh rakyat Tunisia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bouazizi adalah seorang sarjana yang menganggur karena sempitnya lapangan pekerjaan. Ia terpaksa berdagang buah-buahan di kaki lima dengan gerobak untuk menghidupi keluarganya. Suatu hari, gerobak itu direbut paksa oleh aparat penegak hukum (di sini mungkin Trantib) sehingga ia tidak bisa berjualan lagi. Boauazizi memberikan perlawanan tapi usahanya sia-sia. Di tengah rasa kecewanya serta kesedihan yang begitu memuncak, ia kemudian melakukan aksi protes dengan membakar dirinya di depan kantor Dewan Kota Tunis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bouazizi mewakili banyak golongan intelektual yang sulit mendapatkan pekerjaan karena sempitnya lapangan pekerjaan yang tersedia. Tingkat pengangguran di Tunisia mencapai angka 30% dari seluruh populasi penduduk usia kerja. Pengangguran ini kemudian membuat efek domino pada kondisi sosial dan perekonomian masyarakat. Kemiskinan dan kesengsaraan terjadi di seluruh negeri. Sedangkan di sisi lain, masyarakat sepenuhnya sadar bahwa mereka hidup di atas ladang minyak yang besar di belahan Afrika Utara. Sebuah ironi yang menjadi pengetahuan umum masyarakat Tunisia. Masyarakat menganggap bahwa rezim Ben Ali telah gagal dan juga koruptif dalam menyelenggarakan pemerintahan. Terlepas dari statistik kemunduran ekonomi, Ben Ali juga melakukan sekularisasi di Tunisia. Isu yang satu ini sangat menyakiti golongan Islam yang menjadi umat terbesar di negara itu. Ben Ali melarang penggunaan jilbab di sektor formal serta penggunaan pengeras suara untuk azan di masjid-masjid. Kebijakan Ben Ali ini menyerupai sekularisasi yang dilakukan Khemal Attaturk di Turki tahun 1924. Bedanya, di Turki, sekularisasi berhasil membawa Turki ke zaman yang lebih maju sekaligus mengembalikan akar budaya mereka. Namun, di Tunisia justru sebaliknya. Pelan tapi pasti, masyarakat Tunisia semakin miskin dan mulai kehilangan akar budaya mereka sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian Bouazizi menggemparkan rakyat Tunisia. Ribuan orang melakukan aksi turun ke jalan menuntut pemerintahan Ben Ali untuk mundur. Chaos dan konflik tidak bisa dihindarkan. Kemudian jatuhlah satu persatu korban akibat kerusuhan yang melanda seluruh penjuru negara ini. Kita tahu bahwa dalam kondisi seperti itu, kematian aktivis atau demonstran akan menjadi minyak yang disiram ke dalam api yang menyala. Bouazizi menjadi martir pertama, sisanya adalah sebuah revolusi sosial yang akan mengubah negara ini memasuki zaman baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Ben Ali yang sadar akan tuntutan masyarakatnya di jalan kemudian memilih langkah kabur ke luar negeri untuk menyelamatkan diri dan keluarganya. Kali ini, Amerika Serikat atau negara-negara Eropa tidak memberikan suaka kepada Ben Ali. Akhirnya, Ben Ali sekeluarga lari ke Arab Saudi, sebuah negara yang menjadi simbol kedegilan penguasa-penguasa Arab. Ben Ali pergi membawa 1,5 ton emas batangan sebagai bekal perjalanan ke Saudi Arabia. Bisa dibayangkan seperti apa situasi kepergian Ben Ali dan keluarga menggondol-gondol harta yang mereka timbun selama bertahun-tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai tulisan ini diunggah, kondisi di Tunisia masih jauh dari kata stabil. Para demonstran belum sepenuhnya puas dengan kondisi yang ada. Mereka menuntut pembersihan total dari seluruh pengaruh dan kekuasaan mantan Presiden mereka. Segala hal yang berbau atau terkait dengan Ben Ali ataupun partainya dianggap sebagai kotoran yang harus dibersihkan. Tunisia mempertontonkan demokrasi jalanan yang membuat aturan baru dalam memilih dan mengangkat para pejabat pengganti. Koridor konstitusi ditabrak bersama-sama dalam situasi revolusi yang sedang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang saya khawatirkan dari Revolusi Tunisia adalah ketiadaan infrastruktur pengganti baik di bidang politik serta konsitusi. Pengalaman nyata adalah apa yang pernah terjadi di Indonesia pada 1998. Pada tahun tersebut, Indonesia pernah mengalami momentum perubahan yang cukup besar yang sering dinamakan reformasi. Pada masa itu, semua golongan masyarakat yang dipelopori oleh aksi mahasiswa menuntut pergantian rezim yang pada akhirnya berhasil menurunkan  Soeharto dari kursi presiden. Mahasiswa sebagai kaum intelektual menjadi motor penggerak reformasi yang pada akhirnya menggiring segenap golongan untuk menuntut pergantian rezim orde baru serta presiden Soeharto yang telah berkuasa selama 32 tahun.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai hari ini, reformasi telah berumur 12 tahun. Tidak ada perubahan yang signifikan dari tingkat kesejahteraan rakyat Indonesia. Salah satu evaluasi terbesar dari reformasi adalah ketiadaan infrastruktur politik alternatif untuk menggusur semua elemen rezim Orde Baru yang ditumbangkan. Partai Golkar sebagai partai ikon Orde Baru bahkan masih menjadi partai yang sangat berkuasa hingga hari ini. Artinya, penggulingan kursi presiden serta kabinet tidak akan membawa perubahan berarti jika tidak ada figur atau sistem pengganti yang bersifat terobosan atau alternatif dalam suatu revolusi.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Salah satu revolusi yang terasa manis dalam sejarah tentu saja revolusi Iran tahun 1979. Saat itu mereka mampu menumbangkan rezim diktator sekaligus mengganti semua sistem yang ada dengan yang baru. Saat itu mereka juga berhasil mengusung satu orang tokoh sentral revolusi sebagai pemimpin tertinggi masa transisi. Begitulah seharusnya revolusi dilakukan dengan segala persiapannya. Revolusi Iran terasa sangat rapih sekaligus radikal jika melihat perbedaan zaman sebelum dan sesudah revolusi. Tiba-tiba saja, Iran menjadi sebuah negara yang menempatkan golongan ulama (faqih) sebagai golongan elite dalam struktur kekuasaan. Para faqih ini tidak menjalankan pemerintahan secara langsung melainkan menjadi semacam lembaga yang berfungsi sebagai pemberi keputusan final dalam setiap manuver pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika revolusi yang terjadi di Tunisia selesai sampai dengan pembongkaran kabinet serta pemerintahan Ben Ali, maka sungguh amat mahal nyawa Bouazizi yang tewas menjadi martir. Bagaimanapun, revolusi itu sendiri adalah momentum untuk melakukan perubahan secara radikal terhadap situasi yang terjadi. Tidak ada kata setengah-setengah dalam sebuah revolusi. Jika memang hanya bisa setengah-setengah, maka, kita namakan saja itu dengan reformasi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5740686736474153482-205116629851431271?l=dindingkosong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dindingkosong.blogspot.com/feeds/205116629851431271/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dindingkosong.blogspot.com/2011/02/satu-lagi-dari-tunisia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5740686736474153482/posts/default/205116629851431271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5740686736474153482/posts/default/205116629851431271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dindingkosong.blogspot.com/2011/02/satu-lagi-dari-tunisia.html' title='SATU LAGI DARI TUNISIA'/><author><name>wira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06233599671826464885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/ScjVN1kU83I/AAAAAAAAAAM/3io41kw05I4/S220/cakrawala.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/TVJFxg8FqKI/AAAAAAAAAEI/k0Hu25m7G08/s72-c/beglari20110125092628530.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5740686736474153482.post-5379947421812085741</id><published>2011-01-05T22:22:00.000-08:00</published><updated>2011-01-05T22:27:27.329-08:00</updated><title type='text'>INDONESIA DALAM KACAMATA BACKMAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/TSVguINBLoI/AAAAAAAAAD0/dhjcsL-Alsg/s1600/asia-future-shock.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 299px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/TSVguINBLoI/AAAAAAAAAD0/dhjcsL-Alsg/s320/asia-future-shock.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5558955660651081346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Adalah seorang orientalis asal Inggris yang bernama Michael Backman yang telah mengajak saya untuk melihat Asia dalam perspektif yang unik. Unik bukan berarti tanpa dasar. Saya pikir siapa pun sah untuk melihat perkembangan Asia kontemporer sesuai dengan kemampuan nalar mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Buku yang ditulis oleh Backman berjudul Asia Future Shock. Dalam buku tersebut ia memaparkan kajian strategis mengenai Asia dari sisi eksternal. Paparan Backman banyak membahas mengenai tantangan dan masa depan Asia. Hanya ada beberapa Negara yang dibahas oleh Backman yang mungkin ia anggap sebagai representasi fenomena perkembangan Asia kontemporer. Sayangnya, Backman tidak membahas sedikitpun Negara-negara di Asia Barat dan Barat Daya yang mungkin lebIh dikenal sebagai Negara-negara Timur Tengah. Maklumlah, interest saya memang terhadap wilayah tersebut, jadi saya agak kecewa ketika tidak menemukan pembahasan sedikitpun mengenai wilayah tersebut. Mungkin juga bagi para orientalis Barat seperti Backman, Timur Tengah berdiri sendiri sebagai sebuah kajian diluar Asia pada umumnya. Saya setuju!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Anda tahu apa yang ditulis Backman mengenai Indonesia? Dia bilang Negara kita tidak punya masa depan! Hehe, begitulah kira-kira si penerjemah mengartikan kata-kata Backman dalam buku Asia Future Shock yang saya peroleh dari seorang sahabat. Fokus permasalahan daam mengkaji Indonesia terdapat pada sistem birokrasi. Sistem birokrasi kita seperti yang kita tahu telah menjadi santapan para akedemisi barat yang melakukan penelitian terhadap reformasi birokrasi pada negara demokrasi. Sistem birokrasi kita sering disebut sebagai sebuah "horor" karena sangat gelap dan menyeramkan. Bagi para investor asing, birokrasi yang baik dan transparan adalah harga mutlak untuk sebuah investasi. Dikatakan dalam buku itu bahwa Indonesia akan sangat menyesal dengan keterlambatan reformasi birokrasi. Seorang Backman bahkan tahu kalau tidak ada satu pun yang gratis dalam urusan birokrasi di negara ini. Seandainya saya adalah seorang rekannya, saya akan sumbangkan satu kolom khusus drama pembuatan KTP dan berbagai dokumen di tingkat kelurahan negara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Satu hal yang agak mengganjal dalam tulisan Backman mengenai Indonesia adalah masalah air tanah. Ia menulis dalam bukunya bahwa air tanah di Jakarta sudah sangat tercemar oleh banyaknya limbah industri dan banyaknya areal pekuburan. Saya setuju untuk mengatakan bahwa air tanah di Jakarta sudah bukan untuk dikonsumsi secara langsung mengingat tingkat penyerapan tanahnya yang sudah jauh berkurang akibat pembangunan. Kota besar seperti Jakarta memang seharusnya tidak mengkonsumsi air tanah secara langsung. Setiap warga harus mengakses air melalui layanan PDAM dan bukan melalui sumur atau pompa buatan. Sampai titik tersebut Backman berbicara seperti para pakar lingkungan di seluruh dunia. Tetapi, ketika ia mengatakan bahwa salah satu penyebab pencemaran air tanah di Jakarta adalah areal pekuburannya, saya agak terusik. Jumlah TPU di Jakarta memang banyak dan menjadi ikon nama yang sangat dikenal dan mewakili daerahnya masing-masing. Intinya, menurut Backman, warga Jakarta terancam berbagai penyakit berbahaya disebabkan air tanah yang tercemar limbah TPU. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ketika saya diskusikan hal tersebut bersama teman-teman, ada yang mengatakan kalau hal tersebut mungkin saja. Toh, belum ada penelitian yang akurat, jadi bisa saja hal itu benar adanya. Dan saya pikir, saya akan minum air kemasan saja selama di Jakarta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5740686736474153482-5379947421812085741?l=dindingkosong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dindingkosong.blogspot.com/feeds/5379947421812085741/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dindingkosong.blogspot.com/2011/01/indonesia-dalam-kacamata-backman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5740686736474153482/posts/default/5379947421812085741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5740686736474153482/posts/default/5379947421812085741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dindingkosong.blogspot.com/2011/01/indonesia-dalam-kacamata-backman.html' title='INDONESIA DALAM KACAMATA BACKMAN'/><author><name>wira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06233599671826464885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/ScjVN1kU83I/AAAAAAAAAAM/3io41kw05I4/S220/cakrawala.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/TSVguINBLoI/AAAAAAAAAD0/dhjcsL-Alsg/s72-c/asia-future-shock.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5740686736474153482.post-6121903023599418749</id><published>2011-01-05T22:11:00.000-08:00</published><updated>2011-01-05T22:20:20.366-08:00</updated><title type='text'>Review Buku Ali Syariati: Humanisme Islam Vs Barat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/TSVe9lkM-uI/AAAAAAAAADs/WOd-h2OmZ3I/s1600/ali%2Bsyariati.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 232px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/TSVe9lkM-uI/AAAAAAAAADs/WOd-h2OmZ3I/s320/ali%2Bsyariati.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5558953727207733986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ali Syariati adalah seorang cendikiawan muda di Iran. Ia sangat tertarik pada isu-isu seputar Islam dan pemikiran. Ia juga sempat menjadi tokoh pemikir yang sentral pada era pra-revolusi Islam Iran. Bersama-sama dengan Khomeini (meskipun tidak secara langsung), ia mengibarkan genderang perlawanan terhadap rezim Syah Reza Pahlevi melalui berbagai kuliah umum serta tulisan yang ia buat. Di antara buku yang disusun berdasarkan materi-materi kuliah yang ia sampaikan di Iran berbicara mengenai marxisme dan berbagai pemikiran Barat. Buku ini adalah salah satunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Buku ini menarik bagi saya yang awam terhadap wacana pemikiran barat baik pada masa kuno, pertengahan ataupun modern. Buku ini mungkin sudah pernah dibaca oleh teman saya yang menulis skripsi tentang konsep wilayatul faqih di S1 dulu. Seingat saya, dia pernah meng-copy buku Ali Syariati, entah yang mana tapi cukup tebal. Saya tidak tahu apakah buku ini termasuk yang sudah pernah dibacanya. Intinya saya sangat tertarik untuk mengetahui siapa Ali Syariati dan bagaimana ia berpikir.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Pada bagian awal, Ali Syariati memberi beberapa catatan tentang perkembangan paham humanisme di barat. Ada 4 aliran yang mewakili pembahasan mengenai humanisme di Barat. Keempat paham itu adalah; marxisme, kapitalisme, agama, dan materialisme. Humanisme yang berkembang di barat jelas diawali oleh perkembangan pemikiran mitologi Yunani kuno dimana manusia pada saat itu menjadi sesuatu yang sangat sub-ordinat bagi dewa-dewa. Manusia selalu diposisikan sebagai sesuatu yang lemah yang tidak memiliki sifat-sifat ilahiah dan tidak mungkin mencapai derajat ketuhanan. Dewa-dewa membelenggu manusia sehingga manusia berpikir untuk melepaskan diri dari situasi tersebut. Aristoteles dkk memikirkan hal tersebut lalu kemudian pemikiran itulah yang mengawali paham humanisme di Barat pada era selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Yang menjadi ciri khas humanisme barat adalah pemisahan aspek transenden dari manusia, atau setidaknya reduksi terhadap nilai tersebut. Memang, pada jaman pertengahan, gereja sangat membelenggu manusia untuk berpikir mencari ilmu, apalagi berfilsafat. Namun, hal ini tidak seharusnya menjadikan mereka melepaskan diri begitu saja dari aspek yang sesungguhnya sangat substantif, yaitu ketuhanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Marxisme menurut Ali Syariati, mengkritik (menyerang) kapitalisme dengan mengatakan bahwa penguasaan atas modal oleh golongan dan individu akan melahirkan kelas sosial. Kelas sosial ini akan diisi oleh golongan yang disebut borjuis kapitalis dan akan memperbudak golongan yang ada di bawahnya (yang tidak memilii modal). Bagi Syariati, marxisme sama sekali bukan solusi atas kapitalisme. Bahkan, maerxisme bisa melebihi karakter borjuis dari kapitalisme. Yang dimaksud disini adalah; dengan marxisme, semangat untuk melahirkan golongan borjuis kapitalis justru mengkristal pada sebuah negara atau penguasa. Sistem yang dijalankan akan menciptakan kondisi yang sangat berorientasi pada kesejahteraan ala borjuis kapitalis. Jadi, marxisme sebenarnya hanyalah perpanjangan tangan dari borjuis kapitalis untuk diratakan bagi semua warga negara. Semacam pemerataan kelas borjuis itu sendiri. Dilihat dari semangatnya tersebut, maka marxisme jauh lebih buruk dari kapitalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ungkapan-ungkapan tokoh yang mengusung praktik marxisme di dunia seperti Lenin dan Stalin menyebutkan agama sebagai candu. Mereka beranggapan bahwa agama (nilai moral) membuat masyarakat tidak kreatif dan pasrah terhadap keadaan. Filsafat humanisme yang melatarbelakangi pemikiran ini jelas menunjukkan bahwa mereka tidak menganggap agama sanggup membebaskan manusia dari situasi yang sulit serta kemiskinan. Dalam filsafat humanisme ala Barat, manusia terkekang oleh Dewa-dewa yang superior dan selalu mempertahankan superioritasnya sepanjang waktu. Manusia yang tadinya memiliki kebebasan dan kekuasaan menjadi makhluk yang tunduk dan patuh terhadap kekuatan Dewa dan Tuhan. Singkatnya, agama menghinakan manusia sebagai makhluk yang seharusnya bebas dan kreatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Menurut Ali Syariati, dalam Islam manusia memiliki kedudukan yang sangat istimewa. Filsafat humanisme dalam Islam adalah Tauhid. Manusia diciptakan dari sesuatu yang hina, yaitu debu (tanah). Namun, kemudian Tuhan menawarkan kepada seluruh alam (termasuk gunung dan laut) untuk menjadi pemimpin di Bumi (Khalifatu fil ardhi). Tidak ada yang bersedia menanggung amanah tersebut, akan tetapi manusia menerimanya. Karena itulah malaikat diperintahkan sujud kepada manusia sedangkan iblis menolak. Disini kita bisa melihat betapa dalam Islam, sejak pertama kali manusia diciptakan, manusia sudah diberikan kekuasaan yang dahsyat (khalifah di Bumi). Bahkan setelah itu, Adam melanggar larangan Tuhannya untuk tidak memakan buah khuldi di Surga, kemudian ia menerima konsekuensinya. Kasus adam adalah sebuah simbol kebebasan bagi manusia untuk berbuat dan berkehendak semaunya setelah diciptakan dengan segala konsekuensi dan tanggung jawab atas perbuatannya. Islam memberikan filsafat humanisme yang paling jelas dalam koridor Tauhid yang tidak bisa dibantah oleh ideologi manapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Berbeda dalam Kristen ketika muncul lembaga gereja dimana paus menjadi wakil Tuhan di dunia. Kristen tak ubahnya seperti agama-agama yunani kuno yang membelenggu umatnya diatas superioritas gereja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5740686736474153482-6121903023599418749?l=dindingkosong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dindingkosong.blogspot.com/feeds/6121903023599418749/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dindingkosong.blogspot.com/2011/01/review-buku-ali-syariati-humanisme.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5740686736474153482/posts/default/6121903023599418749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5740686736474153482/posts/default/6121903023599418749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dindingkosong.blogspot.com/2011/01/review-buku-ali-syariati-humanisme.html' title='Review Buku Ali Syariati: Humanisme Islam Vs Barat'/><author><name>wira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06233599671826464885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/ScjVN1kU83I/AAAAAAAAAAM/3io41kw05I4/S220/cakrawala.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/TSVe9lkM-uI/AAAAAAAAADs/WOd-h2OmZ3I/s72-c/ali%2Bsyariati.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5740686736474153482.post-1508900369624705428</id><published>2011-01-05T21:58:00.000-08:00</published><updated>2011-01-18T22:42:52.684-08:00</updated><title type='text'>Demokrasi Transaksional Untuk Irak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/TTaH5LlbAuI/AAAAAAAAAD8/w3F0b_1J8Fc/s1600/irak.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 230px; height: 156px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/TTaH5LlbAuI/AAAAAAAAAD8/w3F0b_1J8Fc/s320/irak.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5563783806094869218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dua tahun yang lalu, ketika situasi politik di Irak pasca pemilu legislatif sangat kacau, banyak orang menduga Irak akan menuju "negara gagal" (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;failed state&lt;/span&gt;). Aksi pengeboman yang tidak pernah berhenti, provokasi dari tiap pihak yang semakin membabi buta, membuat Irak tampak seperti zona perang bagi siapa saja. Padahal, kehadiran militer AS di Negara tersebut berada pada status sangat siaga. AS seperti mengantarkan Irak ke era baru pasca-Saddam. Irak masa transisi adalah sebuah Negara yang sangat brutal dari sisi konflik dan stabilitas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Alih-alih mengantarkan Irak ke zaman baru yang terang benderang, AS justru terjebak dalam situasi rumit konflik sektarian yang terjadi di Irak. Perebutan kekuasaan antara golongan Sunni dan Syiah mencapai tahap yang paling menguatirkan. Bahkan, konflik antara kedua golongan ini menjadi semacam titik kulminasi konflik mereka yang sudah berlangsung berabad-abad. Mungkin kalimat tadi terlalu berlebihan, tetapi setidaknya itulah fakta yang terjadi di Irak. Aksi pengeboman terjadi silih berganti satu terhadap yang lain. Beberapa di antaranya adalah aksi bom bunuh diri yang menandakan betapa seriusnya permusuhan di antara mereka.Terlepas dari faktor AS, konflik antara Sunni dan Syiah memiliki aktor-aktor lain dari wilayah Timur Tengah. Golongan Syiah Irak yang selama bertahun-tahun hidup dalam kungkungan rezim Saddam Hussein (Sunni), mendapatkan momentum untuk memperjuangkan hak mereka atas Irak (baca: kekuasaan). Perjuangan tersebut kemudian mendapatkan dukungan yang luar biasa dari Iran yang bermazhab Syiah. Salah satu dukungan yang sangat jelas adalah mempersenjatai milisi Syiah Irak yang pro-Iran. Di sisi lain, golongan Sunni di Irak adalah penguasa sektor militer pada era Saddam Hussein. Artinya, sisa-sisa amunisi dan akses terhadap kepemilikan senjata masih sangat mereka kuasai. Hal ini berarti kedua belah pihak, baik Sunni ataupun Syiah berada pada status sama-sama bersenjata. &lt;br /&gt;Bagi Iran, Irak tidak hanya memiliki peran sebagai negara tetangga yang sangat vital, tetapi juga wilayah yang suci bagi rakyat Iran. di Irak terdapat beberapa kota yang disucikan oleh umat Islam Syiah. Kota-kota itu adalah Karbala, Najaf, dan Kufah. Masyarakat Iran selalu ingin berwisata religi ke kota-kota tesebut sebagai bagian dari kepercayaan mazhab mereka. Oleh karena itu, Irak yang ramah dan bersahabat dengan Iran adalah sebuah dambaan bagi masyarakat Iran. dalam perspektif Iran, hal tersebut hanya dapat diwujudkan dengan supremasi politik golongan Syiah di Irak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Setiap negara yang berada pada era transisi kekuasaan yang radikal pastilah mengalami kesulitan dan berbagai hambatan. Situasi itu pernah dialami oleh Iran pasca-Revolusi tahun 1979. Saat itu, konstelasi politik dalam negeri Iran sangat rawan konflik horisontal antara elemen pendukung revolusi. Stabilitas di Iran akhirnya bisa tercapai dalam waktu kurang lebih 10 tahun pasca-Revolusi. Dalam konteks yang lebih sederhana kita bisa melihat Indonesia yang bertransisi dari zaman orde baru ke zaman reformasi. Bahkan, sampai hari ini, kita masih belum menemukan formula terbaik bagi sistem politik di negara kita. Lantas, bagaimana dengan Irak?&lt;br /&gt;Tidak cukup bagi kita jika hanya membaca ulasan Musthafa Abdul Rahman dalam bukunya yang berjudul "Geliat Irak Menuju Era Pasca-Saddam" (Kompas, 2003) untuk menggambarkan masa transisi politik di Irak. Irak terus bergejolak hingga hari ini. Stabilitas politik di negara itu urung dicapai meski invasi sudah berakhir sejak 2004. Ketidakstabilan politik di negara itu disebabkan oleh konflik kepentingan di antara golongan-golongan besar yang berseteru sejak lama. Yang membuat situasi semakin runyam adalah ketika ketiga golongan tersebut mulai mengangkat senjata, berperang satu dengan yang lain. Padahal, salah satu misi George W. Bush di Irak adalah untuk mengantarkan Irak ke zaman demokrasi yang modern. Ironis, demokrasi dengan elemen bersenjata adalah sebuah utopia. Seperti kata Coen Hussein Pontoh dalam bukunya yang berjudul "tentara rakyat". Jika orang yang memegang sejnata masuk dalam ajang demokrasi, maka saat itu juga demokrasi masuk tempat sampah. Situasi di Irak mengingatkan saya kepada situasi di Lebanon saat meletus perang saudara 1975-1990. Saat itu, setiap golongan yang terlibat perang saudara memiliki akses terhadap persenjataan. Di sisi lain, angkatan bersenjata negara tidak berdaya meredam konflik. Perang saudara yang panjang itu akhirnya selesai dengan sebuah kesepahaman transaksionalisme politik di Lebanon yang diatur dalam konstitusi. Mereka membagi-bagi kekuasaan politik di Lebanon berdasarkan angka demografis dan populasi tiap golongan. Secara berturut-turut, jabatan politik di Lebanon terdiri atas Presiden (Kristen Maronit), Perdana Menteri (Islam Sunni), Wakil Perdana Menteri (Kristen Ortodoks) dan Ketua Parlemen (Islam Syiah). Konsensus ini kemudian disebut sebagai "konfensionalisme". Stabilitas politik di Lebanon akhirnya semakin membaik setelah penerapan konsensus tersebut. Namun, belakangan ini, aspirasi dari umat Islam, khususnya yang bermazhab Syiah menguat seiring perubahan demografi yang mereka yakini menempatkan muslim Syiah sebagai mayoritas di Lebanon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Lain Lebanon, lain pula Irak. Efek dari invasi Amerika Serikat dalam perpolitikan Irak adalah bentuk transaksionalisme demokrasi. Irak yang porak-poranda di segala bidang akibat invasi AS tahun 2003 saat ini di ambang krisis politik berkepanjangan yang seolah-olah hanya dapat diselesaikan dengan model demokrasi transaksional. Demokrasi dengan segala kekurangannya telah memberikan celah bagi Irak untuk bergeliat menyongsong era baru. Celah itu adalah konsensus dari tiap golongan untuk menyelenggarakan pemerintahan sesuai dengan aspirasi rakyat sekaligus menghindari konflik sektarian. Demokrasi yang tidak melihat isi kepala melainkan jumlah kepala, tetap memberikan peluang bagi tiap-tiap golongan untuk berkontribusi membangun Irak yang baru. Misi dari perwakilan tiap golongan ini sederhana saja, yaitu melindungi keamanan golongan mereka. Keamanan dalam arti sesungguhnya, yaitu menghindarkan mereka dari perang saudara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Golongan Sunni yang secara populasi hanya berjumlah sekitar 30% telah menjadi golongan rulling elite di Irak selama bertahun-tahun (bahkan berabad-abad jika dihitung sejak zaman Islam). Sisanya adalah golongan Syiah yang merupakan golongan mayoritas di Irak dengan populasi sebanyak 60%. Kemudian suku Kurdi yang berjumlah kurang lebih 30%. Setidaknya, tiga golongan inilah yang merepresentasi distribusi kekuasaan yang ada di Irak sepeninggal Saddam Hussein. Ketiga golongan ini juga lah yang memiliki basis loyalitas dukungan termasuk instrumen militer untuk berperang satu sama lain. Dengan kata lain, ketiga golongan inilah yang seharusnya paling bertanggung jawab untuk membawa bangsa Irak menuju perubahan. &lt;br /&gt; Seharusnya, jika Irak berkiblat pada model politik Lebanon, maka sangat mudah memetakan distribusi kekuasaan di negara tersebut. Di Irak, Syiah sebagai golongan yang mayoritas sudah sepantasnya menempati jabatan strategis setingkat Presiden. Kemudian disusul Sunni sebagai Perdana Menteri dan Kurdi sebagai Ketua Parlemen. Namun, situasi di Irak tidak sesederhana itu. Irak terlalu rapuh di segala sisi. Invasi AS telah menghabisi seluruh infrastruktur politik di Irak. Terlepas dari kebencian rakyat Irak atas pendudukan tentara koalisi, mereka juga sangat membenci Saddam Hussein yang menerapkan politik kesukuan dalam pemerintahannya (state of tribalism). Di sisi lain, para personel militer era Saddam yang masih memiliki akses terhadap senjata tetap berusaha mempertahankan dominasi mereka, setidaknya di Irak tengah (basis militer Saddam Hussein). Di wilayah utara lain lagi permasalahannya. Suku Kurdi di daerah tersebut adalah golongan yang senantiasa dirongrong oleh pemerintah pusat selama Saddam berkuasa. Isu separatisme di kalangan Kurdi masih sangat kental hingga hari ini. Cita-cita mereka sederhana saja, ingin membentuk sebuah negara baru bagi bangsa Kurdi yang terdiaspora di berbagai wilayah Timur Tengah. Melihat situasi yang seperti ini, maka sangat pas apabila Irak menganut konfesionalisme ala Lebanon untuk paling tidak memberikan stabilitas politik bagi negara mereka sebelum Amerika Serikat betul-betul menarik pasukannya keluar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5740686736474153482-1508900369624705428?l=dindingkosong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dindingkosong.blogspot.com/feeds/1508900369624705428/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dindingkosong.blogspot.com/2011/01/demokrasi-transaksional-untuk-irak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5740686736474153482/posts/default/1508900369624705428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5740686736474153482/posts/default/1508900369624705428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dindingkosong.blogspot.com/2011/01/demokrasi-transaksional-untuk-irak.html' title='Demokrasi Transaksional Untuk Irak'/><author><name>wira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06233599671826464885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/ScjVN1kU83I/AAAAAAAAAAM/3io41kw05I4/S220/cakrawala.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/TTaH5LlbAuI/AAAAAAAAAD8/w3F0b_1J8Fc/s72-c/irak.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5740686736474153482.post-2834515012775084949</id><published>2010-10-18T02:38:00.000-07:00</published><updated>2010-10-18T02:46:50.173-07:00</updated><title type='text'>ISRAEL DAN RENCANA PEMBANGUNAN PEMUKIMAN YAHUDI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/TLwXe60XFAI/AAAAAAAAADg/ZhNfTJmvQcU/s1600/Peta+Israel+Baru.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 258px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/TLwXe60XFAI/AAAAAAAAADg/ZhNfTJmvQcU/s320/Peta+Israel+Baru.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5529320262456513538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Membaca artikel yang ditulis oleh M.Hamdan Basyar pada situs LIPI membuat saya terpancing untuk ikut membahas isu yang sama. Apalagi kalau bukan rencana pembangunan pemukiman Yahudi di Palestina.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu kuliah di S1 dulu, saya pernah mengikuti mata kuliah Politik AS di Timur Tengah, di bawah asuhan mas Agus dari program studi sejarah (saya lupa nama aslinya). Mas Agus pernah menyampaikan di kelas kami saat itu bahwa mind set okupasi Israel terhadap Palestina didasarkan pada teori teritori. Yang dimaksud dengan teori okupasi teritori adalah penguasaan wilayah yang membabi buta yang tidak akan memikirkan bagaimana maintenance wilayah yang sudah dikuasai. Secara sederhana, bisa dikatakan bahwa saat Israel mengokupasi satu kota/wilayah di Palestina, Israel hanya akan memikirkan bagaimana mengokupasi wilayah setelahnya. Tentu saja wilayah yang jadi target selanjutnya adalah yang berbatasan, sehingga luas wilayah okupasi menjadi semakin lebar dan lebar. Kemudian, Israel tidak akan menaruh perhatian lagi pada wilayah yang sudah dikuasainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks konflik Palestina-Israel, strategi semacam ini terbukti efektif untuk membuat sebuah kurungan bagi perjuangan rakyat Palestina. Tidak terasa, tiba-tiba Israel sudah sampai di wilayah perbatasan. Israel tahu persis bahwa urat nadi perlawanan bangsa Palestina dipompa dari wilayah perbatasan. Hal ini sangat wajar, karena isu Palestina adalah isu yang universal. Bandingkan dengan cara Amerika Serikat saat menginvasi Irak. Amerika Serikat dan pasukan koalisi justru menyisir dari wilayah perbatasan baru kemudian mengepung ibukota Irak, Baghdad dan akhirnya berhasil menguasasi Irak sepenuhnya. Amerika melakukan strategi yang sangat tepat karena kekuatan Irak di bawah rezim Saddam Hussein terpusat di Baghdad dan kota-kota di sekitarnya seperti Ramadi dan Tikrit yang mayoritas dihuni oleh golongan Sunni yang notabene justru golongan minoritas di Irak. wilayah tersebut sering disebut Sunni Triangle (Segitiga Sunni). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang saya bahas pada paragraph sebelumnya adalah sebuah strategi perang militer. Lantas apa hubungannya dengan tulisan Pak Hamdan Basyar. Iya, kali ini saya melihat bahwa Israel melakukan sebuah maintenance wilayah dari prinsip okupasi teritori yang dilakukan. Maintenance itu dilakukan dengan cara membangun pemukiman warga yahudi (Israel) di wilayah yang disengketakan. Benar, pemukiman Yahudi yang sudah dibangun sebanyak 2.500 unit rumah dari total 25.000 unit yang akan direalisasi pemerintah Israel.  Perundingan terakhir terkait isu ini tidak berhasil memperpanjag moratorium penghentian pembangunan yang sudah dilakukan sejak tahun 2009. PM Israel, Benjamin Netanyahu berada dalam lingkaran pendukungnya yang pro-pemukiman seperti Menlu Avigdor Lieberman. Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama dan Presiden Mesir Husni Mubarak yang mencoba menjembatani konflik antara Palestina dan Israel juga belum bisa berbuat banyak karena parlemen Israel sudah terlanjur mengakusisi rencana pembangunan pemukiman yahudi yang sebanyak 25.000 unit tersebut. Yang berhasil ditekan hanyalah jumlah unit rumah yang tidak akan ditambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan pemukiman Yahudi ini memberikan Israel beberapa keuntungan, yaitu; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pembangunan pemukiman itu akan mengukuhkan kedudukan Israel di wilayah-wilayah yang masih dipersengketakan seperti Tepi Barat dan Jerusalem Timur. Pembangunan pemukiman itu nantinya akan disusul oleh pembangunan infrastruktur yang meliputi segala macam pelayanan sosial. Hal ini nantinya akan memberikan kesan pada dunia internasional bahwa Israel berhasil mengangkat taraf hidup warga di wilayah tersebut sekaligus menjadi pengelola wilayah yang baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pembangunan pemukiman tersebut akan mendistorsi jalannya perang yang dilakukan antara tentara Israel dengan rakyat Palestina. Hal ini disebabkan karena para pemukim Yahudi itu terhitung sebagai warga sipil non-kombatan yang dilindungi hak-haknya oleh hukum internasional. Sekali lagi, salut untuk Israel karena mereka tahu persis bahwa fikih jihad yang dianut oleh sebagian besar elemen perjuangan bersenjata di Palestina cenderung tidak membedakan target sipil dan militer. Bisa dibayangkan, bagaimana konspirasi internasional pendukung Israel akan balik menyerang golongan-golongan seperti Hamas dan Jihad Islam apabila mereka meluncurkan roket ke wilayah pemukiman Yahudi tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5740686736474153482-2834515012775084949?l=dindingkosong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dindingkosong.blogspot.com/feeds/2834515012775084949/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dindingkosong.blogspot.com/2010/10/israel-dan-rencana-pembangunan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5740686736474153482/posts/default/2834515012775084949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5740686736474153482/posts/default/2834515012775084949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dindingkosong.blogspot.com/2010/10/israel-dan-rencana-pembangunan.html' title='ISRAEL DAN RENCANA PEMBANGUNAN PEMUKIMAN YAHUDI'/><author><name>wira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06233599671826464885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/ScjVN1kU83I/AAAAAAAAAAM/3io41kw05I4/S220/cakrawala.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/TLwXe60XFAI/AAAAAAAAADg/ZhNfTJmvQcU/s72-c/Peta+Israel+Baru.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5740686736474153482.post-844344745931923392</id><published>2010-09-28T00:28:00.000-07:00</published><updated>2010-09-28T00:30:40.637-07:00</updated><title type='text'>مع السلامة يا رمضان</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;tulisan ini dibuat pada hari ke-27 ramadan yang lalu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini hari ke berapa ya? Masya Allah, bahkan saya tidak ingat hari ini sudah masuk hari ke-27 dari bulan Ramadan tahun ini. Ramadan tahun ini yang seharusnya menjadi Ramadan terakhir saya dalam kesendirian (baca: bujangan) ternyata miss management. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indikator kuat hancurnya manajemen Ramadan kali ini adalah tidak tahunya saya tentang hitungan hari. Ramadan perpisahan ini tidak terisi dengan ibadah yang dahsyat, malahan cenderung normatif. Sampai hari ini belum sekalipun saya ber-i`tikaf di masjid. Tilawah saja baru sampai setengah mushaf dan herannya masih saja saya merasa bisa mengejarnya di akhir2 hari. Persis seperti tahun lalu ketika akhirnya saya mentok di juz 26. Mmm, tentang sholat tarawih pun bernasib serupa. Biar bagaimanapun, sholat tarawih berjamaah di masjid jauh lebih memberikan efek ruhiyah daripada tarawih sendiri. Karena, ketika sholat tarawih sendiri saya cenderung memilih surat yang pendek-pendek dengan gerakan yang juga ringkas. Itu pun biasanya dilakukan tengah malam ketika tenaga hanya tinggal sisa-sisanya saja. Hanya satu hal yang masih jadi harapan saya dan akan saya wujudkan. Tahun ini saya tidak akan membatalkan puasa ketika pulang mudik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini, teman-teman di Mampang Studies juga tidak terlalu bergeliat dalam aktivitas ruhiyah. Sebagian besar dari kami yang selama ini aktif memang sudah menikah dan tahun ini menjadi Ramadan pertama mereka dengan istri2 mereka. Benarlah orang yang mengatakan bahwa menjadi pribadi yang soleh harus berjamaah. Dengan kata lain, menjadi soleh itu mudah tetapi berjamaah dalam kesolehan itu yang sulit. Ramadan ini seperti saya hadapi sendiri. Teman-teman di halaqoh, teman-teman di DKM masjid, teman-teman di SMA 54. Mereka seperti pergi begitu saja. Tidak, sayalah yang pergi meninggalkan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak akan menyalahkan kesibukan agenda pernikahan yang memang akan berlangsung di bulan Syawal. Sungguh, tiap detiknya saya lewati dengan penuh kenikmatan dan rasa syukur. Tidak juga saya menyalahkan DKM masjid al-Muhajirin yang tahun ini (seperti) meninggalkan saya. Saya hanya bisa menyalahkan diri sendiri, karena pada prinsipnya Ramadan is Ramadan. Every body do with their style and ability. Dan, kali ini, saya tidak bisa mengelola bulan Ramadan dengan baik. Saya bersyukur kepada Allah karena telah mempertemukan saya dengan Ramadan tahun ini. Semoga semua amal yang saya lakukan di bulan Ramadan ini dinilai sebagai ibadah oleh Allah Swt. Dan semoga Ia memberikan kesempatan untuk menjumpai Ramadan tahun depan. Amin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5740686736474153482-844344745931923392?l=dindingkosong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dindingkosong.blogspot.com/feeds/844344745931923392/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dindingkosong.blogspot.com/2010/09/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5740686736474153482/posts/default/844344745931923392'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5740686736474153482/posts/default/844344745931923392'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dindingkosong.blogspot.com/2010/09/blog-post.html' title='مع السلامة يا رمضان'/><author><name>wira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06233599671826464885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/ScjVN1kU83I/AAAAAAAAAAM/3io41kw05I4/S220/cakrawala.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5740686736474153482.post-2026724080629669711</id><published>2010-09-02T02:22:00.001-07:00</published><updated>2010-09-02T02:26:48.263-07:00</updated><title type='text'>Kemerdekaan Palestina &amp; Revolusi Yang Belum Selesai</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/TH9tgRB-TwI/AAAAAAAAADY/DdJlSMZOLfs/s1600/palestina+dan+khomeini.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 209px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/TH9tgRB-TwI/AAAAAAAAADY/DdJlSMZOLfs/s320/palestina+dan+khomeini.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5512244870019698434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Hari Jumat terakhir di bulan Ramadan adalah hari al-Qud sedunia!”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang dikatakan oleh pemimpin revolusi Islam Iran, Ayatullah Ruhullah Khomeini pada 1979. Khomeini yang pada saat itu merupakan tokoh sentral revolusi Iran mengaitkan cita-cita revolusi Iran dengan semangat pembebasan Palestina. Ia mengatakan bahwa revolusi Islam Iran tidak akan pernah selesai sampai Palestina merdeka dari penjajahan Israel. Sebuah pernyataan yang menjadi momentum penting di tengah terkotak-kotaknya Negara Arab akibat semangat nasionalis medan Pan-Arabisme. Khomeini  sekaligus menyindir seluruh elemen Negara Islam agar bersatu mewujudkan perdamaian bagi Palestina diatas kepentingan negara mereka masing-masing.  Pernyataan itu juga menjadi jembatan antara sentimen mazhab yang terjadi di tengah-tengah umat Islam antara golongan Syiah dan Sunni. Tidak hanya sampai di sana, Khomeini juga menetapkan hari al-Quds sedunia yang jatuh setiap hari Jumat terakhir di bulan Ramadan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya, revolusi Islam Iran memang belum selesai. Sampai hari ini, Palestina masih berada dalam penderitaan akibat penjajahan sistematis yang dilakukan oleh Israel sejak 1948. Secara faktual, Israel sudah mengusasi hampir ¾ wilayah Palestina. Sisa wilayah yang dikuasai bangsaPalestina pun di-embargo secara ekonomi dan politik sehingga wilayah tersebut tidak ubahnya seperti sebuah penjara terluas di muka bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah penjajahan Israel modern dapat dikatakan dimulai sejak tahun 1948 ketika Dewan Nasional Yahudi didirikan di Tel Aviv yang sekaligus memproklamasikan berdirinya Negara Israel. Deklarasi Negara Israel tahun 1948 itu disambut dengan perang antara negara-negara Arab dengan Israel yang menunjukkan pembelaan negara-negara Arab atas pendudukan Israel di Palestina. Secara spontan, negara-negara seperti Mesir, Suriah, Irak, dan Yordania mengirimkan pasukan tempur mereka ke Palestina untuk memerangi Israel.&lt;br /&gt;Rasa solidaritas sebagai sesama bangsa Arab menjadi motif utama dukungan. Motif  lainnya adalah penghormatan terhadap kota suci Jerussalem tempat masjid al-Aqsha berada. Namun, Israel yang didukung oleh Inggris dan Amerika Serikat tampil sebagai pemenang karena unggul dalam persenjataan dan teknologi militer. Israel yang berhasil memenangi perang tersebut kemudian memulai aksi terornya terhadap warga Palestina. Sejak saat itulah, muncul gelombang eksodus besar-besaran warga Palestina ke luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1967, Israel melakukan serangan militer terhadap Mesir, Suriah, danYordania. Kekalahan telak diterima oleh negara-negara Arab tersebut karena serangan mendadak Israel itu menghancurkan ratusan pesawat tempur Mesir yang masih berada di dalam hangar. Perang yang dikenal dengan sebutan perang enam hari itu membuat wilayah yang dikuasai Israel meluas menjadi tiga kali lipat. Israel mendapatkan Jalur Gaza, Tepi Barat, Semenanjung Sinai, serta dataran tinggi Golan.&lt;br /&gt;  Kemudian, pada 1973, angkatan bersenjata Mesir dan Suriah melancarkan serangan ke wilayah Israel. Perang yang dikenal dengan sebutan perang Ramadan ini berakhir dengan versi yang berlainan. Ada yang menyebutkan Israel-lah yang keluar sebagai pemenang, ada juga yang mengatakan hasilnya seri. Yang jelas, akhir dari peperangan tersebut adalah sikap lunak pemerintahan Mesir terhadap Israel. Sikap lunak ini pula yang memancing kekecewaan sebagian golongan yang kemudian melakukan pembunuhan terhadap Anwat Sadat, Presiden Mesir saat itu. Sebagai catatan sejarah, motif utama Mesir dan Suriah menyerang Israel  didasarkan kepada kepentingan nasional mereka untuk mendapatkan kembali Semenanjung Sinai dan DataranTinggi Golan yang direbut Israel sejak tahun 1967. Motif dukungan terhadap rakyat Palestina sudah mulai tidak terlihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu, isu pembebasan Palestina sudah bukan merupakan isu sprititual bagi negara-negara Arab dan Muslim di Timur Tengah. Semangat nasionalisme dengan berbagai kepentingannya jauh lebih mendominasi pola dukungan terhadap Palestina. Bahkan, PLO (Organisasi Pembebasan Palestina) yang menjadi oposisi Israel, berkali-kali mengalami pengusiran dari berbagai wilayah di negara tetangga Palestina. Mereka diusir oleh pemerintah setempat karena dianggap membahayakan kemananan negara tempat mereka mengungsi tersebut. Padahal, negara-negara yang mengusir PLO tersebut merupakan sekutu terdekat Palestina pada tahun-tahun sebelumnya.&lt;br /&gt;Negara-negara itu akhirnya memilih untuk melindungi kepentingan domestik mereka daripada harus memasang badan untuk PLO yang senantiasa dikejar-kejar oleh Israel. Bangsa Palestina pun semakin sadar bahwa cita-cita mereka untuk merdeka hanya bisa diwujudkan dengan tangan mereka sendiri.&lt;br /&gt;  Kemunculan Imam Khomeini dan revolusi Islam Iran pada 1979 membuat bangsa Palestina kembali mendapatkan dukungan dari elemen umat Islam. Semangat pan-Islamisme yang ada pada dukungan Khomeini menginspirasi banyak golongan untuk kembali memberi perhatian terhadap perjuangan bangsa Palestina. Di tengah-tengah serbuan ide nasionalisme dan demokrasi di dunia, seorang tokoh seperti Khomeini mencoba menghidupkan kembali semangat persatuan umat Islam melalui isu Palestina. Konsistensi Khomeini dalam mendukung Palestina tetap terjaga meskipun PLO sempat mendukung Irak dalam perang Irak--Iran yang berlangsung selama 8 tahun. Khomeini menyadari bahwa PLO berada dalam situasi sulit untuk tidak mendukung Saddam Hussein sebagai sesama negara Arab. Khomeini sendiri sadar bahwa PLO bukanlah representasi warga Palestina seutuhnya. Ditambah lagi, PLO di bawah kepemimpinan Yasser Arafat membawa ideologi sekuler yang tidak selaras dengan spirit dukungan Iran terhadap Palestina, yaitu Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, sudah 30 tahun sejak Imam Khomeini memberikan pidato revolusinya, dan warga Palestina masih belum bisa menghirup udara kebebasan. Artinya, revolusi Islam Iran memang belum selesai. Umat Islam di dunia juga belum bisa merasakan persatuan yang hakiki. Tidak perlu terlalu jauh membicarakan isu khilafah, melihat hubungan sesama negara muslim di dunia saat ini saja sudah tampak ironis. Semangat nasionalisme yang menjadi Tuhan dari segala kepentingan nasional telah mengangkangi semangat pan-Islamisme yang dicita-citakan para mujaddid (pembaharu) Islam terdahulu, seperti Khomeini.&lt;br /&gt;Dalam konteks sengketa antara Indonesia dengan Malaysia saat ini, ada baiknya kedua belah pihak saling belajar dari sejarah perjuangan bangsa Palestina. Bahwa semangat nasionalisme yang tidak dilandasi dengan keyakinan spiritual hanya akan membawa bangsa kita kepada sebuah peperangan yang sia-sia di mata Tuhan. Negara akan menzholimi rakyatnya dengan menggiring mereka kepada perang yang tidak seharusnya. &lt;br /&gt;Semoga Ramadan kali ini benar-benar memberi petunjuk kepada kita semua, umat Islam di Indonesia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5740686736474153482-2026724080629669711?l=dindingkosong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dindingkosong.blogspot.com/feeds/2026724080629669711/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dindingkosong.blogspot.com/2010/09/kemerdekaan-palestina-revolusi-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5740686736474153482/posts/default/2026724080629669711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5740686736474153482/posts/default/2026724080629669711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dindingkosong.blogspot.com/2010/09/kemerdekaan-palestina-revolusi-yang.html' title='Kemerdekaan Palestina &amp; Revolusi Yang Belum Selesai'/><author><name>wira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06233599671826464885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/ScjVN1kU83I/AAAAAAAAAAM/3io41kw05I4/S220/cakrawala.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/TH9tgRB-TwI/AAAAAAAAADY/DdJlSMZOLfs/s72-c/palestina+dan+khomeini.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5740686736474153482.post-209495468497014517</id><published>2010-08-26T00:40:00.000-07:00</published><updated>2010-08-31T23:32:19.502-07:00</updated><title type='text'>TERJEBAK DIPLOMASI SERUMPUN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/THYcOKSdYII/AAAAAAAAADI/Jm9FsabpmJo/s1600/Flag-Pins-Malaysia-Indonesia.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 256px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/THYcOKSdYII/AAAAAAAAADI/Jm9FsabpmJo/s320/Flag-Pins-Malaysia-Indonesia.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5509622223739904130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dugaan diplomasi barter yang dilakukan antara pemerintah Indonesia dan Malaysia mengusik kehormatan bangsa di Negara ini. Sebagai pembandingnya, seorang serdadu Israel yang menjadi tawanan Palestina yang bernama Ghilad Shalit tidak pernah sekalipun dideportasi dengan alasan barter dan perdamaian. Padahal, Israel memiliki ratusan tahanan pejuang Palestina di penjara mereka yang sangat pantas dijadikan alat tukar untuk mendapatkan serdadu mereka kembali. Namun, Israel urung melakukan diplomasi macam itu, karena memang disitulah letak harga diri bangsa mereka sebagai negara yang merasa jauh lebih kuat dibanding Palestina yang mereka jajah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga masih bisa mengingat salah satu scene dalam film Mel Gibson yang berjudul "The Patriot". Dalam film tersebut, si tokoh utama sempat melakukan diplomasi barter untuk menyelamatkan teman-temannya yang tertangkap oleh pihak musuh. Sebagai alat tukarnya, ia menawarkan para perwira yang juga berhasil ia tangkap. Padahal, para perwira itu hanyalah boneka-boneka yang diberi seragam perwira sehingga nampak dari kejauhan seperti perwira sungguhan yang sedang tertawan. Akhirnya, si tokoh utama berhasil menyelamatkan teman-temannya. Sebaliknya, pihak musuh tertipu dan tidak mendapatkan apa-apa. Contoh itulah diplomasi barter yang dilakukan dalam konteks strategi perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, bagaimana dengan konteks Indonesia – Malaysia? Jika yang dilakukan adalah barter antara tahanan petugas KKP Indonesia dengan 7 orang nelayan Malaysia, tentu saja hal itu merupakan penistaan terhadap kedaulatan bangsa kita. Pertama, tentu saja karena kita meyakini bahwa petugas KKP yang ditangkap oleh Malaysia itu berada pada kordinat yang benar dalam wilayah perairan Indonesia. Kedua, tujuh orang nelayan Malaysia yang ditangkap oleh kepolisian Kepri memang secara sah melanggar batas-batas wilayah yang sudah ditetapkan. Artinya, jika kita melakukan barter, itu sama saja kita membenarkan klaim Malaysia bahwa petugas KKP kita melanggar batas wilayah. Selain itu, kita juga akan terlihat menunjukkan kalau penangkapan 7 nelayan Malaysia itu adalah sebuah kesalahan. Sebuah efek yang sangat fatal dalam kerangka diplomasi.&lt;br /&gt;Pemerintah Malaysia ataupun Indonesia bisa mengatakan bahwa wilayah tersebut merupakan wilayah sengketa antara kedua Negara. Tapi, fakta penangkapan arogan yang dilakukan oleh kepolisian Malaysia tidak bisa disikapi dengan perdamaian ala orang melayu. Sikap Malaysia itu harus diberikan peringatan keras agar tidak terjadi lagi, meskipun ini sudah yang kesekian kalinya. Kasus ini juga bisa menjadi batu pijakan orientasi diplomasi bagi para diplomat kita bahwa Negara-negara di perbatasan seperti Malaysia adalah sebuah prioritas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak tahu persis bagaimana isi dapur Kementrian Luar Negeri kita. Bisa jadi, para diplomat yang dikatakan "mahir" dan "senior" adalah mereka yang ditempatkan di negara-negara maju atau negara Barat. Menlu kita sendiri adalah mantan Dubes Indonesia untuk PBB dan pernah bertugas lama di Amerika Serikat. Seharusnya, orang-orang terbaik kita di Deplu juga didistribusikan untuk negara-negara yang berbatasan wilayah seperti Malaysia dan Singapura. Menempatkan para diplomat terbaik untuk negara-negara tersebut akan menjaga kehormatan kita sebagai bangsa dan negara. Sebagai catatan, Dubes kita untuk Malaysia saat ini adalah mantan Kapolri yang sempat tersandung dugaan korupsi dan rekening gemuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sangat setuju dengan judul rubrik khusus Metro TV untuk masalah ini. Metro TV memberi judul rubriknya tersebut "Terjebak Diplomasi Serumpun". Iya, seperti itulah situasi diplomasi bilateral antara Negara kita dengan Malaysia. Bukan tidak mungkin masalah ini hanya akan menjadi test case bagi Malaysia untuk melihat respon pemerintah dan masyarakat Indonesia terhadap sengketa perbatasan. Jika kita bersikap lunak, maka Malaysia akan terus merongrong kedaulatan kita. Apalagi, mereka sadar bahwa kita adalah bangsa yang lalai terhadap potensi sumber daya alam kita khususnya di laut. Sebaliknya, jika kita bersikap keras, Malaysia pun siap untuk mengabaikan nasib ribuan TKI kita yang bekerja di sana.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5740686736474153482-209495468497014517?l=dindingkosong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dindingkosong.blogspot.com/feeds/209495468497014517/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dindingkosong.blogspot.com/2010/08/terjebak-dilpomasi-serumpun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5740686736474153482/posts/default/209495468497014517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5740686736474153482/posts/default/209495468497014517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dindingkosong.blogspot.com/2010/08/terjebak-dilpomasi-serumpun.html' title='TERJEBAK DIPLOMASI SERUMPUN'/><author><name>wira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06233599671826464885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/ScjVN1kU83I/AAAAAAAAAAM/3io41kw05I4/S220/cakrawala.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/THYcOKSdYII/AAAAAAAAADI/Jm9FsabpmJo/s72-c/Flag-Pins-Malaysia-Indonesia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5740686736474153482.post-7703587636645644937</id><published>2010-03-24T02:47:00.000-07:00</published><updated>2010-03-24T02:49:27.121-07:00</updated><title type='text'>SEBUAH RUMAH BERNAMA PALESTINA</title><content type='html'>Benjamin Netanyahu berencana membangun 1600 pemukiman Yahudi di Jerussalem Timur.&lt;br /&gt;Saya jengah memperhatikan manuver-manuver Israel di Palestina. Saya juga jengah dengan konstelasi dunia internasional dalam menyikapi konflik di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali inI biarkan saya mencoba menyederhanakan masalah dengan sebuah analogi yang saya pikir paling pas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggaplah wilayah Palestina ini adalah sebuah rumah yang dihuni oleh sebuah keluarga besar yang berbahagia. Rakyat Palestina kita anggap sebagai para penghuninya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Suatu ketika, pada tahun 1948, rumah ini kedatangan tamu tak diundang yang beragama Yahudi. Mereka datang dengan cara yang kasar dan memaksa ingin tinggal di rumah tersebut. Tentu saja para penghuni rumah melawan dengan sekuat tenaga, bahkan dibantu oleh para tetangga. Tapi para tamu ini ternyata orang-orang yang kuat dan sulit dikalahkan. Akhirnya, mereka berhasil mendapatkan satu kamar di rumah itu setelah membunuh beberapa penghuni rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sangat terpaksa, para penghuni rumah yang tersisa memberikan salah satu kamar mereka kepada tamu ini. Namun, lama kelamaan, para tamu ini mencoba untuk menguasai kamar yang lain. Bahkan, mereka ingin memiliki kamar utama yang sering disebut Jerussalem. Para penghuni yang lain mulai dibunuh satu persatu. Ada juga yang diusir keluar rumah. Yang paling menyedihkan, para tamu ini mengejar anggota keluarga yang sudah diusir keluar rumah. Mereka yang mengungsi di rumah tetangga terus dikejar kemudian dibantai semuanya. Akhirnya, pelan tapi pasti para tamu mulai menjadi pemilik rumah dan mengumumkan kepada orang-orang bahwa rumah itu milik mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penghuni asli yang masih tersisa, semakin tersudut akibat tindakan para tamu ini.  Mereka mencari dukungan ke sana kemari untuk mempertahankan rumah mereka. Tidak sedikit  pihak yang berusaha membantu mereka, tapi para tamu telah menguasai pintu rumah sehingga bantuan yang masuk sulit untuk sampai. Para tamu ini memblokade segala jenis bantuan untuk para penghuni tetap. Mereka menunggu para penghuni ini menyerah dan akhirnya menyerahkan rumah mereka kepada para tamu ini. Namun, sayangnya para penghuni ini tetap gigih bertahan sampai sekarang. Masyarakat sekitar juga semakin paham kondisi yang sebenarnya terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat yang resah atas apa yang terjadi di rumah itu berkumpul dan mencoba memediasi konflik. Akhirnya, sebagian besar masyarakat setuju untuk menggiring kedua pihak di dalam rumah itu untuk berdamai dan mau hidup berdampingan. Intinya, mereka menawarkan solusi dua keluarga (dua Negara) di dalam rumah tersebut. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian analoginya  .  .  .&lt;br /&gt;Nah sekarang menurut anda, apabila anda adalah salah satu anggota keluarga yang merupakan penghuni asli. Relakah anda hidup berdampingan dengan tamu yang telah membunuh dan mengusir saudara-saudara anda? Hidup berdampingan itu merupakan solusi yang ditawarkan oleh masyarakat di sekitar anda. Jika anda setuju, berarti anda sangat humanis dan menyenangkan. Anda pastilah seorang aktivis HAM berat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan analogi&lt;br /&gt;Rumah                  :  Wilayah Palestina&lt;br /&gt;Penghuni Asli  :  Rakyat Palestina&lt;br /&gt;Kamar Utama  :  Jerussalem&lt;br /&gt;Rumah Tetangga   :  Shabra dan Shatila (Lebanon)&lt;br /&gt;Para Tamu          :  Israel&lt;br /&gt;Tetangga          :  Mesir, Syiria, Yordania&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5740686736474153482-7703587636645644937?l=dindingkosong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dindingkosong.blogspot.com/feeds/7703587636645644937/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dindingkosong.blogspot.com/2010/03/sebuah-rumah-bernama-palestina.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5740686736474153482/posts/default/7703587636645644937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5740686736474153482/posts/default/7703587636645644937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dindingkosong.blogspot.com/2010/03/sebuah-rumah-bernama-palestina.html' title='SEBUAH RUMAH BERNAMA PALESTINA'/><author><name>wira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06233599671826464885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/ScjVN1kU83I/AAAAAAAAAAM/3io41kw05I4/S220/cakrawala.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5740686736474153482.post-6635617794762078216</id><published>2010-03-23T20:36:00.000-07:00</published><updated>2010-03-24T00:52:26.184-07:00</updated><title type='text'>RENUNGAN JIHAD AL-MAQDISI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/S6nEnxG1bTI/AAAAAAAAAC4/pj7rNhiypqQ/s1600/akhina+.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 259px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/S6nEnxG1bTI/AAAAAAAAAC4/pj7rNhiypqQ/s320/akhina+.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452105011384642866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ketika fenomena terorisme mulai muncul di wilayah Indonesia, banyak dari kita yang cenderung berpikir konspiratif dalam mengkaji dan membahas fenomena tersebut. Pemahaman kita terhadap terorisme yang disematkan kepada golongan Islam radikal juga semakin terkotak-kotak dan sporadis. Sebagian besar  buku yang kita temukan selalu terbagi menjadi dua kutub. Kutub pertama adalah buku-buku yang mencoba mewacanakan kerasnya dakwah Islam dan bahaya laten sebuah gerakan Islam. Sementara itu, kutub kedua berusaha membela (walaupun tidak secara langsung membenarkan) aktivitas jihad sebagian umat Islam. Kutub pertama memiliki pendukung dari kalangan Islam liberal atau kalangan nasionalis sekuler yang fobia terhadap gerakan Islam, terutama yang berkarakter revivalis atau fundamental. Kutub kedua memiliki pendukung dari kalangan gerakan Islam lintas benua. Kutub kedua adalah mereka yang selama ini sudah memiliki kaitan secara historis atau emosional dengan aktivitas jihad di tingkat global—medan jihad seperti Afghanistan. Gaya berpikir konspiratif dalam melihat kasus terorisme juga banyak dipengaruhi oleh tokoh-tokoh dari kalangan kutub kedua. Gaya itu menjadikan Amerika atau Yahudi sebagai biang keladi. Sehingga setiap keributan terjadi, dugaan terkuat akan kembali kepada Amerika atau Yahudi. Di luar kedua kutub itu, tersisa pewacanaan dari kalangan Islam yang memilih jalan tengah untuk menyikapi kasus terorisme. Kelompok terakhir ini akhirnya bergabung dengan kelompok humanis dalam menyikapi kasus terorisme.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sulit sekali mencari buku atau literatur yang komperehensif untuk membahas kekeliruan pemahaman terorisme di kalangan umat Islam. Padahal, kita memerlukan sebuah perenungan yang mendalam mengenai hal tersebut sebelum kita memberikan apresiasi terhadap aktivitas terorisme yang terjadi belakangan ini. Hal tersebut menjadi penting bagi kita semua yang bergelut dalam aktivitas dakwah Islam. &lt;br /&gt; Buku Waqofaat Ma`a Tsamaratil Jihad karya Abu Muhammad al-Maqdisi dapat dijadikan rujukan untuk memberikan pondasi awal tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Berikut ini adalah beberapa poin perenungan terhadap kesalahan aktivitas Jihad umat Islam menurut al-Maqdisi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Salah Memilih Sasaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas yang sering kita sebut عملية الاستشّهدية "bom syahid" telah melenceng jauh dari batasan-batasan syar`i yang ditetapkan oleh para ulama. Pertimbangan awal diperbolehkannya operasi tersebut adalah besarnya maslahat yang didapatkan umat Islam sekaligus memberikan mudharat sebesar-besarnya kepada musuh. Operasi bom syahid yang dilakukan oleh saudara-saudara kita di Palestina misalnya, telah menjadi sebuah momok yang sangat menakutkan bagi Israel sekaligus serangan yang efektif untuk tujuan yang sudah jelas (menghancurkan aset-aset penting Israel). Namun, belakangan ini kita sering melihat banyaknya pemuda Islam yang meniru operasi model tersebut di tempat lain. Dengan semangat yang kurang lebih sama, mereka meledakkan diri sendiri, kemudian membunuh secara acak sasaran yang dianggap musuh Islam. Persoalannya adalah, mereka melakukannya di wilayah yang dihuni banyak orang Islam. &lt;br /&gt;Mereka beroperasi di Karachi, Lahore, Bombay, dan Jakarta. Semua itu adalah wilayah yang banyak dihuni umat Islam. Ketika saudara-saudara kita di Irak dan Afghanistan berusaha menghancurkan gudang senjata milik tentara asing, para "teroris" ini justru memilih hotel dan cafe sebagai sasaran utama. Padahal, sangat jelas kalau di tempat-tempat tersebut terdapat orang-orang Islam. Mereka sering beralasan bahwa operasi pengeboman tersebut merupakan hukuman bagi orang-orang yang bermaksiat (fasik), meskipun di dalam syariat, hukuman bagi orang-orang fasik bukanlah dibunuh.&lt;br /&gt;Kita harus memahami betapa berharganya darah umat Islam yang tertumpah. Menurut para ulama, membiarkan hidup seribu orang kafir masih lebih baik daripada menumpahkan segelas darah seorang mukmin. Jika mereka (para mujahid teror) itu ingin membunuh beberapa orang kafir, sebaiknya mereka tidak melakukannya dengan bom. Operasi tersebut seharusnya bisa diselesaikan dengan beberapa tembakan saja sehingga tidak perlu ada umat Islam yang jadi korban.&lt;br /&gt;"Barangsiapa keluar menyerang, kemudian ia menghantam orang yang baik dan jahat, ia tidak menghindari orang mukmin dan orang yang mendapat jaminan perlindungan, maka ia bukan termasuk golonganku" dan dalam satu riwayat "dan aku bukan termasuk bagian dari dia." [HR.Muslim dan Abu Hurairah]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mengumbar Ancaman di Saat Lemah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Fenomena lain yang mengiringi isu terorisme adalah video-video rekaman di internet. Era globalisasi dan digital telah menjadikan para pelaku teror ini bak selebritas internasional. Mereka mengunggah (upload) video-video yang berupa ancaman terhadap para penguasa kafir dan musuh Islam. Kita pun dapat dengan mudah mengakses video-video tersebut.&lt;br /&gt; Menurut al-Maqdisi, hal ini merupakan kesalahan fatal dalam sebuah strategi jihad. Ancaman-ancaman tersebut justru membuat musuh semakin mawas diri dan bersiaga penuh. Tindakan tersebut seperti halnya seorang pemburu yang mengusik hewan buruannya sebelum memanah. Padahal, para pengancam itu tidak lebih hebat dari kenekatan sekelompok hooligan. Kondisi tersebut tentu saja membuat musuh semakin gusar dan bereaksi seolah-olah mereka benar-benar terancam. Orang yang cerdik adalah mereka yang mampu menutupi kelemahannya. Dalam situasi perang, orang yang cerdik akan menghantam musuh yang lengah akan kekuatan lawannya.&lt;br /&gt; Allah berfirman dalam surat al-Anfal: 44&lt;br /&gt;وَ يقللكم فى أعينهم ليقضي الله امرا كان مفعولا . . .&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dan, kamu ditampakkan sedikit di mata mereka karena Allah hendak melakukan urusan yang mesti dilaksanakan&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Menyepelekan Amal Jama`i&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Jihad adalah kewajiban setiap individu muslim. Amal ini merupakan puncak dari semua amal. Namun, krisis jamaah saat ini adalah sulitnya mencari sekelompok mujahid yang berjalan tenang, terarah, tidak banyak omong, tidak mudah goyang, dan rapuh. Pentingnya sebuah jamaah adalah untuk menaungi amal jama`i. Sementara itu, salah satu syarat tegaknya amal jama`i adalah adanya aktivitas yang berkesinambungan dengan target yang jelas.&lt;br /&gt; Amal jama`i membutuhkan adanya manhaj dan ushul yang harus selalu ditaati. Hal inilah yang membedakannya dengan amal fardhi (individu). Terkait dengan aktivitas jihad, maka jauh lebih baik apabila dilakukan dalam konteks kejamaahan. Meskipun syariat tetap membolehkan apabila hal tersebut dilakukan sendirian.&lt;br /&gt; "Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh." (Q.S as-Shaf: 4)&lt;br /&gt; Jika ada seorang ikhwah yang soleh dan taat ingin pergi berjihad, sedangkan ia tidak terikat pada suatu jamaah, maka besar kemungkinan hari ini kita melihatnya berada di Palestina. Tahun berikutnya, ia akan berada di Kashmir. Tahun berikutnya lagi, ia di Afghanistan, begitu seterusnya. Dia adalah seorang mukmin yang pergi menjawab panggilan jihad di mana pun. Menurut al-Maqdisi, amalan yang dilakukan ikhwah itu merupakan amalan yang terbaik bagi dirinya. Tidak diragukan juga bahwa pelakunya adalah penolong agama Allah. Namun, ada hal yang jauh lebih utama bagi agama Allah. Yaitu beramal dan berjihad melalui jamaah yang memiliki manhaj yang jelas serta memiliki skala prioritas.&lt;br /&gt; Jamaah yang baik adalah jamaah yang para qiyadahnya memiliki pemahaman yang baik terhadap fikih syar`i dan fikih waqi (realitas).  Mereka menguasai ilmu tersebut secara mendalam dan terperinci sehingga jamaahnya tidak memandang realitas secara dangkal dan lugu. Para qiyadah ini tentu saja tidak menyikapi suatu urusan dengan bekal perasaan dan semangat yang kosong.&lt;br /&gt; Fenomena para pelaku pengeboman belakangan ini menunjukkan hancurnya jamaah yang menaungi mereka. Para qiyadah mereka telah menyia-nyiakan darah dan semangat para pemudanya. Mereka juga seperti tidak belajar dari kesalahan orang lain. Dalam konteks Indonesia, mereka adalah para mujahid yang mengikuti arahan qiyadah mereka untuk hijrah ke Afghanistan pada akhir tahun 80-an. Mereka hijrah dengan alasan terdapatnya sistem pemerintahan Islam serta metode perlawanan yang bersih di negeri tersebut. Ingat, mereka telah meninggalkan medan dakwah yang sangat krusial di negeri mereka sendiri (Indonesia). &lt;br /&gt;Setelah beberapa tahun, Afghanistan tidak lagi seperti yang mereka pikirkan sehingga mereka menjadi terpecah-pecah. Sebagian dari mereka kembali ke Indonesia, tentu saja dengan tampilan para mujahid yang baru saja menantang maut di medan perang. Situasi dunia yang menyudutkan umat Islam dalam konteks terorisme membuat mereka menjadi golongan yang paling diintai oleh pihak intelijen. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Memisahkan Qital Nikayah dengan Tamkin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Ditinjau dari hakikatnya, para ulama membagi jihad ke dalam dua istilah. Pertama adalah "jihad difa`i" (defensif) yang bermakna pembelaan terhadap negeri dan kehormatan umat Islam dari musuh yang menyerang. Istilah kedua adalah "jihad thalab" yang bermakna menyerang musuh-musuh Islam di mana pun mereka berada.&lt;br /&gt; Jihad yang berupa peperangan fisik (qital) dapat dibagi menjadi dua, yaitu qital nikayah dan qital tamkin. Qital nikayah adalah memukul dan menghantam musuh. Sementara itu, qital tamkin adalah menguasai suatu daerah agar umat Islam dapat menjalankan syariatnya secara utuh. Memisahkan kedua jenis qital ini sama dengan menghancurkan seluruh usaha yang telah dibangun.&lt;br /&gt; Ada seorang panglima mujahidin di suatu negeri yang menjawab pertanyaan wartawan asing. Si wartawan bertanya apakah sang panglima akan mengambil alih pemerintahan setelah negerinya dibebaskan? Si panglima menjawab bahwa dirinya adalah seorang mujahid yang tujuan hidupnya adalah memerangi musuh-musuh Allah di muka bumi. Baginya, politik dan kekuasaan bukanlah keahliannya. Jawaban si panglima ini tentu saja jawaban yang fatal. Bagaimana mungkin kita memisahkan qital nikayah (peperangan fisik) dengan qital tamkin (perebutan kekuasaan), sedangkan kita tahu betul pentingya memayungi dakwah secara institusional. &lt;br /&gt; Terkait dengan para pelaku terorisme belakangan ini. Kira-kira, apakah mereka paham terhadap pentingnya qital tamkin dalam usaha memenangi dakwah? Saya pikir tidak. Kalaupun mereka paham, tidak ada sedikit pun usaha konkret yang bisa kita lihat saat ini. Seolah mereka hanya mengenal satu cara: "qital nikayah". Kita saja yang sudah berijtihad untuk melebur dengan sistem demokrasi masih belum bisa berbuat banyak terhadap umat Islam saat ini. &lt;br /&gt; Qital nikayah sudah menjadi realitas umum di berbagai belahan dunia Islam saat ini. Namun, kita perlu memahami qital tamkin sebagai bagian penting dari kemenangan dakwah. Qital tamkin sering juga disebut tahrir (pembebasan) oleh Hizbut Tahrir. Sementara itu, Ikhwanul Muslimin lebih sering menyebutnya dengan istilah "ishlahuddaulah". Qital tamkin memerlukan kemampuan serta syarat yang berbeda dari qital nikayah. Di dalamnya, diperlukan program yang mencakup seluruh bidang dengan sumber daya yang juga memiliki kemampuan untuk melaksanakannya. Seharusnya umat Islam mulai membangun peradabannya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak poin perenungan dari al-Maqdisi. Lain kali kita bertemu lagi.&lt;br /&gt;Wallahu`alam bima yasna`un&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5740686736474153482-6635617794762078216?l=dindingkosong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dindingkosong.blogspot.com/feeds/6635617794762078216/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dindingkosong.blogspot.com/2010/03/renungan-jihad-al-maqdisi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5740686736474153482/posts/default/6635617794762078216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5740686736474153482/posts/default/6635617794762078216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dindingkosong.blogspot.com/2010/03/renungan-jihad-al-maqdisi.html' title='RENUNGAN JIHAD AL-MAQDISI'/><author><name>wira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06233599671826464885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/ScjVN1kU83I/AAAAAAAAAAM/3io41kw05I4/S220/cakrawala.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/S6nEnxG1bTI/AAAAAAAAAC4/pj7rNhiypqQ/s72-c/akhina+.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5740686736474153482.post-6292628146764333767</id><published>2010-03-23T02:37:00.000-07:00</published><updated>2010-03-23T04:07:47.508-07:00</updated><title type='text'>DEAD OR ALIVE</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/S6ig9aVhQZI/AAAAAAAAACw/TbJ9GuCcs0A/s1600-h/densus88palembangt-1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 235px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/S6ig9aVhQZI/AAAAAAAAACw/TbJ9GuCcs0A/s320/densus88palembangt-1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451784325834031506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mari kita mulai dengan sebuah pertanyaan dan polemik yang terjadi seputar aksi penangkapan para teroris di Indonesia?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kenapa polisi tidak berusaha menangkap para pelaku tersebut hidup-hidup?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika anda yang diberikan pertanyaan demikian, kira-kira apa jawaban anda.?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar dari masyarakat kita sangat menyesali tindakan polisi yang berlebihan dalam menangkap para tersangka kasus terorisme. Beberapa bulan yang lalu, kita disuguhi drama penangkapan seorang Noordin M Top di daerah Temanggung, Jawa Tengah. Bayangkan, hanya untuk menangkap satu ekor Noordin, pihak keamanan menurunkan hampir satu peleton pasukan ke wilayah tersebut. Itu artinya ada sekitar 200 personel polisi yang bersenjata lengkap dan berjaga di setiap sudut lingkungan rumah Noordin. Namun, apa yang terjadi pada akhir drama tersebut? Noordin tewas begitu saja setelah sekian lama meladeni berondongan senapan dan pistol polisi. Masyarakat yang begitu penasaran terhadap Noordin M top beserta jaringannya kecewa karena polisi tidak bisa menangkap Noordin dalam keadaan hidup. Masyarakat yang selama ini disuguhi poster Noordin di setiap sudut kota, pastilah sangat ingin membandingkan hasil tangkapan Polisi dengan wajah buronan yang sudah sangat terkenal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih kacau lagi, pengerahan satu peleton yang kemungkinan terdiri atas beberapa anggota Densus 88, Brimob, polisi reguler, reserse, sampai Polantas (mungkin) hanya untuk menangkap satu orang Noordin. Kita yang mengikuti drama tersebut, pasti ingat bahwa tidak ada perlawanan yang berarti dari Noordin yang membuat polisi harus melakukan pendekatan yang begitu “combatan”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mr.Noordin juga tidak memiliki sandera yang membuat polisi harus sangat berhati-hati dalam memberikan tindakan kontra-terorisme. Selain itu, pihak intelijen juga tidak menemukan data yang menyebutkan bahwa di rumah tersebut, Noordin memiliki bahan peledak high explosive yang dapat ia ledakkan kapan saja. Seandainya pun Noordin memiliki bahan peledak, kita pasti bisa memastikan bahwa tidak akan ada korban selain Noordin sendiri apabila bom itu diledakkan. Evakuasi total sudah dilakukan oleh pihak keamanan terhadap TKP. Sterilisasi juga dilakukan sampai radius 3 kilometer. Lantas, apa yang menjadi ketakutan aparat dalam menangkap Noordin? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa minggu lalu, kejadian serupa terjadi di daerah Pamulang, Tangerang. 3 tersangka kasus terorisme dilumpuhkan (baca: dimatikan) oleh aparat kepolisian. Kali ini, tindakan aparat jauh lebih rasional. Pertama, karena TKP adalah daerah pemukiman padat yang sangat berisiko apabila dipaksakan adanya baku tembak yang berkepanjangan. Kedua, demikian juga apabila para tersangka ini memiliki bom yang dapat diledakkan sewaktu-waktu. Tindakan aparat bisa lebih dimengerti, tapi tetap saja, masyarakat sangat ingin melihat wajah Dulmatin yang terlanjur di-go public-kan. Kadang, kita yang sering menonton film-film action yang bergenre terorisme bisa membuat sebuah skenario sendiri. Mungkin kita akan berpikir bahwa seharusnya pihak aparat menggunakan cara-cara yang cerdik untuk melumpuhkan para teroris tanpa harus membunuh mereka. Dengan peluru karet misalnya, atau dengan gas tidur. Atau dengan peluru bius dan lain-lain. Tapi kenapa sekali lagi aparat memilih untuk membunuh para teroris ini. Seolah-olah aparat kita terlibat dendam emosional dengan para pelaku terror itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan sudah diambil, kita tidak bisa mundur lagi ke belakang. Kita hanya bisa mencoba menganalisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Membunuh di tempat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya membaca buku yang ditulis oleh Durorrudin Mashad yang berjudul “Kashmir”, cara pandang saya terhadap penyikapan aparat kepolisian terhadap para teroris di dunia ketiga berubah sama sekali. Dalam buku tersebut, para pelaku terorisme di Pakistan terlibat masalah konspirasi yang cukup rumit dengan pihak kemanan. Pihak keamanan India menculik dan menyandera anggota keluarga dari para pemuda Pakistan/Kashmir yang dianggap radikal. Dengan lingkaran yang sangat tertutup, pihak intelijen India melatih dengan serius para pemuda ini untuk melakukan aksi teror. Para pemuda ini dipaksa untuk mengikuti kemauan pihak Intelijen dengan ancaman keselamatan anggota keluarganya di Pakistan. Selang beberapa bulan, mereka pun akhirnya melaksanakan operasi teror yang sudah direncanakan tersebut. Dengan sangat gegabah dan penuh kecerobohan, mereka akan melakukan aksi terorisme yang bisa membuat seluruh dunia berpaling ke mereka. Setelah itu, aparat yang sudah memiliki data-data mengenai aksi tersebut akan tampak sangat sigap menangkal aksi mereka. Dan pada akhirnya, mereka semua akan dibunuh di tempat dan tidak akan ada pengadilan atas tindakan mereka. Artinya, mereka akan mati sebelum sempat dinterogasi. Terdengar lucu ya? Tapi inilah yang ditulis di dalam buku itu. Durorrudin Mashad menggunakan data-data yang cukup banyak untuk memperkuat argumentasinya. Dan ketika teror Mumbay terjadi tahun lalu, saya langsung mengubungkannya dengan analisa Pak Mashad. Dalam aksi tersebut, seluruh teroris dihabisi oleh pihak keamanan India. &lt;br /&gt;Masalah jatuhnya korban sipil tidak terlalu menjadi persoalan bagi pihak sutradara. Hal itu akan menjadi bumbu yang sangat sedap bagi insan media dalam peliputan mereka. Setelah semuanya “bersih” maka hanya tinggal pihak keamanan yang bisa diinterogasi terkait dengan teror tersebut. Setelah itu, kita pasti tahu apa yang akan terjadi.&lt;br /&gt;Jika model seperti ini yang terjadi dalam kasus terorisme Indonesia, maka kita tidak perlu meributkan permasalahan terorisme lalu mengait-ngaitkannya dengan gerakan Islam tertentu. Namun, apabila hal itu merupakan prosedur kepolisian kita dalam masalah kontra terorisme, maka hal tersebut perlu ditinjau ulang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Menangkap hidup-hidup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tiga terpidana mati Bom Bali adalah para pelaku terorisme yang berhasil ditangkap hidup-hidup. Mereka adalah Amrozi, Ali Ghufron dan Imam Samudra. Ketiganya berhasil ditangkap hidup-hidup dan divonis bersalah atas tindakan terorisme di Bali tahun 2002 lalu. Hal ini adalah yang pertama kali terjadi di Indonesia. Tiba-tiba semuanya tampak berkaitan antara fenomena pengejaran al-Qaeda, perang Irak, Afghanistan dan munculnya gerakan-gerakan Islam pasca-reformasi. Pihak media selalu setia mengikuti setiap detik perkembangan kasus trio bom bali itu. Sejak mereka tertangkap, diadili sampai divonis mati dan akhirnya dieksekusi. Coba ingat-ingat apa yang kita lihat? Dari pemberitaan media, kita bisa melihat bahwa ketiga terpidana mati bom Bali ini adalah sosok-sosok yang sangat religius. Mereka menampilkan wajah yang sangat Islami. Dari memakai sorban, memelihara janggut, berdahi hitam dan bercelana ngatung (isbal). Kita juga bisa melihat bahwa keluarga mereka adalah orang-orang yang juga religius, setidaknya para Isteri mereka yang menggunakan jilbab panjang dan cadar. Ketika mereka berada di penjara, mereka juga kerap menjadi ustadz bagi para narapidana lainnya. Media juga kerap meliput mereka yang senantiasa membaca al-Quran, solat malam serta dhuha. Intinya, melalui pemberitaan media, kita bisa memastikan ketiganya adalah orang-orang Islam yang rajin beribadah. Ketiga terpidana mati bom Bali itu juga sempat menulis buku di balik penjara. Namun, buku itu tidak beredar luas di masyarakat. Kesalehan yang mereka tampilkan di dalam penjara bukan kesalehan seperti layaknya seorang napi yang tobat. Namun, hal tersebut adalah sesuatu yang sudah ada pada diri mereka sebelum masuk penjara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelan tapi pasti, masyarakat kita semakin phobia terhadap tampilan fisik para terpidana mati ini. Padahal, pilihan fikih para teroris ini memiliki banyak irisan dengan gerakan Islam laiinya (yang non-teror). Kebiasaan memelihara janggut dan mengenakan celana Isbal adalah hal yang sangat mudah ditemukan pada gerakan Islam di dunia saat ini. Selain itu, kebiasaan menghidupkan sunah-sunah Rasul seperti tilawah dan solat malam juga banyak dilakoni umat Islam lainnya. Pada akhirnya, orang tua akan sangat kawatir apabila anaknya mulai rajin solat malam dan pergi ke Masjid untuk solat berjamaah. Mereka kawatir anak-anak mereka teribat jaringan terorisme. Inilah kerugian paling besar yang dihadapi umat Islam apabila para pelaku terorisme itu ditangkap hidup-hidup. Kondisi media yang tidak memihak umat Islam dalam content pemberitaan mereka mampu menjadi alat cuci otak yang efektif bagi masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika saya berada di bandara Soekarno Hatta. Saat itu ada sepasang suami istri yang lewat. Si suami mengenakan gamis, sorban, berjanggut panjang dan berdahi hitam. Sang isteri mengenakan cadar dengan jilbab panjang yang berwarna hitam. Saat itu, semua orang melihat ke arah mereka dengan pandangan yang aneh. Mungkin mereka menganggap keduanya sebagai pasangan teroris. Saya iba dengan pasangan suami istri ini. Saya berkhusnu`zhon bahwa mereka orang-orang yang baik. Namun, ketiga terpidana mati yang dibiarkan hidup itu, telah menyeret umat ke dalam perkara fitnah yang besar. Sepasang muslim itu telah menjadi korbannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5740686736474153482-6292628146764333767?l=dindingkosong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dindingkosong.blogspot.com/feeds/6292628146764333767/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dindingkosong.blogspot.com/2010/03/dead-or-alive.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5740686736474153482/posts/default/6292628146764333767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5740686736474153482/posts/default/6292628146764333767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dindingkosong.blogspot.com/2010/03/dead-or-alive.html' title='DEAD OR ALIVE'/><author><name>wira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06233599671826464885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/ScjVN1kU83I/AAAAAAAAAAM/3io41kw05I4/S220/cakrawala.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/S6ig9aVhQZI/AAAAAAAAACw/TbJ9GuCcs0A/s72-c/densus88palembangt-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5740686736474153482.post-1103326235442716272</id><published>2010-03-07T20:00:00.000-08:00</published><updated>2010-03-07T20:03:36.184-08:00</updated><title type='text'>CHILDREN`S MEDIA WORKSHOP</title><content type='html'>Sudah hampir dua bulan ini, saya bergabung dengan sebuah perusahaan yang bernama Children`s Media Workshop. Dua bulan ini juga saya mencoba menikmati pekerjaan baru ini. Haha, sangat menyenangkan – tidak ada pressure di tempat kerja, tidak ada karakter2 ngebozz, yang ada adalah karakter ngemong. Segala permasalahan bisa dikompromikan (baca: dibicarakan). Tidak perlu marah2, karena marah2 membuat kita tidak senang bekerja. Hehe, tertawa terus tapi tetap fokus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan ini berkutat di bidang media anak. Perusahaan ini pun berdiri dengan dasar pemikiran membentuk media yang paling pas untuk anak2. Kami berusaha membangun media yang sehat untuk anak2 Indonesia, sekaligus menjadikan mereka subjek dalam acara yang mereka konsumsi. Intinya adalah dari anak, oleh kita, untuk anak. Dalam beberapa situasi, kami berprinsip dari anak, oleh anak, dan untuk anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bertanggung jawab di bidang penerbitan majalah anak yang sebentar lagi, insya Allah akan terbit. Jabatan saya redaksi pelaksana. Sebuah posisi yang belum pernah saya emban sebelumnya. Tapi di situlah tantangannya. Saya (terpaksa) harus mampu membuat konsep rubrik di dalam majalah ini, menentukan layout dan ilustrasi yang tepat. Di samping itu, saya juga harus memikirkan aspek bisnis dan sponsorshipnya agar majalah ini bisa tetap eksis. Sebetulnya, pembuatan majalah ini merupakan langkah baru bagi CMW, khususnya “saya pribadi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berusaha semampunya untuk mendapatkan manfaat dalam pekerjaan ini. Semoga pekerjaan ini pun bisa mendatangkan manfaat yang sebesar2nya bagi perkembangan media anak. Toh, nantinya kita juga akan memiliki anak, bukan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5740686736474153482-1103326235442716272?l=dindingkosong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dindingkosong.blogspot.com/feeds/1103326235442716272/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dindingkosong.blogspot.com/2010/03/childrens-media-workshop.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5740686736474153482/posts/default/1103326235442716272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5740686736474153482/posts/default/1103326235442716272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dindingkosong.blogspot.com/2010/03/childrens-media-workshop.html' title='CHILDREN`S MEDIA WORKSHOP'/><author><name>wira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06233599671826464885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/ScjVN1kU83I/AAAAAAAAAAM/3io41kw05I4/S220/cakrawala.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5740686736474153482.post-4670523095427384768</id><published>2009-11-26T02:41:00.000-08:00</published><updated>2009-11-26T02:44:11.571-08:00</updated><title type='text'>PERSEPOLIS</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/Sw5b3fkSN2I/AAAAAAAAACg/poT-1ssKUrs/s1600/persepolis.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/Sw5b3fkSN2I/AAAAAAAAACg/poT-1ssKUrs/s320/persepolis.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5408361211443165026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Satu lagi film propaganda yang membutuhkan modal wawasan untuk membentuk persepsi akhir mengenai isi cerita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Film ini bercerita tentang hidup seorang wanita Iran yang bernama Marjane Satrapi. Konflik yang diangkat dalam film ini diambil dari perspektif kaum proletar di Iran. Mereka kebanyakan adalah orang-orang yang berhaluan kiri dalam memperjuangkan revolusi Iran. Marjane dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang berhaluan nasionalis – sekuler. Mereka menentang keras kediktatoran rezim Syah Iran. Namun, di sisi lain mereka juga tidak sepaham dengan ideolog religi yang diusung oleh mayoritas pendukung revolusi. Internalisasi nilai pada diri Marjane berlangsung di lingkungan keluarganya. Ayahnya adalah orang yang menentang keras Rezim Syah. Kakek dan pamannya merupakan pejuang revolusi yang keluar-masuk penjara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah revolusi berhasil menumbangkan rezim Syah, muncul masalah baru di tengah-tengah keluarga Marjane. Penggambaran masalah ini mewakili perasaan banyak rakyat Iran ketika mereka masuk di era pasca-revolusi. Keluarga Marjane yang tadinya merupakan pejuang revolusi, berubah menjadi keluarga yang senantiasa diintimidasi oleh aparat pemerintah. Hal ini disebabkan adanya perebutan kekuasaan antara elemen pendukung revolusi. Revolusi yang berhasil menumbangkan Rezim Syah Iran ternyata memunculkan ideologi tunggal yang bersifat memaksa dan menekan. Ideologi yang dimaksud adalah Wilayatul Faqih yang menjadi legenda dalam sejarah revolusi Islam. Dengan adanya sistem baru yang jauh berbeda dari sebelumnya, masyarakat Iran dipaksa untuk menjalankan kehidupannya berdasarkan syariat Islam yang dipahami secara tunggal oleh pemimpin. Hal ini tentu saja menimbulkan instabilitas horisontal di dalam masyarakat. Nilai-nilai kebebasan yang selama ini diimpikan sebelum revolusi ternyata jauh panggang dari api. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi ini kemudian diperparah dengan adanya Perang Irak – Iran selama 8 tahun (1980 – 1988). Dari beberapa buku yang pernah saya baca, banyak pendapat yang mengatakan bahwa perang Irak – Iran merupakan strategi politik Khomeini untuk mendapatkan stabilitas di dalam negerinya. Banyak yang berpendapat Khomeini menggunakan filosofi Common Enemy dalam perang Irak. Bayangkan, perang itu terjadi satu tahun setelah revolusi. Di saat seluruh masyarakat sedang meraba-raba arti kebebasan dan mulai menata masa depan mereka. Pada kenyataannya, perang tersebut memang meleburkan konflik yang ada di antara elemen pendukung revolusi. Mereka terpaksa menanggalkan kepentingan pribadi mereka untuk bersatu padu melawan Saddam Hussein. Namun, di sisi Khomeini sendiri, perang ini memberikan semacam otoritas bagi penguasa baru untuk mengatur jalannya pemerintahan sekaligus merebut hati rakyat Iran. 8 tahun masa perang memberikan kesempatan bagi Khomeini dan Wilayatul Faqihnya untuk mengakar dalam sistem pemerintahan dan konstitusi Iran yang baru. Pada akhirnya, usaha ini mendatangkan korban di kalangan masyarakat Iran. Mereka yang menjadi korban secara langsung adalah golongan yang tidak sepaham dengan sistem syariat Islam yang diberlakukan di Iran. Kisah mereka diwakili oleh Marjane Satrapi dan keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari masalah yang ada di Iran. Marjane Satrapi sendiri menghadapi masalah pribadi yang berat ketika ia sekolah di Wina. Ia menghadapi shock culture dan salah pergaulan. Latar belakangnya sebagai orang Iran membuatya minder. Di samping itu, dia menjalani kisah cinta yang tragis dengan dua orang pria. Intinya, dia tidak mendapatkan apa-apa di Eropa kecuali penderitaan. Namun, di sisi lain dia mendapatkan internalisasi nilai kebebasan selama di Wina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dia kembali ke Iran, perang telah berakhir. Sesuai dengan yang sudah saya gambarkan sebelumnya, sistem Wilayatul Faqih akhirnya tegak dan mapan berdiri di negara tersebut. Marjane harus beradaptasi dengan lingkungan yang begitu ekstrim dibandingkan sewaktu dia di Wina. Di Eropa, dia menemukan kebebasan dalam bertindak dan bergaul dengan siapa saja. Tentu saja kebebasan yang dimaksud adalah kebebasan versi Barat. Kebebasan itu ternasuk berfikir dan berpendapat, suatu hal yang sangat sulit didapatkan di Iran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konflik dan pertentangan nilai antara Marjane dengan Wilayatul Faqih mendominasi adegan-adegan film ini seterusnya. Contoh adegan itu seperti kejar-kejaran antara polisi Iran dengan teman-temannya yang menggelar pesta. Kemudian adegan ditangkapnya Marjane yang sedang berdua-duaan dengan kekasihnya. Dan lain-lain. Adegan-adegan tersebut mengakumulasi dan menggiring opini penonton mengenai karakter sebuah rezim pemerintah Islam. Wilayatul Faqih yang banyak menerapkan syariat Islam  di dalamnya, digambarkan sebagai suatu sistem yang tidak lebih baik dari otoritarianisme Syah Iran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak terlalu mengharu-biru melihat penderitaan Marjane yang diangkat dalam film ini. Bagi saya, setiap perubahan pasti memakan korban. Wilayatul Faqih yang dijadikan oposisi karakter tokoh dalam film ini, di lain pihak merupakan pembebas bagi jutaan rakyat Iran. mereka adalah orang-orang Islam yang menginginkan syariat agama mereka dapat dijalankan dengan perlindungan penuh penguasa. Ketika terjadi banyak konflik dan gesekan selama masa perubahan tersebut, hal itu sangat wajar. Seandainya kita balik posisinya dimana seorang muslim Iran merasa sangat tersiksa dengan kebudayaan barat yang mengusik ketenangan spiritiualnya, maka kita bisa memahami situasi ini secara utuh. Pada akhirnya, kita akan mencoba mencari kompromi2 politik untuk menengahi konflik yang ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film ini jelas propaganda, tapi propaganda yang mencerdaskan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5740686736474153482-4670523095427384768?l=dindingkosong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dindingkosong.blogspot.com/feeds/4670523095427384768/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dindingkosong.blogspot.com/2009/11/persepolis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5740686736474153482/posts/default/4670523095427384768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5740686736474153482/posts/default/4670523095427384768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dindingkosong.blogspot.com/2009/11/persepolis.html' title='PERSEPOLIS'/><author><name>wira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06233599671826464885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/ScjVN1kU83I/AAAAAAAAAAM/3io41kw05I4/S220/cakrawala.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/Sw5b3fkSN2I/AAAAAAAAACg/poT-1ssKUrs/s72-c/persepolis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5740686736474153482.post-7665431781200803448</id><published>2009-11-14T09:31:00.000-08:00</published><updated>2009-11-26T17:26:10.199-08:00</updated><title type='text'>SIKAP DIAM FRAKSI PKS</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/Sw8qqV1FDlI/AAAAAAAAACo/-NXJwKjxHkk/s1600/pks8.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 246px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/Sw8qqV1FDlI/AAAAAAAAACo/-NXJwKjxHkk/s320/pks8.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5408588584397901394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Banyak orang-orang bertanya mengenai diamnya PKS dalam mengahadapi kasus KPK-Polri saat ini. Sikap diam mereka bahkan lebih terasa daripada gaya lamban SBY dalam merespon kasus ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, kita bisa melihat sikap Fachri Hamzah yang terkesan mendukung kepolisian dalam kasus KPK-JAKSA-POLRI. Sikap itu tentu saja sangat mengecewakan banyak pihak. Kekecewaan itu tentu saja sangat beralasan, mengingat Fachri Hamzah adalah anggota dewan dari Partai Keadilan Sejahtera, partai yang citranya sangat lekat dengan kepedulan dan kebersihan kader-kadernya. Yah setidaknya itu yang dijargonkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa penjelasan yang memang tidak populer bagi masyarakat untuk menerima sikap Fachri Hamzah dan PKS dalam kasus Cicak-Buaya tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Koalisi PKS dengan Demokrat yang disusung untuk 5 tahun ini berada di ujung tanduk apabila kasus Bank Century berhasil memakzulkan SBY-Boediono. Ingat. Isu yang beredar di masyarakat pemerhati korupsi mengatakan bahwa kasus Bank Century terkait erat dengan mantan pimpinan Bank Indonesia. Tidak salah apabila PKS cenderung mengambil posisi aman demi koalisi yang diusung untuk 5 tahun kedepan. Scenario terburuk adalah pemakzulan Boediono sebagai mantan petinggi BI yang terkait kasus Bank Century. Isu lainnya mengatakan bahwa selisih bantuan yang dikeluarkan pemerintah digunakan untuk membantu biaya kampanye Partai Demokrat. Singkat kata, apabila koalisi ini hancur, maka PKS akan menjadi musuh bersama bagi partai-partai besar yang ada. Karena sudah sangat terlambat bagi PKS untuk menjajaki koalisi bersama Golkar ataupun PDIP. Dalam dunia gerakan Islam, kondisi tersebut berarti siaga 3 bagi dakwah dan pergerakan. Ingat, salah satu alasan utama koalisi PKS dengan Demokrat adalah disepakatinya sebuah payung dakwah (mizhollatul da`wah) bagi gerakan Islam di Indonesia khususnya Tarbiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Bersikap kalem terhadap Polri yang sedang menjadi common enemy di tengah masyarakat merupakan sikap yang masuk akal. Penjelasan atas hal ini bisa kita kaji dari temuan Polri terkait para pelaku kejahatan terorisme yang ditangkap di UIN. Banyak dari mereka yang memiliki latar belakang aktivis tarbiyah (Partai Keadilan/Partai Keadilan Sejahtera). Jika kita mengkaji ke belakang, fenomena terorisme tahun 2009 memang berbeda dengan tahun 2002 dan 2006. salah satu perbedaan yang mencolok adalah latar belakang para pelaku. Terorisme tahun 2002 dan 2006 banyak dilakukan oleh para aktivis/mantan aktivis Darul Islam. Sedangkan tahun 2009, para pelaku teror banyak yang merupakan mantan aktivis tarbiyah atau salafi. Jika PKS ikut dalam arus menyerang Polri, maka bukan tidak mungkin, Polri dengan seperangkat kepercayaan masyarakat yang sudah dimilki mereka dalam menumpas terorisme, akan mengarahkan moncong senjatanya kepada PKS. Bukankah belakangan ini kita semakin sadar kalau Polri sangat sakti dalam memainkan barang bukti?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara global, fenomena terorisme mengalami pergesaran yang sangat dramatis. Pada tahun 2001 pasca peledakan WTC, al-Qaeda dan jaringannya selalu menjadikan aset negara Barat sebagai sasaran serangan. Berkali-kali terjadi serangan bom bunuh diri di negara-negara Barat yang menjadikan al-Qaeda sebagai organisasi teroris nomor satu di dunia. Kita ingat setelah Amerika, Inggris sempat mereka serang. Kemudian bom besar di kota Madrid, Spanyol dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, 2 tahun belakangan ini, para pelaku bom menjadikan negara-negara muslim sebagai sasaran baru mereka. Kita bisa mengkliping berita pengeboman yang terjadi di negara-negara seperti Pakistan, bahkan Mumbay, India yang notabene merupakan kantong warga muslim di India. Apa yang terjadi di Indonesia merupakan salah satu rangkaian dari rantai global terorisme yang sudah mulai bergeser di dunia. Tiba-tiba, para pejuang Islam ini menjadi seperti George W.Bush yang mengatakan "either you with us or with terrorist". Jadi, tidak ada opsi bagi kita di hadapan mereka. Jika kita tidak melawan Barat, maka kita adalah bagian dari musuh Islam. Setiap negara muslim yang mendukung atau membiarkan terjadinya penjajahan negara Barat atas dunia Islam dianggap sebagai musuh. Itulah yang terjadi saat ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ust.Hilmi Aminudin dalam pengarahannya untuk anggota Dewan dari PKS mengatakan bahwa fenomena ini merupakan hasil kerja intelejen barat yang menyusup ke setiap gerakan Islam Politik yang ada. Mereka masuk ke dalam Tarbiyah, Salafi dan HTI dan meracuni mereka dengan paradigma baru mengenai target serangan. Di PKS sendiri, fenomena ini sudah terlihat dengan kemunculan FKP (Forum Kader Peduli) 2 tahun yang lalu. Mereka tiba-tiba muncul dengan perasaan kecewa terhadap jamaah yang dianggapnya sudah melenceng jauh dari cita-cita syariah Islam. Mereka tiba-tiba menjadi orang-orang yang paling anti dengan demokrasi dan politik ala Barat. Di Salafi, fenomena ini lebih dashyat lagi, mereka yang pada dasarnya sudah menganggap politik sebagai bid`ah, mulai melahirkan pemikiran untuk mengangkat senjata. Taliban adalah bentuk paling kongkrit dari Salafi bersenjata. Al-Qaeda yang dipimpin oleh Osama bin Laden juga memiliki kedekatan mazhab dengan Salafi. Sayangnya, saat ini mereka gemar mengarahkan senjatanya kepada sesama muslim termasuk golongan Syiah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum ada kajian yang mendalam terhadap fenomena ini, tapi kita sudah bisa melihat dengan jelas pergerakan mereka. Sejauh ini mereka tetap menjadi golongan yang minor di tengah dunia persilatan (baca: harokah Islamiyah). Mereka sendiri masih dianggap sempalan oleh harokah induknya. Namun, tindakan dan aksi-aksi jihad versi mereka bisa menggiring harokah induk mereka ikut dikaitkan dengan terorisme. Yang pada akhirnya musuh-musuh Islam memiliki legitimasi mutlak untuk menghajar semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi inilah yang sedang dihadapi oleh PKS. Mengutip perkataan seorang ulama di Bogor, saat ini semua perangkat untuk menghajar PKS sudah ada. Yang dibutuhkan hanya momentum dan alasan yang tepat untuk mengeksekusinya. Sikap diam partai ini dalam menghadapi isu nasional yang sangat populer adalah wujud nyata dari usaha mempertahankan jamaah. Tidak ada yang bisa dilakukan PKS saat ini selain tetap bertahan (defensif) dan tidak terpancing untuk menyerang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini adalah masa-masa yang sangat sulit bagi PKS untuk membuktikan dirinya masih ada di dalam ideologi perjuangan Islam yang benar. Di satu sisi mereka harus menenangkan kadernya dengan berbagai penjelasan ideologis atas langkah yang ditempuh. Namun, di sisi lain mereka juga harus mengamankan posisi dalam dinamika perpolitikan Indonesia. Yang artinya, inilah saatnya melebur dengan demokrasi dengan selebur-leburnya tanpa harus menuhankan demokrasi. Hal ini semakin membenarkan disertasi Joseph Alagha mengenai "shifting ideology of Islamic movement". Dalam disertasinya, Alagha mengatakan bahwa ideologi sebuah gerakan Islam politik akan bergeser ke arah pragmatisme jika bertemu dengan demokrasi. Namun, saya lebih senang melihatnya sebagai sebuah strategi masa transisi daripada pragmatisme belaka. Transisi menuju peradaban yang madani.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5740686736474153482-7665431781200803448?l=dindingkosong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dindingkosong.blogspot.com/feeds/7665431781200803448/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dindingkosong.blogspot.com/2009/11/sikap-diam-fraksi-pks.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5740686736474153482/posts/default/7665431781200803448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5740686736474153482/posts/default/7665431781200803448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dindingkosong.blogspot.com/2009/11/sikap-diam-fraksi-pks.html' title='SIKAP DIAM FRAKSI PKS'/><author><name>wira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06233599671826464885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/ScjVN1kU83I/AAAAAAAAAAM/3io41kw05I4/S220/cakrawala.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/Sw8qqV1FDlI/AAAAAAAAACo/-NXJwKjxHkk/s72-c/pks8.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5740686736474153482.post-8530914194690980514</id><published>2009-10-21T17:38:00.000-07:00</published><updated>2009-10-21T17:42:38.232-07:00</updated><title type='text'>JANGAN SOMBONG; Yang Kita Tahu Lebih Sedikit Daripada Yang Kita Tidak Tahu</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Catatan ini dibuat pada 3 hari terakhir di bulan Ramadhan yang lalu. Tidak sempat diposting karena padatnya acara persiapan mudik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan kali ini betul-betul mengajarkan saya arti sebuah kebersihan hati. Dalam 10 hari terakhir di bulan Ramadhan kali ini, setidaknya 3 kali saya mendapat teguran langsung dari Allah SWT atas kotornya hati saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa pertama terjadi pada malam ke 25 Ramadhan. Saat itu saya sedang beri`tikaf di Masjid al-Muhajirin di perumahan lingkungan saya. Kebetulan saya adalah salah seorang jamaah yang gemar mengikuti acara-acara yang diadakan di masjid tersebut. Salah satu acara dalam program i`tikaf mereka adalah kajian Islam yang diisi oleh berbagai ulama dari berbagai latar belakang dan aliran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada malam hari yang berbahagia tersebut, yang bertugas sebagai narasumber kajian adalah ustadz Aman Abdurrahman Lc. Beliau adalah seorang aktivis Majelis Mujahidin Indonesia yang juga pernah ditangkap dengan tuduhan terkait aksi teror di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang yang belum sepenuhnya sepakat dengan manhaj MMI, saya sudah berfikir buruk tentang Ustadz tersebut. Saya merasa malas untuk mendengarkan kajiannya. Apalagi sudah jelas, tema yang disampaikan adalah tauhid vs demokrasi. Maka tidak ada sedikitpun rasa ikhlas saya untuk mendengarkan kajiannya. Apalagi dengan pengalaman saya selama ini berdiskusi dengan rekan-rekan MMI, mereka selalu tidak pernah salah. Ah . . . pokoknya saya betul-betul malas malam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba, Allah menegur saya dengan caranya yang unik. Pak Indra yang merupakan PJ acara I`tikaf di masjid itu meminta tolong kepada saya untuk mengantarkan ustadz Aman ke rumahnya di daerah Cileunyi. Saya sempat bertanya, Cikunir atau Cileunyi pak? Cileunyi, katanya. Saya bingung, karena saya tahu persis bahwa Cuma saya jamaah yang masih tergolong muda dan kuat untuk mengantarkan Ustadz pergi jauh dini hari begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, dengan segala macam perasaan yang bercampur aduk, saya mengantarkan Ustadz Aman ke Cileunyi tepat tengah malam. Sebagai catatan, malam itu adalah malam ganjil dimana saya sangat ingin menghabiskan waktu di masji untuk beri`tikaf. Namun, apadaya – saya harus beri`tikaf di dalam kijang innova untuk mengantarkan Ustadz Aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran kedua datang pada malam ganjil berikutnya. Kajian Islam yang diadakan di masjid mengundang seorang tokoh dari HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) sebagai pembicara. Temanya pun sangat mudah ditebak, ya – "Urgensi Penerapan Syariah dan Pendirian Khilafah". Bukan Hizbut Tahrir namanya kalau tidak membicarakan perkara "khilafah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hizbut Tahrir adalah sebuah harokah yang pada awalnya merupakan ekses evaluasi dari Ikhwanul Muslimin (bukan antitesis). Sang pendirinya, Taqiyudin an-Nabhani adalah mantan aktivis IM yang keluar karena menganggap manhaj perjuangan IM terlalu pasif dan tidak efektif. Selanjutnya, dia mengembangkan ijtihadnya sendiri dengan membentuk Hizbut Tahrir yang mengfokuskan diri pada pembentukan Khilafah Islamiyah. Terus terang, saya tidak terlalu suka dengan harokah ini, karena begitu banyaknya anomali pada manhaj mereka terutama yang terkait dengan islahuddaulah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan latar belakang tersebut, seperti biasa, saya sudah merasa malas dengan kajian sebelum dimulai. Hati ini rasanya kotor betul dan tidak memiliki ketertarikan untuk mendengarkan kajian. Bahkan, saya berfikir untuk duduk di koridor masjid saja dan mengejar target tilawah ramadhan daripada mendengarkan kajian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama sebelum kajian dimulai, pak Indra mendatangi saya. Dia bilang "akh tolong nanti antum yang menjadi pembawa acara, karena pak Donny tidak datang malam ini". Saya sulit untuk menolak, karena saya tidak bisa mencari-cari alasan yang tepat untuk tidak berbohong. Tidak mungkin saya katakan kepada Pak Indra kalau saya tidak suka HT. Akhirnya, sambil mencoba untuk ikhlas, saya maju ke depan, bersalaman dan duduk disamping Ustadz HT. 5 menit pertama saya betul-betul mati gaya. Saya tidak henti-hentinya beristighfar dan setelah itu hati saya merasa lebih tenang. Menit-menit berikutnya belalu tanpa terasa. Ternyata banyak hal yang baik dari konsep khilafah HT. Sesi tanya jawab pun menjadi sangat menarik dan seru. Beberapa pendapat sang Ustadz memang masih perlu dikaji lebih dalam, tapi pada umumnya, apa yang mereka perjuangkan adalah sebuah kebaikan. Setidaknya, saya lebih bisa memahami mereka dibandingkan sebelunya, yaaa setidaknya malam itu lah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astaugfirullah al-adzhim, betapa sombongnya saya. Seolah-olah saya sudah lebih mengerti konsep khilafah daripada sang Ustadz. Mungkin ini adalah teguran yang kesekian kali dari Allah kepada saya yang malas untuk belajar. Malas untuk mengkaji, dan senang terhadap hal yang instan-instan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu `alam bima yasna`un&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5740686736474153482-8530914194690980514?l=dindingkosong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dindingkosong.blogspot.com/feeds/8530914194690980514/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dindingkosong.blogspot.com/2009/10/jangan-sombong-yang-kita-tahu-lebih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5740686736474153482/posts/default/8530914194690980514'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5740686736474153482/posts/default/8530914194690980514'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dindingkosong.blogspot.com/2009/10/jangan-sombong-yang-kita-tahu-lebih.html' title='JANGAN SOMBONG; Yang Kita Tahu Lebih Sedikit Daripada Yang Kita Tidak Tahu'/><author><name>wira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06233599671826464885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/ScjVN1kU83I/AAAAAAAAAAM/3io41kw05I4/S220/cakrawala.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5740686736474153482.post-7993460567209875137</id><published>2009-10-20T17:22:00.000-07:00</published><updated>2009-10-22T17:31:28.794-07:00</updated><title type='text'>NUKLIR IRAN UNTUK DAMAI</title><content type='html'>Iran meresmikan instalasi pengayaan uranium mereka yang baru di kota Qom. Reaktor nuklir yang baru ini dianggap sebagai usaha Iran untuk menciptakan senjata nuklir. Dunia pun kembali terperanjat Saya teringat sewaktu presiden Ahmadinejad datang ke kampus saya 4 tahun yang lalu. Saat itu dia memberikan kuliah umum seputar hubungan Indonesia – Iran. Di dalam sesi tanya jawab dengan mahasiswa UI saat itu, ada seorang teman saya yang bertanya mengenai nuklir Iran. Teman saya menanyakan apakah Iran berusaha menciptakan senjata nuklir dari pembangunan nukirnya tersebut. Presiden Ahmadinejad menjawab dengan sangat santai. Dia bilang saat ini kami belum mampu menciptakan senjata nuklir, tapi kemampuan itu sudah ada di dalam kepala kami (seraya menunjuk kepalanya dengan jari telunjuk)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nuklir adalah puncak dari segala ilmu pengetahuan yang ada saat ini. Berbagai disiplin ilmu eksak bertemu dalam teknologi ini. Dalam teknologi nuklir ada ilmu matematika, fisika, dan kimia. Jadi, sangat tidak adil apabila teknologi ini hanya boleh diadopsi oleh beberapa negara di dunia. siapapun berhak mengembangkan teknologi ini untuk kesejahteraan masyarakat. Hal ini yang di kemudian hari disebut dengan nuklir untuk kepentingan sipil dan damai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, sampai di mana kita bisa memberi sikap terhadap kecenderungan suatu negara untuk menciptakan nuklir untuk kepentingan militer (bom atom)? Dalam konteks Iran saat ini, marilah kita tinjau berbagai faktor terkait dalam perspektif politik dan hubungan internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Balance of regional power&lt;/span&gt;. Di wilayah Timur Tengah, kekuatan politik dan ekonomi banyak di dominasi oleh kekuatan sumber daya alam dan senjata. Negara yang memiliki cadangan minyak bumi berlimpah akan mendominasi konstelasi. Begitu pula dengan negara yang memiliki kekuatan militer yag besar, akan memiliki posisi tawar yang sangat signifikan dalam politik kawasan. Keseimbangan kekuatan militer tersebut terganggu semenjak Israel memiliki senjata nuklir. Israel yang lahir secara ilegal di kawasan ini, justru menjadi pihak yang paling kuat dalam hal militer dan persenjataan. Hal ini dibuktikan dengan kemenangan mereka pada perang-perang yang dilakukan dengan negara-negara Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Global bargaining position&lt;/span&gt;. Isu nuklir jelas menjadi persoalan internasional manakala si pemilik nuklir sulit untuk diajak bekerjasama dalam kesepakatan proliferasi. Iran, dalam hal ini mendapatkan banyak sekali sorotan dari dunia internasional yang kemudian terbagi menjadi dua golongan, yang pro dan kontra terhadap nuklir Iran. pihak yang mendukung tentu saja berasal dari negara-negara yang memiliki rasa keterwakilan dalam isu nuklir ini. Kebanyakan dari mereka adalah negara yang ingin memiliki teknologi serupa pada waktu yang akan datang. Selain itu, Iran juga mendapatkan dukungan dari negara-negara yang notabene-nya berkonflik dengan AS seperti Venezuela dan Bolivia. Ditambah lagi gaya berpolitik Ahmadinejad yang memusuhi dominasi negara barat, terutama Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, apabila kita melihat isu ini dari perspektif politik domestik Iran, maka akan tampak hal-hal berikut;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.   Pengalihan isu yang efektif. Di dalam negerinya sendiri, Ahmadinejad memiliki banyak oposisi. Mereka adalah golongan yang tidak menyukai gaya politik Ahmadinejad yang kontra terhadap negara Barat. Mereka juga golongan yang menginginkan perubahan pada konstitusi dasar Iran, yaitu Wilayatul Faqih. Menurut Musthafa Abdurrahman, golongan ini disebut kaum reformis. Sebaliknya para loyalis Wilayatul Faqih disebut kaum konservativ. Pergesekan di antara kedua kubu ini akan memanas setiap menjelang waktu putaran Pemilu. Sejauh ini, isu nuklir sanggup meredam pergesekan tersebut sekaligus menjadi pengalih yang efektif. Terbukti, pada Pemilu yang lalu, Ahmadinejad kembali terpilih dengan memanfaatkan isu nuklir yang memang dibuat  "seolah-olah" tidak selesai-selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Rekonsiliasi nasional. Iran adalah negara yang memiliki akar budaya dan peradaban yang tinggi di dunia. mereka sangat bangga dengan identitas ke"persia"an mereka disamping kultur keislaman yang juga cukup kuat. Isu nuklir yang dipropagandakan oleh pemerintahan Ahmadinejad selalu dikaitkan dengan kebangkitan masyarakat Islam khususnya orang-orang Persia di dunia. cara-cara ini terbukti efektif untuk memprovokasi dukungan masyarakat Iran terhadap pegembangan nuklir mereka. Sebagai catatan, mazhab Syiah yang mayoritas dianut oleh masyarakat Iran merupakan mazhab minor di dunia Islam. Kepemilikan teknologi nuklir tentu saja akan mengangkat citra Iran di mata dunia Islam yang mayoritas bermazhab Sunni. Kondisi ini tentu saja menambah kepercayaan diri bangsa Iran yang pernah melewati masa-masa ta`kiyah (menyembunyikan identitas mazhab) pada zaman kekuasaan Bani Abbasiyah. Sejak masa itu, penganut Syiah dianggap sebagai golongan sesat dan dikafirkan oleh kekuasaan kholifah yang Sunni. Dengan isu nuklir, perlahan-lahan mereka ingin mendapatkan kesetaraan di dalam dunia Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmadinejad betul-betul pandai membaca situasi internasional. Jika kita lihat tekanan yang diberikan pihak-pihak yang kontra terhadap nuklir Iran, maka kita bisa memisahkan mereka menjadi dua golongan berdasarkan ancaman sanksi yang akan diberikan. Golongan pertama adalah yang mengancam akan memberikan sanksi ekonomi berupa embargo dan lain-lain. Golongan ini dipmpin oleh Amerika Serikat dan beberapa negara Barat. Golongan kedua adalah yang mengancam dengan sanksi militer berupa serangan langsung ke reaktor-reaktor nuklir Iran. Sejauh ini, hanya Israel yang termasuk ke dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan Ahmadinejad untuk membangun reaktor nuklir di kota Qom jelas merupakan pertahanan yang ampuh untuk mencegah serangan Israel. Qom adalah kota yang disucikan oleh seluruh rakyat Iran. Kota Qom adalah tempat para faqih (pengganti imam) bersekolah dan menempuh pendidikan agama. Ayatulah Khomeini dan para faqih setelahnya adalah alumnus kota Qom. Israel akan berfikir ribuan kali untuk menyerang kota Qom yang disucikan oleh bangsa Iran. kasus ini sama persis dengan yang terjadi pada bom nuklir tahun 1945. Ketika itu, Amerika Serikat sempat menjadikan Kyoto sebagai target sasaran bom. Namun, kemudian mereka membatalkannya dengan alasan Kyoto adalah kota yang disucikan rakyat Jepang. Menghancurkan Kyoto dianggap tidak akan membuat Jepang menyerah, justru sebaliknya, mereka akan bangkit sampai titik darah penghabisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari faktor apapun, mengembangkan teknologi nuklir untuk sebuah tujuan damai adalah hak setiap negara di dunia. apabila di kemudian hari tekonologi itu dikembangkan untuk tujuan militer, maka kita harus jeli melihat konstelasi kekuatan yang ada di dunia. Aturan non-proliferasi nuklir seharusnya ditegakkan untuk semua negara di dunia dan dijamin bersama-sama pelaksanaannya. Jadi, apabila kita ingin dunia tanpa senjata nuklir maka seharusnya tidak ada satupun yang berhak memiliki hulu ledak nuklir. Sebaliknya, jika ada negara-negara yang diperbolehkan memilikinya, maka seharusnya seluruh negara di dunia berhak memilikinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5740686736474153482-7993460567209875137?l=dindingkosong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dindingkosong.blogspot.com/feeds/7993460567209875137/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dindingkosong.blogspot.com/2009/10/nuklir-iran-untuk-damai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5740686736474153482/posts/default/7993460567209875137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5740686736474153482/posts/default/7993460567209875137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dindingkosong.blogspot.com/2009/10/nuklir-iran-untuk-damai.html' title='NUKLIR IRAN UNTUK DAMAI'/><author><name>wira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06233599671826464885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/ScjVN1kU83I/AAAAAAAAAAM/3io41kw05I4/S220/cakrawala.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5740686736474153482.post-3616248724311412717</id><published>2009-09-14T15:34:00.000-07:00</published><updated>2009-09-14T15:35:57.554-07:00</updated><title type='text'>TREN DZIKIR PERKOTAAN</title><content type='html'>Hari Sabtu tanggal 12 September yang lalu atau bertepatan dengan tanggal 23 Ramadhan, saya pergi ke Masjid at-Tin untuk beri`tikaf. Malam itu adalah malam ganjil yang sering dikaitkan dengan turunnya lailatul qadr. Saya sampai di masjid besar itu pukul 1 dini hari. Namun, apa yang saya lihat? Masjid itu penuh sesak dengan manusia yang sedang beri`tikaf. Mereka datang lebih dulu daripada saya. Mereka membawa segenap teman dan keluarga mereka. Masjid at-Tin yang dingin dan nyaman untuk beri`tikaf dalam bayangan saya, berubah menjadi seperti posko bencana alam. Subhanallah . . . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tipikal orang yang tidak menyenangi keramaian. Jika sedang dalam situasi macet, sambil merasa kesal, saya sering bergumam lagi ngapain sih, ni orang2???. Tapi kali ini, saya tidak bisa bergumam seperti itu lagi. Keramaian di at-Tin adalah fenomena dzikir perkotaan yang patut disyukuri. Subhanallah . . .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10 tahun yang lalu, entah mungkin sekitar itu, ibadah i`tikaf tidak sepopuler saat ini.  Masyarakat belum terlalu mengenal dengan baik jenis ibadah yang satu ini. Tabligh dan ta`lim yang ada tidak terlalu memobilisasi masyarakat untuk bergerak ke masjid untuk beri`tikaf. Saya sendiri baru mengenal ibadah ini ketika duduk di bangku SMA, itupun di saat2 terakhir masa sekolah ketika saya berislah dengan teman2 rohis.* &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi itu dulu, saat ini zaman telah berubah. Seperti halnya harokah dan kebebasan berorganisasi serta kedewasaan demokrasi di negara ini yang terus berkembang, masyarakat sudah jauh lebih baik. Dakwah Islam yang bersifat revivalis berkembang dengan sangat bebas di tengah masyarakat. Beberapa elemen masyarakat yang sudah terlebih dahulu akrab dengan peribadatan sunah seperti ini semakin menemukan objek dakwah mereka. Dan pada akhirnya, seperti yang kita lihat hari ini. Perlahan tapi pasti, masyarakat semakin sadar tentang pentingnya ibadah di 10 hari terakhir bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun hakikatnya, pemandangan yang saya saksikan di at-Tin malam itu telah menggugah hati dan pikiran saya tentang karakter dakwah umat Islam di Indonesia. Saya bertanya-tanya, siapa gerangan yang telah menggerakan sekian banyak orang untuk beri`tikaf di masjid ini. Sebelumnya saya sering berpendapat bahwa hanya saya dan teman2 saya yang paling giat menghidupi budaya i`tikaf dari halaqoh ke halaqoh. Tapi sekarang, lihatlah at-Tin!! Apakah mereka semua berhalaqoh? Apakah mereka selalu bertemu tiap pekannya? Apakah mereka semua memiliki manhaj yang sama? I dont think so . . Jadi jelas, keberhasilan dakwah ini adalah pertolongan Allah dan bukan dominasi peran "kami" atau "mereka". Ya, betul, dakwah ini akan tetap ada, dengan atau tanpa kita . . dan saya teringat kata2 ayah teman saya di ponorogo, dia bilang jika kita masih berpegang kepada qur`an dan sunah, pada suatu hari nanti, kita akan bertemu dalam satu garis perjuangan yang sama, insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Ishlah :  berdamai atau rekonsiliasi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5740686736474153482-3616248724311412717?l=dindingkosong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dindingkosong.blogspot.com/feeds/3616248724311412717/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dindingkosong.blogspot.com/2009/09/tren-dzikir-perkotaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5740686736474153482/posts/default/3616248724311412717'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5740686736474153482/posts/default/3616248724311412717'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dindingkosong.blogspot.com/2009/09/tren-dzikir-perkotaan.html' title='TREN DZIKIR PERKOTAAN'/><author><name>wira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06233599671826464885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/ScjVN1kU83I/AAAAAAAAAAM/3io41kw05I4/S220/cakrawala.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5740686736474153482.post-4877295621767719530</id><published>2009-08-31T08:08:00.000-07:00</published><updated>2009-08-31T08:11:00.998-07:00</updated><title type='text'>WA MA ADRA KA MA LAILATUL QADR?</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Inna anzalnahu fi lailatul qodr&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Surat al-Qodr adalah surat ke 97 dari al-Quran al-Karim. Kalau kita perhatikan surat sebelumya adalah surat al-Alaq dengan nomor surat 96. dua surat ini walaupun berdekatan tapi memiliki latar belakang turun yang berbeda jauh. Surat al-Alaq diturunkan ketika Nabi SAW berada di Mekkah, sedangkan surat al-Qadr diturunkan ketika Nabi berada di kota Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarak antara kedua surat itu yang ditempatkan berdekatan dalam al-Quran menyiratkan satu pesan kepada kita tentang pentingnya membaca al-Quran. Dan keutamaan membaca al-Quran diabadikan dalam kemuliaan malam lailatul qadr, yaitu malam diturunkannya al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Wa ma adra ka ma lailatul qadr?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam al-Quran, kalimat wa ma adraka digunakan sebanyak 13 kali (kalo gak percaya itung aja sendiri). Dari seluruh kalimat tersebut hanya pada surat al-Qadr lah Allah menggunakannya untuk menjelaskan suatu peristiwa yang penuh kemuliaan. Sisanya, sebanyak 12 kali, kalimat tersebut digunakan untuk menjelaskan hari kiamat. Artinya, antara hari kiamat dan al-Qadr sama-sama merupakan peristiwa besar yang Rasul saja tidak bisa mengetahui kapan terjadinya selain tanda-tandanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyid Qutb dalam fi Zhilalil Quran mengartikan al-Qadr menjadi:&lt;br /&gt;Pertama, artinya ketetapan. Yang dimaksud disini adalah Allah menjadikan malam tersebut sebagai sebuah ketetapan terhadap hidup seorang hambanya di kemudian hari. Ketetapan itu tentu saja sesuatu yang baik.&lt;br /&gt;Kedua, artinya sempit. Yang dimasud dari sempit disini adalah sedikitnya waktu yang ada untuk memanfaatkan lailatul qadr. Dalam ayat yang lain Allah mengatakan yuqdirullah . . . Allah menyempitkan . . . seperti itulah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Lailatul Qadri khoiru min alfi syahr&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bilangan 1000 bulan yang kemudian dijumlah menjadi 83 tahun adalah bilangan yang mewakili betapa banyaknya pelipatgandaan amal pada malam tersebut. Konteks masyarakat Arab ketika diturunkannya ayat ini hanya mengenal bilangan 1000 sebagai angka yang terbesar. Mereka belum mengenal juta, milyar atau triliun. Beberapa ulama mengatakan, kalimat 1000 bulan dalam surat al-Qadr bisa menjadi miliar atau triliun dalam konteks saat ini. Karena memang hakikat bunyi ayat itu adalah suatu pelipatgandaan yang tidak terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tanazalul malaikah wa ruh fiha min kulli amr salamun hiya hattamat lail fajr&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Begitu banyaknya malaikat yang turun ke bumi untuk memberikan kebaikan kepada orang-orang yang beribadah pada malam tersebut. Penjagaan para malaikat Allah pada malam lailatul Qadr menurut sebagian ulama tidak terbatas sampai fajar esok paginya. Namun, sampai fajar kehidupan berikutnya, yaitu hari kiamat. Ada sebagian ulama yang menganggap malam lailatul qadr hanya turoritas ulama mengun sekali ketika diturunkannya al-Quran. Namun mayoritas ulama menganggap malam ini turun setiap tahunnya di bulan Ramadhan. Salah satu buktinya adalah penggunaan fiil mudhori pada kata "tanazalu" – fiil mudhori itu kalau bahasa kitanya present continues tense. Menurut Imam Ghazali yang dikutip oleh Muhammad Abduh, ada dua bisikan dalam diri manusia. Bisikan p ertama adalah bisikan kebaikan yang berasal dari malaikat serta yang kedua bisikan kejahatan yang berasal dari syetan. Artinya, seseorang yang berhasil mendapatkan lailatul qadr akan mendapatkan penjagaan dari para malaikat sampai hari kiamat. Sehingga orang tersebut memiliki kecenderungan untuk melakukan kebaikan seumur hidupnya. Subhanallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai catatan penutup, kita harus tahu bahwa lailatul qadr dengan segala kemuliaannya tadi tidak datang kepada semua orang begitu saja. Dia hanya datang kepada orang-orang yang sudah mempersiapkan diri menyambutnya dengan kebersihan hati dan kehusyukan beribadah. Maka, maksimalkan bulan Ramadhan kali ini agar kita layak menyambut lailatul qadr.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5740686736474153482-4877295621767719530?l=dindingkosong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dindingkosong.blogspot.com/feeds/4877295621767719530/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dindingkosong.blogspot.com/2009/08/wa-ma-adra-ka-ma-lailatul-qadr.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5740686736474153482/posts/default/4877295621767719530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5740686736474153482/posts/default/4877295621767719530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dindingkosong.blogspot.com/2009/08/wa-ma-adra-ka-ma-lailatul-qadr.html' title='WA MA ADRA KA MA LAILATUL QADR?'/><author><name>wira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06233599671826464885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/ScjVN1kU83I/AAAAAAAAAAM/3io41kw05I4/S220/cakrawala.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5740686736474153482.post-8626141886158950948</id><published>2009-08-27T04:53:00.000-07:00</published><updated>2009-08-27T07:09:27.986-07:00</updated><title type='text'>Transformer 2</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/SpaTRc4PIkI/AAAAAAAAACA/BZdDW_w87M8/s1600-h/350px-Movie_Starscream_promorender2.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 258px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/SpaTRc4PIkI/AAAAAAAAACA/BZdDW_w87M8/s320/350px-Movie_Starscream_promorender2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374645133332390466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Film Transformer 2: Revenge of The Fallen betul-betul memuaskan hasrat saya terhadap film fiksi selama ini. Sang sutradara, Michael Bay tahu betul bagaimana membuat penonton tidak bisa berpaling dari layar bioskop ketika adegan demi adegan ditampilkan. Sepintas memang tidak ada yang penting dari film ini dibandingkan film-film besar yang bertema drama atau kisah hidup seseorang. Tapi saya punya pendapat lain. Bagi saya, film ini jauh melampaui kualitas drama-drama yang memenangi oscar ataupun film festival. Film inilah yang menjadi inti drama peradaban yang saat ini dipimpin oleh Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Drama peradaban, istilah yang sedikit memaksa memang, tapi itulah yang terlintas ketika saya membuat tulisan ini. Bagaimana tidak, orang yang tahu betul bagaimana perkembangan teknologi persenjataan saat ini tentu paham bahwa Transformer 2 mengakali fokus kita terhadap dunia persenjataan. Memang, Transformer 2 tidak sendirian dalam membuat akal-akalan. Ada film lain yang diliris berdekatan yaitu G.I Joe yang juga membuat drama peradaban tapi dengan perspektif yang berbeda. Transformer 2 menggunakan banyak senjata yang saat ini merupakan alutsista terdepan militer AS. Sedangkan G.I  Joe tidak lebih dari sekedar film untuk anak kecil dengan adegan fiksi yang berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Kalau kita mengikuti edisi koleksi majalah angkasa mengenai persenjataan, kita akan menemukan semuanya dalam film Transformer 2. Dalam edisi mengenai pesawat tempur masa depan, angkasa menempatkan F-22 Raptor sebagai jet tempur generasi terbaru sekaligus tercanggih yang dimiliki AS. Di film Transformer 2, jet ini berubah menjadi Starscream, salah satu karakter Decepticon yang kuat. Memang, dalam perkembangan selanjutnya, ada jet tempur lain yang juga memiliki kecanggihan setara F-22 yaitu F-35. Tapi, tetap saja, setiap orang yang mencintai dunia dirgantara pasti sepakat bahwa F-22 adalah tipikal jet yang bakal menggantikan F-16 yang legendaris atau F-15 yang sadis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Di dunia daratan, alutsista AS yang paling kesohor saat ini adalah tank M1-Abrams. Yeup, tank ini ada di perang-perang terakhir AS di Timur Tengah. Tank ini menjadi alusista AS yang paling diandalkan saat ini dan memensiunkan semua jenis Tank pendahulunya. Dalam Transformer 2, Abrams diabadikan oleh karakter Decepticon yang lain. Saya lupa namanya... Begitu digdayanya militer AS di dunia nyata bahkan di dunia fiksi sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Film ini merupakan pengalihan fokus kita terhadap teknologi persenjataan AS yang sedang dikembangkan saat ini. Bayangkan, dalam situasi darurat kemanan dunia seperti dalam film itu, AS hanya menggunakan alutsista yang ada dalam majalah-majalah militer. Kita tahu persis, bukan AS namanya kalau tidak ada senjata yang rahasia. Saat ini, AS mencurahkan segala kemampuannya dalam mengembangkan berbagai macam artileri canggih. Kecanggihan artileri ini akan meminimalkan peran alutsista berat lain, seperti Tank dan pesawat tempur. Artileri yang saya maksud adalah berbagai macam bom canggih berpenuntun satelit. Kita mengenal jenis bom seperti JSAW dan JDOM yang digunakan AS untuk menghancurkan bunker pasukan Saddam di Irak. Kedua bom tersebut adalah awal dari perkembangan teknologi bom selanjutnya. Semua jenis bom pintar ini akan mempercepat jalannya perang dengan tingkat keakuratan yang sangat tinggi. Penggunaannya juga ringkas dan minim SDM. Itulah sebabnya, AS mengembangkan teknologi pesawat tempur siluman (stealth) dengan kecepatan melebihi Mach 3 (3 kali kecepatan suara) untuk membawa bom-bom semacam ini. Disamping itu, mereka juga mengambangkan pesawat tanpa awak (UAV- Unmanned Aerial Vehicle) yang bisa dioperasikan seperti remote control. Jenis UAV yang ada dalam Transformer 2 adalah Predator, salah satu UAV tercanggih dan termahal saat ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Jika kita perhatikan, tren ancaman keamanan bagi AS (bukan dunia) adalah terorisme sipil. Mereka selalu menggunakan taktik perang kota dan berbaur bersama elemen masyarakat sipil sehingga sulit diatasi. Beberapa organisasi yang dimusuhi AS seperti al-Qaeda dan Taliban sangat sulit dikalahkan karena metode ini. Menggelar sebuah operasi militer darat ala "counter strike" terbukti tidak pernah bisa mengatasi mereka. Oleh karena itu, AS cenderung menggunakan gaya sapu bersih ketika harus melumpuhkan target teroris. Jika sebuah rumah atau gedung dideteksi sebagai markas teroris, maka AS akan menghancurkan bangunan tersebut dan beberapa rumah disekelilingnya. Target sipil jelas tidak bisa dihindari, tetapi tentu saja AS memiliki segudang pembenaran. Apalagi mereka memiliki doktrin khusus mengenai terorisme. Semua pihak yang melindungi para pelaku teror dan target AS dianggap sebagai teroris itu sendiri. Cara ini juga mendidik masyarakat sipil untuk bekerjasama dengan pihak AS apabila mereka tidak mau dijadikan sasaran serangan. Inilah implementasi kebijakan war on terror warisan Bush. Either you with us or with terorrist. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;   Intinya, saya sangat merekomendasikan anda untuk menonton Transformer 2 sebagai film yang mewakili peradaban saat ini. Kalimat ini tidak berlebihan karena memang peradaban manusia digiring oleh kemajuan teknologi perang. Transformer 2 mengkakali wawasan kita terhadap teknologi persenjataan itu sendiri dengan menampilkan berbagai senjata konvensional. Padahal, militer AS sedang memasuki era full digital. Film itu bisa menggambarkan kepada kita bagaimana kekuatan militer AS di dunia. Seolah-olah, film ini juga memberi pesan bahwa hanya alien seperti Decepticon dan Autobots lah yang bisa "merepotkan" AS.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5740686736474153482-8626141886158950948?l=dindingkosong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dindingkosong.blogspot.com/feeds/8626141886158950948/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dindingkosong.blogspot.com/2009/08/transformer-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5740686736474153482/posts/default/8626141886158950948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5740686736474153482/posts/default/8626141886158950948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dindingkosong.blogspot.com/2009/08/transformer-2.html' title='Transformer 2'/><author><name>wira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06233599671826464885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/ScjVN1kU83I/AAAAAAAAAAM/3io41kw05I4/S220/cakrawala.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/SpaTRc4PIkI/AAAAAAAAACA/BZdDW_w87M8/s72-c/350px-Movie_Starscream_promorender2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5740686736474153482.post-3898106741095171090</id><published>2009-04-03T01:01:00.000-07:00</published><updated>2009-04-06T02:47:31.964-07:00</updated><title type='text'>SONG MEANING -- EMPTY WALLS By SERJ TANKIAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/SdXCxkd5UbI/AAAAAAAAABw/dhUjwHw9me0/s1600-h/serj.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 261px; height: 329px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/SdXCxkd5UbI/AAAAAAAAABw/dhUjwHw9me0/s400/serj.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320372691666555314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Your &lt;b style="color: black; background-color: rgb(255, 255, 102);"&gt;empty&lt;/b&gt; &lt;b style="color: black; background-color: rgb(160, 255, 255);"&gt;walls&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;pre&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Your &lt;b style="color: black; background-color: rgb(255, 255, 102);"&gt;empty&lt;/b&gt; &lt;b style="color: black; background-color: rgb(160, 255, 255);"&gt;walls&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pretentious attention&lt;br /&gt;Dismissive apprehension&lt;br /&gt;Don't waste your time&lt;br /&gt;On coffins today&lt;br /&gt;When we decline&lt;br /&gt;From the confines of our mind&lt;br /&gt;Don't waste your time&lt;br /&gt;On coffins today&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Don't you see their bodies burning&lt;br /&gt;Desolate and full of yearning&lt;br /&gt;Dying of anticipation&lt;br /&gt;Choking from intoxication&lt;br /&gt;Don't you see their bodies burning&lt;br /&gt;Desolate and full of yearning&lt;br /&gt;Dying of anticipation&lt;br /&gt;Choking from intoxication&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I want you to be left behind those &lt;b style="color: black; background-color: rgb(255, 255, 102);"&gt;empty&lt;/b&gt; &lt;b style="color: black; background-color: rgb(160, 255, 255);"&gt;walls&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Taught you to see from behind those &lt;b style="color: black; background-color: rgb(255, 255, 102);"&gt;empty&lt;/b&gt; &lt;b style="color: black; background-color: rgb(160, 255, 255);"&gt;walls&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Those &lt;b style="color: black; background-color: rgb(255, 255, 102);"&gt;empty&lt;/b&gt; &lt;b style="color: black; background-color: rgb(160, 255, 255);"&gt;walls&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;When we decline&lt;br /&gt;From the confines of our mind&lt;br /&gt;Don't waste your time&lt;br /&gt;On coffins today&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I loved you yesterday&lt;br /&gt;Before you killed my family&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;pre&gt;&lt;b style="color: black; background-color: rgb(160, 255, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/pre&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Empty Walls, artinya ya tembok kosong--yang dimaksud Serj dengan tembok kosong adalah Irak setelah dibombardir Amerika Serikat. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Empty coz there`s nothing left to do there&lt;/span&gt;. Lagu ini mewakili seluruh isi album&lt;span style="font-style: italic;"&gt; elect the dead&lt;/span&gt; yang berisi kritik keras terhadap kebijakan perang AS di Irak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pikir, lirik2 selanjutnya dalam lagu ini bisa langsung dimengerti.&lt;br /&gt;Bait kedua bercerita seputar kesia-siaan tindakan. "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Don't waste your time, on coffins today&lt;/span&gt;.." lirik ini ditujukan untuk para serdadu AS dan pasukan koalisi yang datang ke Irak. Mereka hanya akan membuang2 waktu, bahkan hanya akan menjadi mayat dalam peti mati. Bahasa kita-nya mati konyol gitu lah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bait berikuitnya "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Don't you see their bodies burning&lt;/span&gt;..." dan seterusnya bercerita tentang situasi perang yang dipenuhi korban2 ledakan bom. Kalimat selanjutnya, saya interpretasikan sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;empty walls&lt;/span&gt; tadi, kota-kota yang dilanda perang menjadi zona yang terisolasi sekaligus dipenuhi racun (toxic) dari senjata dan peluru kendali. “Choking from intoxication"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lirik selanjutnya,“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;I loved you yesterday, before you killed my family&lt;/span&gt;”, kalimat ini menceritakan bagaimana hubungan pemerintahan Irak dengan AS yang dulu pernah sangat dekat. Bahkan ketika perang Irak – Iran terjadi pada tahun 1980 – 1988, Amerika Serikat berada di pihak Irak. Sebagian besar masyarakat Irak memang mengakui kekejaman Saddam Hussein dan menginginkan adanya perbahan dalam system pemerintahan Irak. Amerika Serikat yang memang berkampanye untuk membebaskan rakyat Irak dari cengkraman rezim Saddam sempat mendapat dukungan yang luas. Namun, ternyata cara yang dipakai oleh AS terlalu radikal (perang) sehingga harapan rakyat Irak yang tadinya digantungkan pada negeri ini berubah menjadi kebencian dan dendam. Perang itu telah membunuh banyak rakyat Irak, tidak terkecuali wanita dan anak-anak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5740686736474153482-3898106741095171090?l=dindingkosong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dindingkosong.blogspot.com/feeds/3898106741095171090/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dindingkosong.blogspot.com/2009/04/song-meaning-empty-walls-by-serj.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5740686736474153482/posts/default/3898106741095171090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5740686736474153482/posts/default/3898106741095171090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dindingkosong.blogspot.com/2009/04/song-meaning-empty-walls-by-serj.html' title='SONG MEANING -- EMPTY WALLS By SERJ TANKIAN'/><author><name>wira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06233599671826464885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/ScjVN1kU83I/AAAAAAAAAAM/3io41kw05I4/S220/cakrawala.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/SdXCxkd5UbI/AAAAAAAAABw/dhUjwHw9me0/s72-c/serj.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5740686736474153482.post-8782236067011578432</id><published>2009-04-01T06:07:00.000-07:00</published><updated>2009-04-01T20:24:54.007-07:00</updated><title type='text'>PEMILU AS DAN DUNIA ISLAM</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/SdNoljS84sI/AAAAAAAAABg/nSIBdhMS1nc/s1600-h/gaza8.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 242px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/SdNoljS84sI/AAAAAAAAABg/nSIBdhMS1nc/s320/gaza8.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319710579193864898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;                                Pertanyaan awal mungkin adalah, “kenapa AS?” Jawabannya jelas, AS merupakan salah satu faktor dominan konflik yang ada di Timur Tengah saat ini. Hampir tidak ada satu konflik pun yang tidak melibatkan AS, baik secara langsung maupun tidak langsung di Timur Tengah. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yeup&lt;/span&gt;, negara yang disebut oleh Khomeini sebagai "Setan Besar" ini, sedang melaksanakan pesta demokrasi mereka. Pemilu AS, yang merupakan pesta demokrasi dalam dinamika politik dalam negeri AS, akan memiliki implikasi luas ke seluruh dunia, dalam konteks suplemen ini, Timur Tengah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;Pemilu AS  sudah memenangkan Barack Obama dari kubu Deokrat dengan wakil presiden Joe Biden. Mereka mengalahkan pesaing  dari kubu Republik, John Mccain dan calon wakilnya Sarah Pallin. Namun, siapa pun yang menang, tidak ada  yang dapat diharapkan untuk masa depan Timur Tengah dan dunia Islam. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;Jadi begini; Barack Obama yang dianggap sebagai tokoh revolusioner--mendobrak tradisi WASP (&lt;i style=""&gt;White Anglo-Saxon Protestan&lt;/i&gt;) karena negro-nya--memiliki visi yang tidak lebih baik dari George W Bush. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Media internasional yang begitu gencar menyoroti Obama seakan mengalihkan isu yang paling sentral bagi kita, yaitu visi Obama terhadap dunia Islam. Penokohan Obama sudah tidak dapat diragukan lagi karena hampir setiap surat kabar nasional/internasional membuat artikel khusus mengenai calon presiden yang satu ini. Artinya, masyarakat internasional, termasuk kita, sudah mengenal Obama dengan baik dari sisi biografi dan fisik. Yang menarik adalah; sudahkah kita memahami visi Obama untuk dunia Islam, khususnya di kawasan Timur Tengah?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;Majalah &lt;i style=""&gt;The Economist&lt;/i&gt; pada bulan yang lalu membuat laporan khusus mengenai Pemilu AS lengkap dengan penjabaran program-program strategis yang akan dijalankan dari kedua pasang calon presiden di AS. Terkait dengan isu Timur Tengah, menurut laporan tersebut, hal pertama yang harus disoroti adalah rencana Obama melakukan penarikan pasukan AS sepenuhnya dari wilayah Irak paling lambat 18 bulan setelah dia menjabat. “&lt;i style=""&gt;Wow, that sound is nice Mr.&lt;/i&gt;” Namun, kita perlu menelaah lebih jauh apa sebenarnya yang dimaksud dengan penarikan pasukan. Sejak invasi AS di Irak berakhir tahun 2003, sebenarnya secara bertahap AS sudah menarik pasukannya dari wilayah perang di Irak. AS terjegal dengan Konvensi Genewa yang melarang setiap negara penginvasi memiliki kepentingan jangka panjang di wilayah invasinya. Yang dimaksud dalam konvensi ini jelas, artinya AS tidak boleh menempatkan pasukan militer resmi di Irak. Yah. . . konvensi tingallah konvensi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;Dengan dalih instabilitas di Irak, AS mempertahankan pasukannya. Semakin banyaknya korban tewas di pihak tentara AS semakin memojokkan pemerintahan Bush untuk segera menarik pasukan dari Irak. Yang jadi masalah, anggaran perang yang mencapai hampir dua miliar US$ harus dipertanggungjawabkan di depan kongres. Publik AS tentu dengan sangat wajar mempertanyakan apa hasil yang didapat dengan anggaran sebesar itu? Kita harus ingat, saat itu adalah periode pertama pemerintahan Bush yang akan menghadapi Pemilu tahun 2004. Kita semua pasti sudah mafhum bahwa motif ekonomilah yang melatarbelakangi invasi AS ke Irak. Motif penghancuran WAMD (&lt;i style=""&gt;Weapon of Mass Destruction&lt;/i&gt;) dan keterlibatan Saddam Hussein dengan Osama adalah omong kosong – “&lt;i style=""&gt;we are already know that&lt;/i&gt;!”. Penguasaan terhadap minyak bumi lengkap dengan infrastrukturnya seperti kilang dan jalur pipa menjadi hal yang wajib bagi Bush untuk mengembalikan kepercayaan publik AS terhadap invasinya di Irak. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;Setelah invasi berakhir, sesuai dengan ketentuan PBB yang terlebih dahulu sudah diinvasi oleh AS, harus dilaksanakan proyek rekonstruksi pasca-perang. Hebatnya, hampir seluruh tender rekonstruksi itu dimenangi oleh perusahaan asal AS macam Halliburton, Chevron, Blackwater, dll. Seluruh proyek dari pembangunan dan pengelolaan minyak, sampai dengan proyek penyediaan air bersih disikat oleh perusahaan asal AS. Di satu sisi, kita melihat AS mematuhi aturan PBB dan Konvensi Genewa untuk tidak memiliki kepentingan jangka panjang di Irak dengan cara menempatkan pihak korporasi swasta. Namun di sisi lain kita juga dengan mudah melihat perusahaan-perusahaan asal AS itu sebagai ‘proxy’ pemerintahan AS. Keuntungan besar yang didapat dari proyek rekonstruksi Irak akan masuk ke dalam kas negara sebagai tebusan anggaran yang terkuras selama invasi. Hasilnya jelas, Bush berhasil memenangi Pemilu untuk periode keduanya mengalahkan John Kerry yang cukup populer dan potensial. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;Kembali kepada Mr. Obama, dengan kata lain, rencana penarikan pasukan dari Irak tidak ada implikasi positifnya bagi dunia Islam. Hal itu hanya formalitas di depan tuntutan dunia internasional karena pada hakikatnya, cakar-cakar kekuasaan AS sudah ada di Irak. Kondisi keamanan di Irak yang masih tidak stabil tidak akan memengaruhi rencana penarikan pasukan. Karena keamanan yang sejati bagi AS ada pada wilayah perusahaan-perusahaan minyak mereka berikut jalur distribusinya. Wilayah-wilayah tersebut berada jauh dari pusat konflik di Irak tengah seperti propinsi al-Anbar. Wilayah2-wilayah tersebut justru berada di selatan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan utara Irak. Seharusnya, rencana Obama di Irak adalah penarikan pasukan dan PENGEMBALIAN ASET EKONOMI. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;Hal kedua yang perlu disoroti sesuai dengan laporan &lt;i style=""&gt;The Economist&lt;/i&gt; adalah rencana Obama untuk menggelar pasukan tempur yang lebih intensif di Afghanistan. Obama menganggap invasi AS ke Irak adalah sebuah kekeliruan dalam rangka perang terhadap terorisme (baca: al-Qaeda). Seharusnya, AS lebih memfokuskan diri terhadap pengejaran terhadap Osama Bin Laden yang berlindung di belakang kekuasaan Taliban di Afghanistan. Apa yang bisa kita cermati dari rencana Obama ini? &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ikhwah fillah,&lt;/span&gt; sesungguhnya apa yang akan dijalankan oleh Obama merupakan ancaman besar bagi dunia Islam ke depan. Betapa tidak, Obama akan membuka front yang lebih masif di kawasan Asia Tengah yang saat ini kondisinya sedang rawan. Afghanistan adalah negara yang sangat strategis untuk (sekali lagi) menjaga aset ekonomi AS di Timur Tengah. Setali tiga uang, penguasaan atas Afghanistan juga akan mengeliminasi kekuatan Iran di sebelah utara berikut Pakistan di Timur, dua negara muslim yang memiliki geliat pergerakan Islam yang sangat progresif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;Kondisinya saat ini adalah Irak sudah berada dalam ketiak AS. Sekali pun AS menarik pasukannya dari Irak, negara ini sudah tidak bisa menjadi kekuatan penyeimbang Israel di Timur Tengah. Rezim boneka di Irak sudah terbentuk dan kepentingan-kepentingan ekonomi akan terus menjadi prioritas di atas pan-Islamisme kawasan. Rencana Obama untuk menggunduli Taliban dan al-Qaeda di Afghanistan artinya membuka front peperangan baru untuk menciptakan kawasan penyanggah kepentingan mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;Jadi, kita tidak perlu berharap banyak pada kontes Pemilu di AS&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bagi masa depan dunia Islam. Amerika Serikat sesuai dengan sebutan Imam Khomeini memang benar-benar SETAN BESAR yang mengacak-acak semua negara Islam. Jika saya bertanya, “Siapa presiden AS yang paling baik?” Jawabannya gak ada, kecuali Kennedy yang tewas sebelum melakukan banyak hal. George W Bush yang akan segera digantikan, adalah Presiden AS paling bodoh dalam sejarah. Hal itu sudah menjadi fakta &lt;i style=""&gt;mutawattir&lt;/i&gt; dari pers seluruh dunia. Nah, ironisnya, kita sebagai umat Islam ‘koq’ bisa diacak-acak oleh orang yang dianggap bodoh oleh masyarakat internasional.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Kalaupun Obama berkualitas baik, itu hanya dalam ranah isu domestik dan untuk kepentingan nasional AS, tidak untuk dunia Islam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;--Wirawan Sukarwo&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Mahasiswa Program Magister Studi Timur Tengah dan Islam Universitas Indonesia&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5740686736474153482-8782236067011578432?l=dindingkosong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dindingkosong.blogspot.com/feeds/8782236067011578432/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dindingkosong.blogspot.com/2009/04/pemilu-as-dan-dunia-islam_01.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5740686736474153482/posts/default/8782236067011578432'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5740686736474153482/posts/default/8782236067011578432'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dindingkosong.blogspot.com/2009/04/pemilu-as-dan-dunia-islam_01.html' title='PEMILU AS DAN DUNIA ISLAM'/><author><name>wira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06233599671826464885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/ScjVN1kU83I/AAAAAAAAAAM/3io41kw05I4/S220/cakrawala.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/SdNoljS84sI/AAAAAAAAABg/nSIBdhMS1nc/s72-c/gaza8.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5740686736474153482.post-5299266178029546445</id><published>2009-03-30T19:57:00.000-07:00</published><updated>2009-03-30T20:15:23.326-07:00</updated><title type='text'>KAPAN SEBAIKNYA AMERIKA SERIKAT KELUAR DARI IRAK?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/SdGJCH42HBI/AAAAAAAAABI/TOkKotSgqMQ/s1600-h/bush.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/SdGJCH42HBI/AAAAAAAAABI/TOkKotSgqMQ/s320/bush.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319183304471485458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Untuk menjawab pertanyaan di atas, saya akan mengunakan aspek ideal dan faktual.  Idealnya, Amerika Serikat sudah harus keluar dari Irak setelah apa yang menjadi tujuan perangnya tercapai*. Tujuan awal perang di Irak adalah menumbangkan rezim Saddam Husssein yang disinyalir mengembangkan teknologi senjata pemusnah massal (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;weapon of mass destruction&lt;/span&gt;). Selain itu, rezim Sadddam Hussein juga dianggap terkait dengan jaringan al-Qaeda pimpinan Osama bin Laden. Selain dua alasan utama tersebut, masih banyak sederet alasan lain, baik yang terkait demokratisasi, penguasaan sumber energi (minyak), dan keamanan regional bagi Israel. Tujuan perang tersebut tidak semuanya diungkap ke publik untuk dijadikan alasan menginvasi Irak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tujuan utama Amerika Serikat adalah menumbangkan rezim Saddam Hussein, maka sebenarnya hal itu sudah tercapai semenjak Baghdad dikuasai pasukan koalisi setelah memenangi perang. Saddam Hussein sendiri berhasil ditangkap beberapa bulan setelahnya. Saat itulah, Amerika seharusnya, secara bertahap menarik pasukannya dan kemudian digantikan oleh pasukan internasional dari PBB untuk proses restrukturisasi dan rekonstruksi Irak pascaperang. Kalaupun Amerika Serikat tetap menempatkan pasukannya di Irak, hal itu sebaiknya hanya sebatas menjaga aset investasi mereka di Irak, seperti perusahaan minyak dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Namun, yang terjadi adalah Amerika tidak segera pergi dari Irak walaupun semua tuduhan praperang tidak ada yang terbukti. Irak terbukti tidak mengembangkan teknologi senjata pemusnah massal (WAMD), bahkan hal ini diperkuat oleh laporan yang dibuat oleh Ketua Inspeksi senjata dari PBB untuk Irak, Hans Blix pada saat perang masih berlangsung. Laporan dari Hans Blix ini sendiri sudah diterbitkan menjadi sebuah buku. Tuduhan mengenai keterkaitan rezim Saddam Hussein dengan jaringan al-Qaeda pimpinan Osama bin Laden juga tidak terbukti. Bahkan, Osama bin Laden mengecam dan tidak mengakui aksi-aksi terorisme yang dilakukan Abu Musa al-Zarqawi yang mengaku sebagai sayap al-Qaeda di Irak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah empat tahun invasi, stabilitas di Irak semakin jauh dari kenyataan. Stabilitas hanya difokuskan di daerah sekitar kilang minyak di utara dan di selatan Irak. Proses demokratisasi yang terkait suksesi pemerintahan di Irak juga tidak berjalan dengan baik. Ketiga pihak yang paling dominan di Irak (Syiah, Sunni, Kurdi) saling berebut pengaruh dan kekuasaan. Konflik sektarian yang mengarah kepada perang saudara dan bisa mengantarkan Irak menjadi sebuah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;failed state&lt;/span&gt; terus terjadi. Oleh karena itu, secara faktual, melihat kondisi Irak saat ini, saya tetap mengharapkan Amerika Serikat menarik keluar pasukannya dari Irak dengan segera. Konflik sektarian yang berkembang saat ini justru bisa menjadi bumerang bagi Amerika Serikat sendiri, karena pihak-pihak yang tadinya mendukung Amerika bisa berbalik membenci Amerika. Indikasi adanya kebencian terhadap Amerika sudah mulai terlihat dengan perlawanan yang juga dilakukan golongan Syiah Irak yang memang memiliki hubungan dekat dengan Iran yang notabenenya juga membenci Amerika. Sudah saatnya PBB menggantikan Amerika Serikat untuk menjaga dan mengawal proses demokratisasi yang berlangsung di Irak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* tujuan perang yang dimaksud adalah tujuan perang yang diungkapkan ke publik dan masyarakat internasional secara resmi oleh pemerintah Amerika Serikat sebelum invasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber gambar: &lt;a href="http://www.flickr.com/photos/zoriah/3001204473/"&gt;di sini&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5740686736474153482-5299266178029546445?l=dindingkosong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dindingkosong.blogspot.com/feeds/5299266178029546445/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dindingkosong.blogspot.com/2009/03/kapan-sebaiknya-amerika-serikat-keluar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5740686736474153482/posts/default/5299266178029546445'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5740686736474153482/posts/default/5299266178029546445'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dindingkosong.blogspot.com/2009/03/kapan-sebaiknya-amerika-serikat-keluar.html' title='KAPAN SEBAIKNYA AMERIKA SERIKAT KELUAR DARI IRAK?'/><author><name>wira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06233599671826464885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/ScjVN1kU83I/AAAAAAAAAAM/3io41kw05I4/S220/cakrawala.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/SdGJCH42HBI/AAAAAAAAABI/TOkKotSgqMQ/s72-c/bush.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5740686736474153482.post-9045403550706605144</id><published>2009-03-30T19:46:00.000-07:00</published><updated>2009-03-30T19:51:29.745-07:00</updated><title type='text'>APAKAH ISLAM AKAN BERJAYA DENGAN BANGKITNYA PERGERAKAN ISLAM ”KERAS” DI TIMUR TENGAH?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/SdGEx6Bi33I/AAAAAAAAABA/CzDZSBcYuUQ/s1600-h/timtengjpg.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/SdGEx6Bi33I/AAAAAAAAABA/CzDZSBcYuUQ/s320/timtengjpg.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319178627825459058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena bangkitnya pergerakan Islam ”keras” di Timur Tengah memang sedang terjadi. Yang dikategorikan dengan Islam ”keras” adalah golongan atau kelompok yang mengatasnamakan dirinya Islam serta menggunakan senjata dalam perjuangan kelompoknya. Beberapa pengamat lebih sering menyebut mereka dengan Islam radikal, bahkan ada pula yang menyebut mereka Islam fundamental. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Fenomena bangkitnya pergerakan Islam semacam ini sangat dipengaruhi situasi dunia secara global yang memposisikan umat Islam sebagai golongan yang tertinggal dari sisi peradaban. Hal ini diperparah lagi dengan berbagai &lt;i&gt;global policy&lt;/i&gt; yang dikeluarkan negara-negara &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1238467414_0"&gt;Barat&lt;/span&gt; untuk memojokkan posisi umat Islam di dunia. Dunia barat yang telah ber-&lt;i&gt;renaissance&lt;/i&gt; sejak abad ke-15 terus meninggalkan umat Islam dalam jaman kegelapan. Umat Islam sendiri seperti terlena dalam ketertinggalannya dan terus menjadi golongan yang tertinggal dalam hal peradaban di dunia. Kesadaran akan ketidakadilan yang diciptakan oleh negara-negara Barat terhadap dunia Islam inilah yang kemudian melahirkan perjuangan-perjuangan bersenjata yang mengatasnamakan Islam di berbagai negara di Timur Tengah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Saya setuju, apabila lahirnya pergerakan Islam semacam ini dijadikan indikator kebangkitan Islam di masa yang akan datang. Wilayah Timur Tengah yang merupakan pusaran konflik yang ada di dunia adalah wilayah yang tepat untuk memulai dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;melakukan pergerakan tersebut. Karena, di wilayah inilah pergesekan dan konflik antara Islam dan Barat menemukan bentuknya. Setiap konflik yang ada di wilayah ini.selalu mendapat reaksi dan perhatian dari seluruh dunia. Hal yang sama juga berlaku bagi perjuangan pergerakan Islam di wilayah ini yang akan mendapatkan perhatian, bahkan dukungan dari umat Islam lain yang ada di dunia. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Walaupun masih banyak pergerakan-pergerakan Islam yang ada di Timur Tengah masih memperjuangkan kepentingan lokal, namun setiap perjuangan dan keberhasilannya selalu menjadi inspirasi bagi gerakan Islam yang lain di dunia. Pergerakan Islam seperti Ikhwanul Muslimin di Mesir misalnya, berhasil mentransformasikan bentuk-bentuk perjuangannya kepada banyak pergerakan Islam lain di dunia. Perjuangan lainnya seperti &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1238467414_1"&gt;yang dilakukan&lt;/span&gt; Hizbullah, Hamas dan &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1238467414_2"&gt;Taliban&lt;/span&gt; adalah perjuangan yang sifatnya lokal, namun banyak memperoleh dukungan secara luas dari umat Islam. Begitu juga sebaliknya musuh perjuangan mereka, juga mendapat dukungan yang luas dari negara-negara Barat. Sifat inspiratif dan transformatif inilah yang membuat pergerakan Islam di Timur Tengah bisa menjadi indikator bangkitnya Islam di masa yang akan datang. &lt;i&gt;Waallahu`alam.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;i&gt;sumber gambar: &lt;a href="http://www.flickr.com/photos/stewf/270941650/"&gt;di sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5740686736474153482-9045403550706605144?l=dindingkosong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dindingkosong.blogspot.com/feeds/9045403550706605144/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dindingkosong.blogspot.com/2009/03/apakah-islam-akan-berjaya-dengan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5740686736474153482/posts/default/9045403550706605144'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5740686736474153482/posts/default/9045403550706605144'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dindingkosong.blogspot.com/2009/03/apakah-islam-akan-berjaya-dengan.html' title='APAKAH ISLAM AKAN BERJAYA DENGAN BANGKITNYA PERGERAKAN ISLAM ”KERAS” DI TIMUR TENGAH?'/><author><name>wira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06233599671826464885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/ScjVN1kU83I/AAAAAAAAAAM/3io41kw05I4/S220/cakrawala.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_vbnX3lD7RIw/SdGEx6Bi33I/AAAAAAAAABA/CzDZSBcYuUQ/s72-c/timtengjpg.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
