Monday, 31 August 2009

WA MA ADRA KA MA LAILATUL QADR?

Inna anzalnahu fi lailatul qodr
Surat al-Qodr adalah surat ke 97 dari al-Quran al-Karim. Kalau kita perhatikan surat sebelumya adalah surat al-Alaq dengan nomor surat 96. dua surat ini walaupun berdekatan tapi memiliki latar belakang turun yang berbeda jauh. Surat al-Alaq diturunkan ketika Nabi SAW berada di Mekkah, sedangkan surat al-Qadr diturunkan ketika Nabi berada di kota Madinah.

Jarak antara kedua surat itu yang ditempatkan berdekatan dalam al-Quran menyiratkan satu pesan kepada kita tentang pentingnya membaca al-Quran. Dan keutamaan membaca al-Quran diabadikan dalam kemuliaan malam lailatul qadr, yaitu malam diturunkannya al-Quran.

Wa ma adra ka ma lailatul qadr?
Dalam al-Quran, kalimat wa ma adraka digunakan sebanyak 13 kali (kalo gak percaya itung aja sendiri). Dari seluruh kalimat tersebut hanya pada surat al-Qadr lah Allah menggunakannya untuk menjelaskan suatu peristiwa yang penuh kemuliaan. Sisanya, sebanyak 12 kali, kalimat tersebut digunakan untuk menjelaskan hari kiamat. Artinya, antara hari kiamat dan al-Qadr sama-sama merupakan peristiwa besar yang Rasul saja tidak bisa mengetahui kapan terjadinya selain tanda-tandanya.

Sayyid Qutb dalam fi Zhilalil Quran mengartikan al-Qadr menjadi:
Pertama, artinya ketetapan. Yang dimaksud disini adalah Allah menjadikan malam tersebut sebagai sebuah ketetapan terhadap hidup seorang hambanya di kemudian hari. Ketetapan itu tentu saja sesuatu yang baik.
Kedua, artinya sempit. Yang dimasud dari sempit disini adalah sedikitnya waktu yang ada untuk memanfaatkan lailatul qadr. Dalam ayat yang lain Allah mengatakan yuqdirullah . . . Allah menyempitkan . . . seperti itulah.

Lailatul Qadri khoiru min alfi syahr
Bilangan 1000 bulan yang kemudian dijumlah menjadi 83 tahun adalah bilangan yang mewakili betapa banyaknya pelipatgandaan amal pada malam tersebut. Konteks masyarakat Arab ketika diturunkannya ayat ini hanya mengenal bilangan 1000 sebagai angka yang terbesar. Mereka belum mengenal juta, milyar atau triliun. Beberapa ulama mengatakan, kalimat 1000 bulan dalam surat al-Qadr bisa menjadi miliar atau triliun dalam konteks saat ini. Karena memang hakikat bunyi ayat itu adalah suatu pelipatgandaan yang tidak terbatas.

Tanazalul malaikah wa ruh fiha min kulli amr salamun hiya hattamat lail fajr
Begitu banyaknya malaikat yang turun ke bumi untuk memberikan kebaikan kepada orang-orang yang beribadah pada malam tersebut. Penjagaan para malaikat Allah pada malam lailatul Qadr menurut sebagian ulama tidak terbatas sampai fajar esok paginya. Namun, sampai fajar kehidupan berikutnya, yaitu hari kiamat. Ada sebagian ulama yang menganggap malam lailatul qadr hanya turoritas ulama mengun sekali ketika diturunkannya al-Quran. Namun mayoritas ulama menganggap malam ini turun setiap tahunnya di bulan Ramadhan. Salah satu buktinya adalah penggunaan fiil mudhori pada kata "tanazalu" – fiil mudhori itu kalau bahasa kitanya present continues tense. Menurut Imam Ghazali yang dikutip oleh Muhammad Abduh, ada dua bisikan dalam diri manusia. Bisikan p ertama adalah bisikan kebaikan yang berasal dari malaikat serta yang kedua bisikan kejahatan yang berasal dari syetan. Artinya, seseorang yang berhasil mendapatkan lailatul qadr akan mendapatkan penjagaan dari para malaikat sampai hari kiamat. Sehingga orang tersebut memiliki kecenderungan untuk melakukan kebaikan seumur hidupnya. Subhanallah.

Sebagai catatan penutup, kita harus tahu bahwa lailatul qadr dengan segala kemuliaannya tadi tidak datang kepada semua orang begitu saja. Dia hanya datang kepada orang-orang yang sudah mempersiapkan diri menyambutnya dengan kebersihan hati dan kehusyukan beribadah. Maka, maksimalkan bulan Ramadhan kali ini agar kita layak menyambut lailatul qadr.

Thursday, 27 August 2009

Transformer 2


Film Transformer 2: Revenge of The Fallen betul-betul memuaskan hasrat saya terhadap film fiksi selama ini. Sang sutradara, Michael Bay tahu betul bagaimana membuat penonton tidak bisa berpaling dari layar bioskop ketika adegan demi adegan ditampilkan. Sepintas memang tidak ada yang penting dari film ini dibandingkan film-film besar yang bertema drama atau kisah hidup seseorang. Tapi saya punya pendapat lain. Bagi saya, film ini jauh melampaui kualitas drama-drama yang memenangi oscar ataupun film festival. Film inilah yang menjadi inti drama peradaban yang saat ini dipimpin oleh Amerika Serikat.

Drama peradaban, istilah yang sedikit memaksa memang, tapi itulah yang terlintas ketika saya membuat tulisan ini. Bagaimana tidak, orang yang tahu betul bagaimana perkembangan teknologi persenjataan saat ini tentu paham bahwa Transformer 2 mengakali fokus kita terhadap dunia persenjataan. Memang, Transformer 2 tidak sendirian dalam membuat akal-akalan. Ada film lain yang diliris berdekatan yaitu G.I Joe yang juga membuat drama peradaban tapi dengan perspektif yang berbeda. Transformer 2 menggunakan banyak senjata yang saat ini merupakan alutsista terdepan militer AS. Sedangkan G.I Joe tidak lebih dari sekedar film untuk anak kecil dengan adegan fiksi yang berlebihan.

Kalau kita mengikuti edisi koleksi majalah angkasa mengenai persenjataan, kita akan menemukan semuanya dalam film Transformer 2. Dalam edisi mengenai pesawat tempur masa depan, angkasa menempatkan F-22 Raptor sebagai jet tempur generasi terbaru sekaligus tercanggih yang dimiliki AS. Di film Transformer 2, jet ini berubah menjadi Starscream, salah satu karakter Decepticon yang kuat. Memang, dalam perkembangan selanjutnya, ada jet tempur lain yang juga memiliki kecanggihan setara F-22 yaitu F-35. Tapi, tetap saja, setiap orang yang mencintai dunia dirgantara pasti sepakat bahwa F-22 adalah tipikal jet yang bakal menggantikan F-16 yang legendaris atau F-15 yang sadis.

Di dunia daratan, alutsista AS yang paling kesohor saat ini adalah tank M1-Abrams. Yeup, tank ini ada di perang-perang terakhir AS di Timur Tengah. Tank ini menjadi alusista AS yang paling diandalkan saat ini dan memensiunkan semua jenis Tank pendahulunya. Dalam Transformer 2, Abrams diabadikan oleh karakter Decepticon yang lain. Saya lupa namanya... Begitu digdayanya militer AS di dunia nyata bahkan di dunia fiksi sekalipun.

Film ini merupakan pengalihan fokus kita terhadap teknologi persenjataan AS yang sedang dikembangkan saat ini. Bayangkan, dalam situasi darurat kemanan dunia seperti dalam film itu, AS hanya menggunakan alutsista yang ada dalam majalah-majalah militer. Kita tahu persis, bukan AS namanya kalau tidak ada senjata yang rahasia. Saat ini, AS mencurahkan segala kemampuannya dalam mengembangkan berbagai macam artileri canggih. Kecanggihan artileri ini akan meminimalkan peran alutsista berat lain, seperti Tank dan pesawat tempur. Artileri yang saya maksud adalah berbagai macam bom canggih berpenuntun satelit. Kita mengenal jenis bom seperti JSAW dan JDOM yang digunakan AS untuk menghancurkan bunker pasukan Saddam di Irak. Kedua bom tersebut adalah awal dari perkembangan teknologi bom selanjutnya. Semua jenis bom pintar ini akan mempercepat jalannya perang dengan tingkat keakuratan yang sangat tinggi. Penggunaannya juga ringkas dan minim SDM. Itulah sebabnya, AS mengembangkan teknologi pesawat tempur siluman (stealth) dengan kecepatan melebihi Mach 3 (3 kali kecepatan suara) untuk membawa bom-bom semacam ini. Disamping itu, mereka juga mengambangkan pesawat tanpa awak (UAV- Unmanned Aerial Vehicle) yang bisa dioperasikan seperti remote control. Jenis UAV yang ada dalam Transformer 2 adalah Predator, salah satu UAV tercanggih dan termahal saat ini.

Jika kita perhatikan, tren ancaman keamanan bagi AS (bukan dunia) adalah terorisme sipil. Mereka selalu menggunakan taktik perang kota dan berbaur bersama elemen masyarakat sipil sehingga sulit diatasi. Beberapa organisasi yang dimusuhi AS seperti al-Qaeda dan Taliban sangat sulit dikalahkan karena metode ini. Menggelar sebuah operasi militer darat ala "counter strike" terbukti tidak pernah bisa mengatasi mereka. Oleh karena itu, AS cenderung menggunakan gaya sapu bersih ketika harus melumpuhkan target teroris. Jika sebuah rumah atau gedung dideteksi sebagai markas teroris, maka AS akan menghancurkan bangunan tersebut dan beberapa rumah disekelilingnya. Target sipil jelas tidak bisa dihindari, tetapi tentu saja AS memiliki segudang pembenaran. Apalagi mereka memiliki doktrin khusus mengenai terorisme. Semua pihak yang melindungi para pelaku teror dan target AS dianggap sebagai teroris itu sendiri. Cara ini juga mendidik masyarakat sipil untuk bekerjasama dengan pihak AS apabila mereka tidak mau dijadikan sasaran serangan. Inilah implementasi kebijakan war on terror warisan Bush. Either you with us or with terorrist.

Intinya, saya sangat merekomendasikan anda untuk menonton Transformer 2 sebagai film yang mewakili peradaban saat ini. Kalimat ini tidak berlebihan karena memang peradaban manusia digiring oleh kemajuan teknologi perang. Transformer 2 mengkakali wawasan kita terhadap teknologi persenjataan itu sendiri dengan menampilkan berbagai senjata konvensional. Padahal, militer AS sedang memasuki era full digital. Film itu bisa menggambarkan kepada kita bagaimana kekuatan militer AS di dunia. Seolah-olah, film ini juga memberi pesan bahwa hanya alien seperti Decepticon dan Autobots lah yang bisa "merepotkan" AS.

Friday, 3 April 2009

SONG MEANING -- EMPTY WALLS By SERJ TANKIAN


Your empty walls
Your empty walls
Pretentious attention
Dismissive apprehension
Don't waste your time
On coffins today
When we decline
From the confines of our mind
Don't waste your time
On coffins today

Don't you see their bodies burning
Desolate and full of yearning
Dying of anticipation
Choking from intoxication
Don't you see their bodies burning
Desolate and full of yearning
Dying of anticipation
Choking from intoxication

I want you to be left behind those empty walls
Taught you to see from behind those empty walls

Those empty walls
When we decline
From the confines of our mind
Don't waste your time
On coffins today


I loved you yesterday
Before you killed my family

Empty Walls, artinya ya tembok kosong--yang dimaksud Serj dengan tembok kosong adalah Irak setelah dibombardir Amerika Serikat. Empty coz there`s nothing left to do there. Lagu ini mewakili seluruh isi album elect the dead yang berisi kritik keras terhadap kebijakan perang AS di Irak.

Saya pikir, lirik2 selanjutnya dalam lagu ini bisa langsung dimengerti.
Bait kedua bercerita seputar kesia-siaan tindakan. "Don't waste your time, on coffins today.." lirik ini ditujukan untuk para serdadu AS dan pasukan koalisi yang datang ke Irak. Mereka hanya akan membuang2 waktu, bahkan hanya akan menjadi mayat dalam peti mati. Bahasa kita-nya mati konyol gitu lah.

Bait berikuitnya "Don't you see their bodies burning..." dan seterusnya bercerita tentang situasi perang yang dipenuhi korban2 ledakan bom. Kalimat selanjutnya, saya interpretasikan sebagai empty walls tadi, kota-kota yang dilanda perang menjadi zona yang terisolasi sekaligus dipenuhi racun (toxic) dari senjata dan peluru kendali. “Choking from intoxication"

Lirik selanjutnya,“I loved you yesterday, before you killed my family”, kalimat ini menceritakan bagaimana hubungan pemerintahan Irak dengan AS yang dulu pernah sangat dekat. Bahkan ketika perang Irak – Iran terjadi pada tahun 1980 – 1988, Amerika Serikat berada di pihak Irak. Sebagian besar masyarakat Irak memang mengakui kekejaman Saddam Hussein dan menginginkan adanya perbahan dalam system pemerintahan Irak. Amerika Serikat yang memang berkampanye untuk membebaskan rakyat Irak dari cengkraman rezim Saddam sempat mendapat dukungan yang luas. Namun, ternyata cara yang dipakai oleh AS terlalu radikal (perang) sehingga harapan rakyat Irak yang tadinya digantungkan pada negeri ini berubah menjadi kebencian dan dendam. Perang itu telah membunuh banyak rakyat Irak, tidak terkecuali wanita dan anak-anak.

Wednesday, 1 April 2009

PEMILU AS DAN DUNIA ISLAM






Pertanyaan awal mungkin adalah, “kenapa AS?” Jawabannya jelas, AS merupakan salah satu faktor dominan konflik yang ada di Timur Tengah saat ini. Hampir tidak ada satu konflik pun yang tidak melibatkan AS, baik secara langsung maupun tidak langsung di Timur Tengah. Yeup, negara yang disebut oleh Khomeini sebagai "Setan Besar" ini, sedang melaksanakan pesta demokrasi mereka. Pemilu AS, yang merupakan pesta demokrasi dalam dinamika politik dalam negeri AS, akan memiliki implikasi luas ke seluruh dunia, dalam konteks suplemen ini, Timur Tengah.

Pemilu AS sudah memenangkan Barack Obama dari kubu Deokrat dengan wakil presiden Joe Biden. Mereka mengalahkan pesaing dari kubu Republik, John Mccain dan calon wakilnya Sarah Pallin. Namun, siapa pun yang menang, tidak ada yang dapat diharapkan untuk masa depan Timur Tengah dan dunia Islam.

Jadi begini; Barack Obama yang dianggap sebagai tokoh revolusioner--mendobrak tradisi WASP (White Anglo-Saxon Protestan) karena negro-nya--memiliki visi yang tidak lebih baik dari George W Bush. Media internasional yang begitu gencar menyoroti Obama seakan mengalihkan isu yang paling sentral bagi kita, yaitu visi Obama terhadap dunia Islam. Penokohan Obama sudah tidak dapat diragukan lagi karena hampir setiap surat kabar nasional/internasional membuat artikel khusus mengenai calon presiden yang satu ini. Artinya, masyarakat internasional, termasuk kita, sudah mengenal Obama dengan baik dari sisi biografi dan fisik. Yang menarik adalah; sudahkah kita memahami visi Obama untuk dunia Islam, khususnya di kawasan Timur Tengah?

Majalah The Economist pada bulan yang lalu membuat laporan khusus mengenai Pemilu AS lengkap dengan penjabaran program-program strategis yang akan dijalankan dari kedua pasang calon presiden di AS. Terkait dengan isu Timur Tengah, menurut laporan tersebut, hal pertama yang harus disoroti adalah rencana Obama melakukan penarikan pasukan AS sepenuhnya dari wilayah Irak paling lambat 18 bulan setelah dia menjabat. “Wow, that sound is nice Mr.” Namun, kita perlu menelaah lebih jauh apa sebenarnya yang dimaksud dengan penarikan pasukan. Sejak invasi AS di Irak berakhir tahun 2003, sebenarnya secara bertahap AS sudah menarik pasukannya dari wilayah perang di Irak. AS terjegal dengan Konvensi Genewa yang melarang setiap negara penginvasi memiliki kepentingan jangka panjang di wilayah invasinya. Yang dimaksud dalam konvensi ini jelas, artinya AS tidak boleh menempatkan pasukan militer resmi di Irak. Yah. . . konvensi tingallah konvensi.

Dengan dalih instabilitas di Irak, AS mempertahankan pasukannya. Semakin banyaknya korban tewas di pihak tentara AS semakin memojokkan pemerintahan Bush untuk segera menarik pasukan dari Irak. Yang jadi masalah, anggaran perang yang mencapai hampir dua miliar US$ harus dipertanggungjawabkan di depan kongres. Publik AS tentu dengan sangat wajar mempertanyakan apa hasil yang didapat dengan anggaran sebesar itu? Kita harus ingat, saat itu adalah periode pertama pemerintahan Bush yang akan menghadapi Pemilu tahun 2004. Kita semua pasti sudah mafhum bahwa motif ekonomilah yang melatarbelakangi invasi AS ke Irak. Motif penghancuran WAMD (Weapon of Mass Destruction) dan keterlibatan Saddam Hussein dengan Osama adalah omong kosong – “we are already know that!”. Penguasaan terhadap minyak bumi lengkap dengan infrastrukturnya seperti kilang dan jalur pipa menjadi hal yang wajib bagi Bush untuk mengembalikan kepercayaan publik AS terhadap invasinya di Irak.

Setelah invasi berakhir, sesuai dengan ketentuan PBB yang terlebih dahulu sudah diinvasi oleh AS, harus dilaksanakan proyek rekonstruksi pasca-perang. Hebatnya, hampir seluruh tender rekonstruksi itu dimenangi oleh perusahaan asal AS macam Halliburton, Chevron, Blackwater, dll. Seluruh proyek dari pembangunan dan pengelolaan minyak, sampai dengan proyek penyediaan air bersih disikat oleh perusahaan asal AS. Di satu sisi, kita melihat AS mematuhi aturan PBB dan Konvensi Genewa untuk tidak memiliki kepentingan jangka panjang di Irak dengan cara menempatkan pihak korporasi swasta. Namun di sisi lain kita juga dengan mudah melihat perusahaan-perusahaan asal AS itu sebagai ‘proxy’ pemerintahan AS. Keuntungan besar yang didapat dari proyek rekonstruksi Irak akan masuk ke dalam kas negara sebagai tebusan anggaran yang terkuras selama invasi. Hasilnya jelas, Bush berhasil memenangi Pemilu untuk periode keduanya mengalahkan John Kerry yang cukup populer dan potensial.

Kembali kepada Mr. Obama, dengan kata lain, rencana penarikan pasukan dari Irak tidak ada implikasi positifnya bagi dunia Islam. Hal itu hanya formalitas di depan tuntutan dunia internasional karena pada hakikatnya, cakar-cakar kekuasaan AS sudah ada di Irak. Kondisi keamanan di Irak yang masih tidak stabil tidak akan memengaruhi rencana penarikan pasukan. Karena keamanan yang sejati bagi AS ada pada wilayah perusahaan-perusahaan minyak mereka berikut jalur distribusinya. Wilayah-wilayah tersebut berada jauh dari pusat konflik di Irak tengah seperti propinsi al-Anbar. Wilayah2-wilayah tersebut justru berada di selatan dan utara Irak. Seharusnya, rencana Obama di Irak adalah penarikan pasukan dan PENGEMBALIAN ASET EKONOMI.

Hal kedua yang perlu disoroti sesuai dengan laporan The Economist adalah rencana Obama untuk menggelar pasukan tempur yang lebih intensif di Afghanistan. Obama menganggap invasi AS ke Irak adalah sebuah kekeliruan dalam rangka perang terhadap terorisme (baca: al-Qaeda). Seharusnya, AS lebih memfokuskan diri terhadap pengejaran terhadap Osama Bin Laden yang berlindung di belakang kekuasaan Taliban di Afghanistan. Apa yang bisa kita cermati dari rencana Obama ini? Ikhwah fillah, sesungguhnya apa yang akan dijalankan oleh Obama merupakan ancaman besar bagi dunia Islam ke depan. Betapa tidak, Obama akan membuka front yang lebih masif di kawasan Asia Tengah yang saat ini kondisinya sedang rawan. Afghanistan adalah negara yang sangat strategis untuk (sekali lagi) menjaga aset ekonomi AS di Timur Tengah. Setali tiga uang, penguasaan atas Afghanistan juga akan mengeliminasi kekuatan Iran di sebelah utara berikut Pakistan di Timur, dua negara muslim yang memiliki geliat pergerakan Islam yang sangat progresif.

Kondisinya saat ini adalah Irak sudah berada dalam ketiak AS. Sekali pun AS menarik pasukannya dari Irak, negara ini sudah tidak bisa menjadi kekuatan penyeimbang Israel di Timur Tengah. Rezim boneka di Irak sudah terbentuk dan kepentingan-kepentingan ekonomi akan terus menjadi prioritas di atas pan-Islamisme kawasan. Rencana Obama untuk menggunduli Taliban dan al-Qaeda di Afghanistan artinya membuka front peperangan baru untuk menciptakan kawasan penyanggah kepentingan mereka.

Jadi, kita tidak perlu berharap banyak pada kontes Pemilu di AS bagi masa depan dunia Islam. Amerika Serikat sesuai dengan sebutan Imam Khomeini memang benar-benar SETAN BESAR yang mengacak-acak semua negara Islam. Jika saya bertanya, “Siapa presiden AS yang paling baik?” Jawabannya gak ada, kecuali Kennedy yang tewas sebelum melakukan banyak hal. George W Bush yang akan segera digantikan, adalah Presiden AS paling bodoh dalam sejarah. Hal itu sudah menjadi fakta mutawattir dari pers seluruh dunia. Nah, ironisnya, kita sebagai umat Islam ‘koq’ bisa diacak-acak oleh orang yang dianggap bodoh oleh masyarakat internasional.

Kalaupun Obama berkualitas baik, itu hanya dalam ranah isu domestik dan untuk kepentingan nasional AS, tidak untuk dunia Islam.



--Wirawan Sukarwo

Mahasiswa Program Magister Studi Timur Tengah dan Islam Universitas Indonesia





Monday, 30 March 2009

KAPAN SEBAIKNYA AMERIKA SERIKAT KELUAR DARI IRAK?



Untuk menjawab pertanyaan di atas, saya akan mengunakan aspek ideal dan faktual. Idealnya, Amerika Serikat sudah harus keluar dari Irak setelah apa yang menjadi tujuan perangnya tercapai*. Tujuan awal perang di Irak adalah menumbangkan rezim Saddam Husssein yang disinyalir mengembangkan teknologi senjata pemusnah massal (weapon of mass destruction). Selain itu, rezim Sadddam Hussein juga dianggap terkait dengan jaringan al-Qaeda pimpinan Osama bin Laden. Selain dua alasan utama tersebut, masih banyak sederet alasan lain, baik yang terkait demokratisasi, penguasaan sumber energi (minyak), dan keamanan regional bagi Israel. Tujuan perang tersebut tidak semuanya diungkap ke publik untuk dijadikan alasan menginvasi Irak.

Jika tujuan utama Amerika Serikat adalah menumbangkan rezim Saddam Hussein, maka sebenarnya hal itu sudah tercapai semenjak Baghdad dikuasai pasukan koalisi setelah memenangi perang. Saddam Hussein sendiri berhasil ditangkap beberapa bulan setelahnya. Saat itulah, Amerika seharusnya, secara bertahap menarik pasukannya dan kemudian digantikan oleh pasukan internasional dari PBB untuk proses restrukturisasi dan rekonstruksi Irak pascaperang. Kalaupun Amerika Serikat tetap menempatkan pasukannya di Irak, hal itu sebaiknya hanya sebatas menjaga aset investasi mereka di Irak, seperti perusahaan minyak dan lain-lain.

Namun, yang terjadi adalah Amerika tidak segera pergi dari Irak walaupun semua tuduhan praperang tidak ada yang terbukti. Irak terbukti tidak mengembangkan teknologi senjata pemusnah massal (WAMD), bahkan hal ini diperkuat oleh laporan yang dibuat oleh Ketua Inspeksi senjata dari PBB untuk Irak, Hans Blix pada saat perang masih berlangsung. Laporan dari Hans Blix ini sendiri sudah diterbitkan menjadi sebuah buku. Tuduhan mengenai keterkaitan rezim Saddam Hussein dengan jaringan al-Qaeda pimpinan Osama bin Laden juga tidak terbukti. Bahkan, Osama bin Laden mengecam dan tidak mengakui aksi-aksi terorisme yang dilakukan Abu Musa al-Zarqawi yang mengaku sebagai sayap al-Qaeda di Irak.

Setelah empat tahun invasi, stabilitas di Irak semakin jauh dari kenyataan. Stabilitas hanya difokuskan di daerah sekitar kilang minyak di utara dan di selatan Irak. Proses demokratisasi yang terkait suksesi pemerintahan di Irak juga tidak berjalan dengan baik. Ketiga pihak yang paling dominan di Irak (Syiah, Sunni, Kurdi) saling berebut pengaruh dan kekuasaan. Konflik sektarian yang mengarah kepada perang saudara dan bisa mengantarkan Irak menjadi sebuah failed state terus terjadi. Oleh karena itu, secara faktual, melihat kondisi Irak saat ini, saya tetap mengharapkan Amerika Serikat menarik keluar pasukannya dari Irak dengan segera. Konflik sektarian yang berkembang saat ini justru bisa menjadi bumerang bagi Amerika Serikat sendiri, karena pihak-pihak yang tadinya mendukung Amerika bisa berbalik membenci Amerika. Indikasi adanya kebencian terhadap Amerika sudah mulai terlihat dengan perlawanan yang juga dilakukan golongan Syiah Irak yang memang memiliki hubungan dekat dengan Iran yang notabenenya juga membenci Amerika. Sudah saatnya PBB menggantikan Amerika Serikat untuk menjaga dan mengawal proses demokratisasi yang berlangsung di Irak.

* tujuan perang yang dimaksud adalah tujuan perang yang diungkapkan ke publik dan masyarakat internasional secara resmi oleh pemerintah Amerika Serikat sebelum invasi.

sumber gambar: di sini

APAKAH ISLAM AKAN BERJAYA DENGAN BANGKITNYA PERGERAKAN ISLAM ”KERAS” DI TIMUR TENGAH?











Fenomena bangkitnya pergerakan Islam ”keras” di Timur Tengah memang sedang terjadi. Yang dikategorikan dengan Islam ”keras” adalah golongan atau kelompok yang mengatasnamakan dirinya Islam serta menggunakan senjata dalam perjuangan kelompoknya. Beberapa pengamat lebih sering menyebut mereka dengan Islam radikal, bahkan ada pula yang menyebut mereka Islam fundamental.

Fenomena bangkitnya pergerakan Islam semacam ini sangat dipengaruhi situasi dunia secara global yang memposisikan umat Islam sebagai golongan yang tertinggal dari sisi peradaban. Hal ini diperparah lagi dengan berbagai global policy yang dikeluarkan negara-negara Barat untuk memojokkan posisi umat Islam di dunia. Dunia barat yang telah ber-renaissance sejak abad ke-15 terus meninggalkan umat Islam dalam jaman kegelapan. Umat Islam sendiri seperti terlena dalam ketertinggalannya dan terus menjadi golongan yang tertinggal dalam hal peradaban di dunia. Kesadaran akan ketidakadilan yang diciptakan oleh negara-negara Barat terhadap dunia Islam inilah yang kemudian melahirkan perjuangan-perjuangan bersenjata yang mengatasnamakan Islam di berbagai negara di Timur Tengah.

Saya setuju, apabila lahirnya pergerakan Islam semacam ini dijadikan indikator kebangkitan Islam di masa yang akan datang. Wilayah Timur Tengah yang merupakan pusaran konflik yang ada di dunia adalah wilayah yang tepat untuk memulai dan melakukan pergerakan tersebut. Karena, di wilayah inilah pergesekan dan konflik antara Islam dan Barat menemukan bentuknya. Setiap konflik yang ada di wilayah ini.selalu mendapat reaksi dan perhatian dari seluruh dunia. Hal yang sama juga berlaku bagi perjuangan pergerakan Islam di wilayah ini yang akan mendapatkan perhatian, bahkan dukungan dari umat Islam lain yang ada di dunia.

Walaupun masih banyak pergerakan-pergerakan Islam yang ada di Timur Tengah masih memperjuangkan kepentingan lokal, namun setiap perjuangan dan keberhasilannya selalu menjadi inspirasi bagi gerakan Islam yang lain di dunia. Pergerakan Islam seperti Ikhwanul Muslimin di Mesir misalnya, berhasil mentransformasikan bentuk-bentuk perjuangannya kepada banyak pergerakan Islam lain di dunia. Perjuangan lainnya seperti yang dilakukan Hizbullah, Hamas dan Taliban adalah perjuangan yang sifatnya lokal, namun banyak memperoleh dukungan secara luas dari umat Islam. Begitu juga sebaliknya musuh perjuangan mereka, juga mendapat dukungan yang luas dari negara-negara Barat. Sifat inspiratif dan transformatif inilah yang membuat pergerakan Islam di Timur Tengah bisa menjadi indikator bangkitnya Islam di masa yang akan datang. Waallahu`alam.



sumber gambar: di sini